Akses Jalan Tergenang Air, Tim Kesehatan Tembus Dengan Perahu Karet

 

Jakarta - Banjir yang melanda Ibukota sejak tanggal 15 Januari 2013 menimbulkan efek bagi warga Jakarta, termasuk gangguan kesehatan seperti, gatal-gatal, diare, sesak nafas (ispa), dan penyakit lainnya. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menurunkan  5 Disaster Medic Commite (DMC) untuk melayani korban banjir.  Tim Medis tersebut dari DMC RS Pondok Kopi, RS Cempaka Putih, RS PKU Muh Sruweng, RS PKU Muh Bantul,  dan RS PKU Muh Gombong.

DMC RS PKU Muhammadiyah Bantul telah berada di Jakarta sejak Sabtu (19/1). Tim langsung melayani warga di  Penjaringan, Jakarta Utara. Berikut memutar ke Petamburan, Tanah Abang, Kalibata, Bukit duri dan Terakhir di Cengkareng Barat.

 “Kami memberikan layanan kesehatan berupa pemeriksaan pada anak-anak, lansia dan ibu-ibu hamil. Tidak terkecuali pada orang dewasa yang memiliki keluhan penyakit”. Terang Ketua dr. Zainul Arifin, salah satu anggota DMC RS PKU Muh Bantul. “Kami terdiri enam personil, diantaranya 2 dokter IGD, 2 Perawat, 1 Infokom dan 1 driver.” Tambah dokter lulusan UGM ini.

Menurut dokter yang sudah 5 tahun mengabdi di RS PKU Muh Bantul ini, warga di pengungsian banjir Jakarta seharusnya tetap menjaga kebersihan, mencuci tangan sebelum makan, selalu menerapkan pola hidup sehat dan bersih sehingga penyakit efek dari banjir tidak terjadi lagi.

MDMC membangun sistem layanan medis darurat hingga tanggal 31 Januari 2013, untuk melayani warga yang berada di pengungsian. Tim kadang menghadapi kendala lokasi yang masih tergenang banjir, dan susahnya akses jalan masuk ke pemukiman. “Tim kesehatan didampingi anggota Mapala dan SAR Muhammadiyah yang lengkap dengan perahu karet, sehingga bisa menjangkau wilayah yang masih tergenang air dengan mudah” terang Sarni, koordinator tim asistensi Posko Muhammadiyah. (dzar)

Indeks Berita