Resti : Biar Horor Tapi Semangat Jadi Relawan

 

Jakarta - Menjadi relawan psikososial bukan pekerjaan yang mudah, melainkan harus melawan mental dan emosi diri sendiri. Mengapa tidak, suasana di pengungsian bukan seperti suasana di kamar rumah sendiri atau di kampus. Namun penuh dengan macam suasana yang memprihatinkan serta tempat yang kurang baik.

Enam mahasiswa dari STIE Ganesha Ciputat serta UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah ikut menjadi relawan dalam koordinasi  Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) selama tanggap darurat banjir Jakarta ini punya cerita seru. Pasalnya mereka berenam memiliki pengalaman mistis masing-masing yang menurut mereka menjadi pengalaman dalam menjadi relawan banjir di Jakarta selama 10 hari.

Seperti Resti, pada saat menjadi relawan, dia dan lima orang teman-temannya satu tim posko mendapat tempat pengungsian di Kampung Duri, Semanan RT 2 RW 1 Jakarta Barat. Resti dan kelima rekannya memiliki cerita mistis saat bertugas menjadi relawan di Kampung duri. “Tinggal di sebuah ruang perpustakaan, yang menghadap sebuah rawa-rawa, bersebelahan dengan rumah kosong dan ruang kosong berisi keranda mayat, ditambah lagi dengan kejadian hanyutnya seorang bocah karena terseret arus banjir, yang kemudian tempat kejadian itu ditaburi bunga oleh keluarga korban, selanjutnya ibu korban mendadak kesurupan, itulah yang membuat kami selalu merinding tiap malam datang” kata Resti, mahasiswa semester tiga STIE Ganesha ini.

Namun, ke’horor’an tempat pengungsian dikalahkan dengan keceriaan anak-anak korban banjir di posko pengungsian Kampung Duri, Resti dan kelima rekannya dengan senang hati tanpa pamrih memberikan pelayanan psikososial di lokasi tempat mereka bertugas.

Resti dan kelima rekannya, Indah, Umar, Selma, Rezza dan Aditya sejak awal tidak tahu mengenai MDMC dan perannya nanti sebagai relawan psikososial MDMC, “Sejak awal kami tahunya LAZISMU, kami diminta untuk menjadi relawan mencari sumbangan-sumbangan untuk korban banjir, namun sesampainya di Posko pusat, kami dikenalkan dengan MDMC dan diberi tugas menjadi relawan psikososial Muhammadiyah di Kampung Duri”, tutup Resti yang merupakan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini. (Dzar)

Indeks Berita