Cuaca dan Pola Persebaran Penyintas G. Rokatenda Hambat Distribusi Bantuan

 

Maumere – Warga Pulau Paule yang mengungsi akibat erupsi G. Rokatenda  tidak mau menempati lokasi pengungsian yang disediakan pemerintah, baik berupa tenda maupun gedung. Menurut Indrayanto,  pimpinan bidang tangap darurat Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), pola pengungsian ini menyulitkan distribusi bantuan. “Pengungsian di Maumere berada di rumah – rumah penduduk yang tersebar di 19 lokasi di berbagai desa” terang Indrayanto yang bertugas sebagai tim Asistensi Posko Muhammadiyah di Maumere, Sabtu (9/2) di Maumere.

Indrayanto menambahkan, sebagian warga sejak awal memang mengevakuasi diri secara mandiri, menggunakan kapal motor melintasi laut selama lebih kurang delapan jam menuju Maumere dan sekitarnya. Sehingga tujuan masing-masing warga berbeda beda, atas dasar ada jalinan persaudaraan atau atas dasar jalinan pertemanan. “Hari ini kami akan ke Waturia, desa Kolisia, penampungan terbesar yang juga berada di rumah-rumah penduduk” lanjut Indrayanto.

Tercatat  1578 jiwa warga Palue yang mengungsi di Maumere dan sekitarnya, diiantaranya ada 93 balita, 6 ibu hamil dan  38 orang lansia. “Tersebar di Kecamatan Magepanda, Alok, Alok Barat, Alok Timur dan Kangae” terang  Abdul Khaliq Ar Rasyid, Koordinator Posko. Penampungan yang disediakan pemerintah ada di : Lapangan Sos Waturia, Aula Badan Ketahanan Pangan Sikka, Aula Transito, dan Stadion Gelora Samador.

Cuaca Buruk Hambat Bantuan

Lebih lanjut Indra menyampaikan bahwa kondisi menghawatirkan sebenarnya dialami  warga yang bertahan di Pulau Palue. Warga yang bertahan berjumlah 8.183 jiwa di Pulau gunung Api berdiameter kurang dari delapan kilometer itu saat ini kesulitan air bersih dan bahan makanan. “Namun cuaca di laut tidak mendukung kalau sekarang mengirimkan bantuan ke Palue” begitu Indra menjelaskan.

Sementara itu di daratan Flores lainnya, warga Pulau Palue ada juga yang mengungsi di Mourele, Kab. Ende. “Jalut transportasi darat dari Maumere ke Maurole  ternyata putus, kami dari Posko Maumere masih menunggu berita hari ini apakah bisa dibuka jalur darat tersebut” . Berita terakhir, di Ende pengungsi tersebar di enam desa, sebagian menempati penampungan di lapak-lapak pasar di kecamatan Maurole.

Warga Pulau Palue yang mengungsi ke Kecamatan Maurole, ditampung di dua wilayah yakni Desa Ndondo sebanyak 70 jiwa dan Mausambi 190 jiwa.  Pengungsi, membutuhkan makanan, air bersih, masker dan tenda untuk tempat pengungsian. Karena pengungsi sekarang hanya bertahan dengan memakan pisang dan ubi-ubian yang di peroleh dari kebun warga.

--

MDMC bersama  LAZISMU terus melakukan penghimpun bantuan melalui rekening:
Bank Mandiri 123.009.900.8999 a.n. Lazis Muhammadiyah Kemanusiaan , Bank BCA  878.0. 171.171 a.n. Lazis Muhammadiyah Kemanusiaan .

Posko Muhammadiyah di Maumere :  081338051600 (Rosyid)
Tim Asistensi dari MDMC : 081228324625 (Indrayanto)
Konfirmasi Donasi : 021-3150400 (LAZISMU)

 

Indeks Berita