Rabu Pagi, Disaster Medic Commite MDMC Jatim Berangkat Bantu Warga Rokatenda

 

Surabaya – Setelah senin (11/2) tim asistensi Muhammadiyah Disaster Management (MDMC) bersama MDMC Kab. Sikka berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Sikka, disimpulkan bantuan pelayanan kesehatan di Pulau Palue yang terdampak erupsi G. Rokatenda sangat dibutuhkan.  Berdasarka hal tersebut, Rabu pagi (13/2), pukul  07.55 WIB, 1 dokter, 2 perawat dan 2 anggota SAR dari MDMC Jawa Timur bertolak dari Surabaya untuk membantu pelayanan kesehatan warga pulau gunung api yang bediameter tidak lebih dari 8 kilometer tersebut.

Menurut Indrayanto, dari tim asistensi MDMC,  saat ini puskesmas tidak efektif beroperasi karena fasilitas rusak akibat hujan abu pekat, sementara petugas kesehatan banyak yang masih mengungsi ke daratan Flores. “Kebutuhan tim kesehatan yang memiliki mental dan kompetensi melayani masyarakat dalam kondisi darurat menjadi penting, tim  dari MDMC Jawa Timur ini akan melayani warga yang saat ini harus tetap waspada karena status G. Rokatenda yang masih Siaga, belum lagi harus berlayar selama delapan jam dari Maumere ke Palue” terangnya.

Penduduk yang bertahan di Pulau sekitar 8000 jiwa, menurut data dari Caritas, mereka  mengalami krisis air bersih dan bahan makanan, termasuk sekolah yang belum bisa berjalan normal karena sebagian guru masih mengungsi. Indrayanto menyampaikan bahwa dikirimnya tim kesehatan tersebut akan melengkapi bantuan MDMC Sikka  yang hari ini (13/2) dengan dana bantuan masyarakat yang dihimpun LAZISMU, mengirimkan 270 paket sembako  dan 70 paket perlengkapan sekolah. “Paket itu dilengkapi juga bantuan air bersih yang dikemas dalam jerigen inisiatif warga Muhammadiyah di Maumere” lanjut Indra.

Personil Disaster Medic Commite (DMC) dari MDMC Jatim ini berasal dari Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik, Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan, Rumah Sakit Islam ‘Aisyiyah Malang dan anggota SAR Muhammadiyah dari MDMC Kota Surabaya. Sementara biaya transportasi personil dan obat-obatan diambil dari dana siaga bencana yang dihimpun LAZISMU.

Tim bertugas selama 7 hari di Pulau Palue, tidak termasuk waktu yang diperlukan untuk perjalanan. Tim akan melakukan pemeriksaan kesehatan, pendampingan penjagaan kualitas kesehatan lingkungan warga di daerah terdampak bencana, perhatian pada kesehatan kelompok rentan, serta sewaktu-waktu harus siap membantu evakuasi warga bila selama bertugas aktivitas vulkanik Gunung Rokatenda meningkat.

“Tim didampingi relawan Muhammadiyah dari Maumere, di lokasi akan bekerjasama dengan BPBD , dinas kesehatan dan juga lembaga kemanusiaan yang sudah berada di lokasi seperti Caritas. Tim dilengkapi standar keamanan yang  ketat, setiap anggota tim dilengkapi perlengkapan standar lapangan, termasuk pelampung ” tambah dr Corona Rintawan, dari Bidang Tanggap Darurat MDMC yang bertugas sebagai supervisor tim. (arif)
 

Foto : DMC dari MDMC Jatim di Bandara Juanda, Surabaya

Indeks Berita