Dukung Kesiapsiagaan Warga Tomohon, MDMC Bantu Masker dan Obat – Obatan Keluarga

 

Tomohon – Hasil kunjungan lapangan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sulawesi Utara bersama tim Asistensi MDMC untuk warga di Kinilow 1 di Kota Tomohon, Senin (11/2) disimpulkan bahwa kesiapan warga menghadapi dampak erupsi, termasuk mengantisipasi dampak hujan abu pekat yang sering terjadi dalam kurun 1,5 tahun ini masih perlu terus ditingkatkan.  

Menurut dr Zuhdiyah Nihayati, dari tim Asistensi  MDMC,  persediaan masker di masing – masing keluarga sangat perlu, juga persediaan obat tetes mata bila abu masuk ke mata. “Seharusnya tidak boleh dikucek bila ada abu masuk ke mata, segera dicuci dengan air bersih” jelasnya. Menurut dokter dari  RSI ‘Aisyiyah Malang yang pernah bertugas mendampingi pengungsian erupsi Gunung Lokon tahun 2011 tersebut, persediaan masker, obat mata dan obat-obatan seperti obat diare, oralit hingga plester luka perlu menjadi persediaan keluarga yang memang sewaktu-waktu siap mengungsi. “Apalagi bagi warga yang berada di Kawasan Rawan Bencana  seperti  Kinilow, Tomohon” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, MDMC Sulawesi Utara memberikan 50 paket masker dan obat – obatan ringan sebagai paket persediaan untuk keluarga. Obat yang berasal dari gudang logistik MDMC di Yogyakarta tersebut diserahkan oleh Ramdhan Maliki.

Untuk warga Kinolow yang beragama Islam, pemerintah Kota Tomohon telah menetapkan rencana evakuasi bila terjadi pengungsian ke kompleks Masjid Matani, daerah aman. Rencana darurat ini mengakomodasi sesuai dengan kebutuhan warga muslim yang minoritas di Kota Tomohon. “Pada tahun 2011 awalnya sempat terkendala komunikasi, Alhamdulillah bisa dimediasi dengan baik dan warga Muslim yang meminta untuk membentuk pengungsian sendiri di Masjid Matani bisa diakomodasi  pemerintah Kota Tomohon” kisah dokter Zuhdiyah.

MDMC Sulawesi Utara yang terbentuk sejak  juni 2012 berkomitmen untuk membantu bila sewaktu-waktu warga di lereng Gunung Lokon harus mengungsi.  Komitmen ini bukan hanya khusus untuk warga muslim, namun untuk semua kalangan melalu koordinasi dengan BPBD Kota Tomohon.

“Sejak tahun 2011, hubungan warga yang mengungsi di Masjid Matani dan kami dari RSI Aisyiyah Malang berjalan bagus, sehingga keluhan adanya hambatan bantuan kadang disampaikan kepada kami. Dengan terbentuknya MDMC Sulawesi Utara maka keluhan warga bisa langsung di cek tanpa menunggu kami ditugaskan ke Sulawesi Utara” terang dokter Zuhdiyah selanjutnya.

Warga di Kinolow sempat mengeluhkan adanya penyakit gatal yang diderita anak-anak pasca terjadinya hujan abu. Menurut dokter Zuhdiyah pasca pengecekan ke lokasi bersama MDMC Sulawesi Utara, penyakit yang diderita itu bukanlah penyakit yang langsung akibat erupsi. “Bisa disebabkan semacam serangga,  sehingga menyebabkan penyakit kulit . Apalagi tidak didukung dengan pola hidup bersih dan sehat maka sakit gatal gatal itu banyak diderita anak-anak disan” jelas dokter Zuhdiyah. (arif)
 

Indeks Berita