Kelompok Peternak Korban Longsor Banjarnegara Didampingi Muhammadiyah

Banjarnegara – Program pendampingan terpadu untuk korban longsor di dusun Jemblung Banjarnegara mulai dilaksanakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banjarnegara. Diantaranya adalah program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor  budidaya peternakan. PDM Banjarnegara menggandeng Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah untuk melakukan pelatihan – pelatihan dalam rangka program ini.

Menurut Riza Azyumarridha, Relawan Muhammadiyah yang berada di Banjarnegara, program pemberdayaan kelompok ternak ini dimulai sejak 5 Januari 2015 yang lalu. Kelompok ini beranggotakan 22 orang yang memang memiliki dasar pengetahuan tentang peternakan, namun mereka kehilangan tepat tinggalnya akibat longsor. Kegiatan kelompok ternak dilaksanakan setiap hari Kamis di rumah salah satu ketua RT di dusun Jemblung.

“Rencana selanjutnya akan dibangun kandang ternak di sekitar hunian sementara mereka agar nantinya kandang ternak ini dapat digunakan jangka panjang, selain itu diharapkan dapat terbentuk koperasi ternak untuk warga,” jelas Riza.

“Pengadaan hewan ternak juga dilakukan oleh PDM Banjarnegara, berupa kambing Jawa Randu,” tuturnya.

Dalam pelatihan sabtu (24/1), diberikan materi seperti manajemen budidaya ternak, pembuatan pakan ternak fermentasi, pembuatan kandang yang sehat, dan pengolahan pakan ternak menjadi pupuk. Narasumbernya ahli peternakan dan pertanian dari MPM PP Muhammadiyah yang juga ahli dari Univ. Gadjah Mada Yogyakarta.

Selain kegiatan diatas, kegiatan pemberdayaan pemuda-pemudi Jemblung dan Sampang dilaksanakan setiap Jumat sore. Harapannya dengan adanya pemberdayaan ini akan ada penguatan kelompok dan penguatan ekonomi melalui nindustri kecil menengah.

Lembaga Penaggulangan Bencana Muhammadiyah (Muhammadiyah Disaster Management Center / MDMC) baik ditingkat Pimpinan Pusat maupun Pimpinan Wilayah Jawa Tengah juga terus mengkoordinasikan pelaksanaan program bersinergi dengan program pendampingan lain seperti psikososial, layanan kesehatan maupun beasiswa untuk anak. Sementara pengumpulan dana bantuan masyarakat masih terus dilakukan oleh LAZISMU khususnya untuk program rehabilitasi maupun mitigasi.

Beberapa bantuan juga masih mengalir untuk warga terdampak longsor, seperti bantuan 200 buah payung pada jumat (23/1) dari warga Muhammadiyah DI Yogyakarta yang dihimpun oleh MDMC DI Yogyakarta. Kolaborasi dengan berbagai elemen lain juga masih teruws dilakukan, seperti keterlibatan Relawan Muhammadiyah dalam program penanaman akar wangi bersama TNI di lokasi longsor.  (mon)

Indeks Berita