Bersama Masyarakat, RS Muhammadiyah Gresik Selenggarakan Simulasi Bencana

 

Gresik – Rumah Sakit harus memastikan layanannya bisa berjalan dengan baik dalam kondisi apapun, termasuk menghadapi kemungkinan terjadinya kedaruratan dan bencana. Berdasarkan pikiran tersebut, RS Muhammadiyah Gresik yang telah berhasil menyusun Rencana Penanggulangan Bencana RS akan mengujikannya kepada para staffnya kemampuan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana internal melalui Geladi Posko dan Geladi Lapangan. Kegiatan diselenggarakan di RS Muhammadiyah Gresik dan lingkungan sekitarnya yaitu wilayah kelurahan Kroman dan Kemuteran. Kegiatan didahului Geladi Posko pada tanggal 8 Jauari 2016 dan dilanjutkan Geladi Lapangan pada tanggal 9 Januari 2016.

“Staff hingga direksi RS memerlukan praktek riil dalam penanganan kejadian bencana di internal RS, untuk memastikan kompetensinya dalam pengaktifan sistem komando darurat, mobilisasi sumberdaya penanganan, hingga pengaktifan kapasitas cadangan bila ada instalasi yang gagal fungsi” – terang dr Corona Rintawan, Manajer Program Kesiapsiagaan RS dan Kesiapan Masyarakat pada Kedaruratan dan Bencana dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang mendampingi RS Muhammadiyah Gresik.

Selain menguji dokumen internal RS, Geladi ini juga akan menguji dokumen kesiapsiagaan yang dibangun oleh masyarakat sekitar RS dengan pendekatan konsep Desa Tangguh yang disinergikan dengan dokumen Rencana Penanggulangan Bencana RS.

Menurut dr Corona Rintawan, Geladi ini akan melibatkan total hingga 250 personil, baik dari staff dan manajemen RS, TRC BPBD, personil Pemadam Kebakaran, personil Dinas Kesehatan, personil sistem pengendali geladi, pemeran yang menjadi korban, evaluator hingga observer.

Sistem Penanggulangan Bencana di RS

Sementara itu, Arif Nurkholis yang menjadi Technical Board dari MDMC dalam program ini mengatakan bahwa pelaksanaan geladi ini merupakan rangkaian dari upaya Muhammadiyah dalam memastikan terbangunnya sistem Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit. “Bersama pemangku kepentingan internal RS maupun, Kelurahan sekitar, BPBD dan Dinkes Gresik, kami memastikan penerapan sistem penanggulangan bencana di RS “ terang Arif.

“Setahun ini di RS Muhammadiyah Gresik telah dilakukan pelatihan untuk peningkatan kapasitas personil maupun kelembagaan, hingga tersusun Hospital Disaster Plan, terbangun organisasi Komite Kesehatan Bencana dengan sistem kepemimpinan dan program kerja pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana, hingga sistem pembiayaan dan deploy team untuk pengiriman tenaga kesehatan pada lokasi bencana di luar RS” lanjut Arif kemudian.

Menurut Arif strategi ini dimaksudkan agar sinergi antara sistem penanggulangan bencana di RS, dengan sistem penanggulangan bencana di regional yang menjadi otoritas pemerintah daerah bisa dilakukan. (mdmc)(mac)

www.muhammadiyah.or.id

Indeks Berita