RSI Aisyiyah Malang Berhasil Lakukan Simulasi Uji Prosedur Penanganan Bencana

 

 

Malang – RS Islam Aisyiyah Malang pada hari sabtu (30/01/2016) berhasil melakukan uji prosedur penanganan bencana, khususnya pada kondisi kebakaran yang terjadi di dalam rumah sakit. Tidak saja melibatkan internal rumah sakit, satu regu tim pemadam kebakaran, hingga tim dari anggota relawan komunitas Forum Pengurangan Risiko Bencana Kelurahan Karsin terlibat dalam simulasi. Dilibatkan juga tim ambulan dari RS UMM, LANAL dan beberapa Rumah Sakit di sekitar. Sementara dari pihak kepolisian terlibat Tim Sabhara, Tim Polantas, Tim DVI dari Polres Malang.

“Kami mencoba menghadirkan simulasi kejadian kebakaran sebisa mungkin sesuai dengan kondisi nyatanya, termasuk kami turunkan lebih dari 100 orang pemeran yang menjadi pasien dan keluarga pasien” terang dr Corona Rintawan, Direktur Geladi dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Lebih lanjut Corona menyampaikan bahwa simulasi yang merupakan rangkaian program Hospital Preparedness and Community Readiness for Emergency and Disaster (HPCRED) ini juga merupakan uji dokumen Rencana Penanggulangan Bencana RS atau Hospital Disaster Plan yang telah disusun oleh Rumah Sakit. “Bagi Rumah Sakit, penyusunan dokumen dan simulasi ini juga kebutuhan untuk akreditasi Rumah Sakit” terang dokter yang bertugas di RS Muhammadiyah Lamongan ini.

Sementara itu dr Hartoyo, direktur RS Islam Aisyiyah Malang, menyatakan bahwa harapannya langkah ini bisa membentuk masyarakat yang tangguh bencana, dimana RSI Aisyiyah Malang bisa  menjadi salah satu penompangnya. “Walaupun saat ini sangat kita rasakan kendala-kendalanya, antara lain komunikasi baik ekstern dan intern RS, begitu juga dengan masalah kolaborasi antar pihak” papar dokter senior spesialis patologi klinik ini. “ Oleh karena itu, melalui program ini, kita membangun upaya yang jelas dan nyata untuk memecahkannya. Mudah-mudahan setelah program HPCRED ini berakhir, kita bisa berlanjut dengan berkolaborasi dan berkomunikasi antar pihak dengan baik” lanjut dr Hartoyo.

Senada dengan dr Hartoyo, Ketua MDMC H. Budi Setiawan yang hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa pelaksanaan simulasi ini merupakan upaya nyata Rumah Sakit untuk membuka diri bahwa untuk mengamankan lingkungannya sendiri saja membutuhkan kerjasama dengan instansi – instansi lain.

Upaya PRB di Rumah Sakit

Komitmen untuk membangun pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana di Rumah Sakit di Indonesia telah dicanangkan sejak tahun 2009 melalui kampanye Sejuta Sekolah dan Rumah Sakit Aman yang diluncurkan bersama oleh instansi pemerintah, masyarakat dan swasta. MDMC pada sektor Rumah Sakit Aman merupakan pelopornya dengan program – program di RS Muhammadiyah/Aisyiyah. Penerapannya bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan dukungan  pemerintah Australia baik melalui skema AUSAID, Australia Indonesia For Disasater Reduction (AIFDR)  maupun Departement of Foreign Affair and Trade (DFAT) seiring dengan perkembangan kebijaksanaan luar negeri negara tetangga ini.

“Terima kasih atas kerja sama antara Muhammadiyah dan Australia. Kami memahami banyak ancama bencana seperti di  Jawa Timur ini, beberapa upaya sudah dilakukan pemerintah Australia juga dengan BNPB. Harapannya kerja sama ini masih berlanjut” terang Charles Thursby –Pelham dari DFAT yang hadir bersama Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Medi Herlianto .

“ Dengan indeks resiko bencana yang ada di Indonesia, kita perlu upaya bersama untuk mengurangi kerentanan.  Kami sangat mengapresiasi kegiatan pengurangan risiko bencana di Rumah Sakit in, sehingga kita bisa mengembangkan safety community dan da juga safety RS. Kami harap, program ini nantinya akan menjadi sebuah SOP, berlaku tidak hanya di Malang, namun  di Indonesia pada setiap Rumah Sakit” papar Medi Herlianto dalam kesempatan ini.

Kegiatan Geladi Lapangan ini menghadirkan beberapa evaluator berlatar belakang ahli pada manajemen penanggulangan manajemen bencana baik secara umum maupun khusus di Rumah Sakit. Hadir sebagai evaluator Prof Aryono Pusponegoro dar AGD 118, dr Adib Yahya direktur RS MMC Jakarta, dr Ari dari Emergency Medic FK Univ Brawijaya Malang, Arif Nur Kholis dari MDMC dan Naibul Umam dari Tanggap Darurat dan RR MDMC. Bertindak sebagai pengendali geladi anggota Komite Kesehatan Bencana RS Muhammadiyah Lamongan dalam koordinasi dr Zuhdiyah Nihayati dari MDMC sebagai Eksekutif Controler. 

Indeks Berita