Sinergi PTM/PTA dan MDMC Turunkan Risiko Bencana di Daerah

 

Semarang – Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTM/PTA) sejak didirikannya mengemban visi Muhammadiyah yang mengusung ide Islam Berkemajuan, salah satunya adalah memiliki sensitifitas terhadap masalah sosial masyarakat dan menjadi pelopor dalam memberikan solusinya.

Penanggulangan bencana menjadi satu topik strategis tentunya, mengingat sebaran institusi yang nyaris berada di seluruh kota di Indonesia, bertampal dengan sebaran risiko bencana tingkat yang juga nyaris di seluruh Indonesia.

“Bahkan PTM dan PTA juga terancam ikut terdampak bencana, baik terjadi karena kerusakan fisik, peralatan, maupun pada proses belajar mengajarnya” kata Rahmawati Husein, PhD Wakil Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) pada Rakornas PTM/PTA di Semarang (12/03).

Lebih lanjut Rahmawati mengatakan bahwa PTM/PTA seharusnya memiliki mitigasi struktural dan memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk menghadapi bencana, minimal yang terjadi di internal kampus. “Apalagi kalau mau mengembangkan riset tentang kebencanaan, bisa menjadi bahan untuk pengembangan keilmuan kebencanaan atau memberi rekomendasi pada aksi kemanusiaan” lanjutnya.

Menurut Rahmawati, PTM/PTA bisa mengembangan riset terapan ataupun riset aksi sehingga dapat bermanfaat untuk masyarakat luas. “Kita bisa mulai dari pemetaan jenis, area dan keunggulan riset yang nantinya bisa berguna untuk pengambilan kebijakan bagi pemerintah maupun Muhammadiyah” paparnya. Menurutnya, risetnya bisa dilakukan dengan kolaborasi antar perguruan tinggi.

Selanjutnya Rahmawati menyampaikan bahwa kegiatan penanggulangan bencana di PTM/PTA bisa juga dilakukan pengembangan kegiatan Pengabdian Masyarakat maupun dalam bentuk KKN. Tentu saja  bisa bergerak pada saat kejadian bencana dan paska bencana dengan membina Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBM), Mapala, maupun relawan sesuai jurusan seperti jurusaan psikologi untuk pendampingan anak, atau misalnya jurusan Teknik untuk kaji cepat terhadap fasilitas kesehatan dan pendidikan yang masih bisa digunakan pasca terhadi bencana seperti gempa bumi.

Kerjasama Strategis

Pada kegiatan yang dihadiri oleh seluruh pimpinan PTM/PTA dan pengurus Majelis Pendidikan Tinggi dan Penelitian Pengembangan PP Muhammadiyah ini, Rahmawati menyampaikan secara khusus akan sangat relevan bila program yang terkait pendidikan bencana bisa menjadi kerjasama antara MDMC dengan PTM/PTA  yang memiliki pendidikan keguruan.

“Kerjasama ini sudah kami lakukan dengan Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Pendidikan Guru SD dan PAUD Universitas Muhammadiyah Magelang” jelas Rahmawati yang juga unsur pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini.

Kerjasama diharapkan juga dengan PTM/PTA yang memiliki program Pendidikan Dokter “MDMC satu – satunya organisasi non pemerintah di Indonesia yang memiliki program Safe Hospital, sudah ada fasilitator, sudah ada modul yang didukung oleh Kementrian Kesehatan dan BNPB” terang Rahmawati. “Sebaiknya program pendidikan dokter PTM /PTA lah yang memanfaatkan kami” lanjutnya.

Menariknya, pada program Safe Hospital dan juga pengembanga Emergency Medical Team, MDMC selama kurun lima tahun ini diajak kerjasama oleh Fakultas Kedokteran Univ. Gadjah Mada. Dengan bersinergi, upaya penurunan indeks risiko bencana di daerah bisa diupayakan, dengan jumlah PTM/PTA  36 Universitas, 72 Sekolah Tinggi, 54 Akademi . 

Indeks Berita