Kuatkan Peran Ormas, MDMC Gelar Rakernas 1-3 April di Bandung

Jakarta – Pasca diperkuatnya mandat Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah atau disebut juga Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) pada Muktamar Muhammadiyah 2015, upaya konsolidasi jaringan dan potensi dalam penanggulangan bencana menjadi agenda penting. Sebagai sebuah Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) dengan jaringan yang sangat besar, Muhammadiyah memiliki posisi khusus dalam upaya penurunan indeks risiko bencana di Indonesia.

“Kapasitas kami sebagai ormas yang juga bergerak dalam penanggulangan bencana harus terus ditingkatkan, tidak saja untuk memastikan bangsa ini aman dari bencana, tetapi juga memastikan hasil kerja dakwah Muhammadiyah bisa aman dari bencana” terang Arif Nur Kholis, sekertaris MDMC di Jakarta (16/03).

Menurut Arif, Muhammadiyah dengan potensi di  34 Provinsi, 429 Kabupaten, 3.366 Kecamatan, 3.979 buah Taman Kanak-kanak, 940 buah Sekolah Dasar, 1.332 MI/MD, 2.134 SMP/MTs, 979 SMA/MA , 36 Universitas, 72 Sekolah Tinggi, 54 Akademi, dan 30 buah Rumah Sakit Umum, 13 RS Bersalin dan puluhan klinik merupakan kekuatan yang sangat besar bila bisa digerakkan secara efektif dalam upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB).

“Jaringan sebesar itu harus terus kami tingkatkan kapasitasnya, dengan tradisi kepeloporan Muhammadiyah, tidak sulit saya kira mengubah  kekuatan itu menjadi faktor dominan dalam upaya PRB” papar Arif.

Lebih lanjut Arif menjelaskan bahwa dalam Rapat Kerja Nasional yang akan diselenggarakan pada tanggal 1-3 April 2016 ini, akan hadir utusan dari 34 provinsi dimana Muhammadiyah ada Pimpinan Wilayahnya, juga akan dihadiri utusan majelis, lembaga, organisasi masyarakat dan juga amal usaha seperti Perguruan Tinggi dan Rumah Sakit. Target utamanya adalah membangun kesefahaman  untuk menjalankan amanat Muktamar yang menyatakan bahwa Muhammadiyah ingin mewujudkan Indonesia yang Berkemajuan, dengan salah satu kriterianya adalah Bangsa yang Tanggap dan Tangguh menghadapi Bencana.

“Secara khusus kami mengambil tema Penguatan Kapasitas Organisasi Kemasyarakatan dalam Pengurangan Risiko Bencana sebagai Peneguhan Nilai - Nilai Kemanusiaan, karena bagi Muhammadiyah kerja dalam penanggulangan bencana adalah bagian dari komitmen praksis kemanusiaan yang tonggaknya telah dibangun dalam semangat Penolong Kesengsaraan Oemoem” jelasnya. 

Dukungan Daerah

Rakernas ini direncanakan juga akan didukung dengan berbagai kegiatan, salah satunya adalah simulasi penanganan bencana di SD Muhammadiyah Antapani, Talkshow“Revolusi Mental dan Upaya Bersama Pengurangan Risiko Bencana”, dan launching gerakan “Pelajar Turun Tangan” . Walikota Bandung, Ridwan Kamil, juga sangat mendukung terselenggaranya rangkain kegiatan Rakernas ini. Dijadwalkan dalam acara pembukaan akan menyampaikan pidato Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani dan juga mengundang Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meyampaikan kuliah umum.

“Dukungan Muhammadiyah di Jawa Barat dan Kota Bandung sangat membantu kami, kader – kader dan amal usaha di Bandung dikerahkan untuk mensukseskan acara ini.  Mohon doanya, semoga acara ini sukses dan berdampak luas bagi pengurangan risiko bencana di Indonesia” pungkas Arif. 

Indeks Berita