Hajriyanto : Muhammadiyah Ikhlas Perkuat Bangsa

 

Bandung  - Sebagai bentuk kepeduliannya kepada pemerintah, Muhammadiyah yang notabene merupakan salah satu Organisasi Islam (Ormas) terbesar di Indonesia, berupaya untuk selalu ikut berpartisipasi membantu dalam berbagai aspek.

Hajriyanto Y. Tohari selaku Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mencontohkan, “Dahulu, disaat Indonesia belum merdeka, tugas Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi wajib, dikarenakan dahulu memang pemerintah belum stabil.”

Bertempat di ballroom Mutiara Hotel Kota Bandung, para tamu undangan yang terdiri dari Ketua LPB PP Muhammadiyah Budi Setiawan, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Barat Zulkarnain, Kementrian Kordinator (Kemenko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Deputi Bidang Kordinasi Pendidikan dan Agama Republik Indonesia Agus Sartono, Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Haryadi Wargadibrata,  perwakilan dari United Nations International Children’s Emergency (UNICEF), perwaklah Departement Foreign Affair and Trade Pemerintah Australia serta para peserta, turut hadir dalam acara pembukaan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) MDMC Sabtu (2/4)

Hajriyanto mengungkapkan, bahwa bagi muhammadiyah umumnya, serta MDMC khususnya, sangat perlu untuk menerapkan satu prinsip dalam menjalankan organisasi. “Innama Nut’imukum Liwajhillah, laa nuridu minkum jazaaan, walaa syukuron. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.”, tutur Hajriyanto.

Bagi Muhammadiyah sangat diperlukan untuk selalu melakukan apa yang telah diwariskan oleh pendiri Muhammadiyah dahulu, KH Ahmad Dahlan. “Jiwa menolong, jiwa kemanusiaan jiwa membantu tercermin dalam diri MDMC. Jiwa tersebut merupakan warisan dari KH Ahmad Dahlan”, lanjutnya.

Dalam acara pembukaan RAKERNAS ini, turut ditandatangani Letter of Intens dengan kemitraan dalam penanganan resiko bencana. Penandatanganan tersebut dilakukan antara LPB Muhammadiyah diwakili Budi Setiawan, Ketua Pusat Studi Mitigasi Bencana (KPSM) Universitas Muhammadiyah Surakarta diwakili Amin Sumarhadi, Ketua Pusat Studi Lingkungan dan Bencana (KPSLB) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta diwakili Jazaul Ikhsan, serta KPSLB Universitas Ahmad Dahlan diwakili Asep Rustiawan.

Hadir pula beberapa saksi dalam penandatanganan LOI ini, diantaranya; Rahmawati Husein sebagai Wakil Ketua LPB PP Muhammadiyah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Haryadi Wargadibrata, serta Agus Sartono selaku Deputi Bidang Kordinasi Pendidikan dan Agama, Kementrian Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia.

Dalam pidato sambutan yang sekaligus membuka acara RAKERNAS MDMC, Hajriyanto mengatakan, “Mudah-mudahan, sepulang dari RAKERNAS ini, kita mempunyai semangat baru dan berkerja lebih lagi dimasa yang akan datang.”_Fauzi

Indeks Berita