Perlu Pendekatan "Vertisontal" dalam Penanggulangan Bencana

Bandung –Membangun nilai-nilai kemanusiaan dengan pendekatan “vertisontal”, yaitu pendekatan vertikal sekaligus horisontal yang tidak melihatnya sebagai kepentingan organisasi massa atau agama, menjadi hal terpenting yang harus dimiliki oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

“Sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan, dalam hal ini MDMC, harus membangun nilai-nilai kemanusiaan dengan pendekatan yang berbeda”, ujar Tri Budiarto selaku Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dalam pidato penutupan RAKERNAS MDMC Minggu (3/4) bertempat di Ballroom Mutiara Hotel Bandung.

Ia menekankan bahwa pendekatan yang berbeda itu adalah pendekatan vertikal yang mempercayai ketentuan Tuhan dan horisontal yaitu menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga diharapkan tidak berorientasi pada rasa bangga akan simbol-simbol atau atribut yang dimiliki. Baginya, prinsip hablum minallah wa hablum minannas, dengan ditambah keyakinan dan rasa ikhlas,dirasa perlu dalam sebuah pendekatan kemanusiaan.

Dalam melakukan pendekatan kemanusiaan, Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah, atau yang disebut dalam bahasa inggris sebagai MDMC, diharapkan mampu untuk meminimalisir isu-isu yang sedang berkembang, agar penanganan pada kebencanaan menjadi lancar. “Isu tentang prinsip kebangsaan serta tidak menjadikan agama sebagai sebuah kebanggaan dalam menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan, menjadi hal terpenting bagi MDMC”, tutur Tri yang juga putra ketua Ikatan Karyawan Muhammadiyah masa orde lama.

 “Penanaman akan nilai-nilai cinta tanah air, jiwa tidak pilih kasih tatkala penanganan bencana serta tidak melihat korban dari sisi ras dan agama, menjadi hal prinsipil ketika berbicara soal kemanusiaan”, imbuh Tri.

Lanjutnya, Tri Budiarto secara terbuka menyatakan rasa terimakasihnya kepada MDMC akan kegiatan-kegiatan yang dilakukannya dalam penanggulangan kebencanaan, “Dengan adanya MDMC, BNPB disini terasa terbantu tugasnya. Karena kita tahu bahwa MDMC dan BNPB memiliki tujuan yang sama”. Ia meneruskan, “Tatkala MDMC dan BNPB memiliki tujuan yang sama, maka perlu bagi kita untuk membangun komunikasi, relasi dan  rasa memiliki  diantara relawan”.

H. Budi Setiawan selaku Ketua MDMC, dalam pidato yang sekaligus menutup rangkaian acara RAKERNAS menyatakan agar segera bersiap akan komitmen dan tujuan yang telah diputuskan, “Faidza faraghta fanshab yang artinya bahwa apabila kamu telah selesai dari suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan lain”.

Pada kesempatan tersebut, Budi Setiawan resmi menutup rangkaian acara RAKERNAS, “Dengan menguncap syukur ke khadirat Allah SWT, dan dengan iringan ucapan yang tulus kepada semua peserta yang telah hadir dalam kegiatan ini bersama-sama. dengan mengucapkan Alhamdulillah,  rapat kerja nasional pada tanggal 1-3 April 2016 di Bandung, saya nyatakan ditutup ”

_Muhammad Fauzi Haidar Hilmy

Indeks Berita