Kedokteran UMJ Selenggarakan Lomba "Emergency Response in Vertical Rescue"

 
Jakarta -  Sebagai bentuk awal digagasnya ide kordinasi antar tenaga medis mahasiswa, Tim Bantuan Medis (TBM) Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta, selenggarakan kompetisi penanganan pada kebencanaan, Meridien Cup Ke 5 dengan tema  “Vertical Rescue on disaster”   Jum'at -Minggu (22-24/4).
 
Hadir dalam kegiatan tersebut puluhan perwakilan tim TBM dari berbagai universitas yang tersebar di seluruh Indonesia, diantaranya; TBM FK Universitas Sumatera Utara (USU), TBM FK Universitas Islam Sultan Agung Semarang (UNNISULA), TBM FK Universitas Indonesia (UI), TBM FK Universitas Sebelas Maret (UNS), TBM Universitas Airlangga (UNAIR), TBM FK Universitas Trisakti, TBM FK Universitas Islam Indonesia (UII), TBM FK Universitas Brawijaya Malang, TBM FK Universitas Udayana (UNUD), TBM FK Universitas Maranatha Bandung, TBM FK Universitas Pelita Harapan (UPH), TBM FK Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, serta dr. Adib Khumaidi, SpOT selaku sekjen PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI).
 
dr. Slamet Sudi Santoso, M.Pd.Ked selaku Dekan FKK UMJ mengatakan bahwasanya acara yang diselenggarakan  ini merupakan bagian dari beberapa rangkaian kegiatan, meliputi lomba simulasi vertical rescue, cerdas cermat tentang kegawat daruratan dan penanggulangan bencana, seminar dan workshop yang diisi oleh tim BASARNAS, serta malam keakraban dan penyerahan piala bergilir kepada pemenang lomba.
 
Ia menambahkan bahwa pada dasarnya kegiatan ini merupakan  bentuk peningkatan kapasitas mahasiswa kedokteran dalam hal penanganan kegawat daruratan dan manajemen bencana yang melibatkan beberapa jejaring TBM Fakultas Kedokteran seluruh Indonesia. Selain itu, bagi UMJ sendiri khususnya serta Muhammadiyah umumnya, kegiatan ini merupakan suatu bentuk kepedulian akan sosial kemasyarakatan dengan terus menghasilkan kader-kader tenaga kesehatan medis yang tangguh.
 
Slamet berujar, bahwa sangat penting bagi tenaga medis untuk sejak dini menanamkan sikap kesiap-siagaan dalam penanganan korban. Hal tersebut menurutnya menjadi salah satu tugas yang menjadi konsentrasi utama Fakultas Kedokteran dan Keperawatan (FKK) UMJ,  “Secara akademis, pendidikan tentang kegawat daruratan dan manajemen bencana merupakan satu bagian terpenting dalam Kurikulum Pendidikan Dokter (KPD) ”.
 
Secara periodik, kompetisi penanganan pada kebencanaan yang diselenggarakan oleh FK UMJ ini telah memasuki tahun ke-5. Slamet menuturkan bahwa pada setiap tahunnya, pihak panitia menentukan tema yang berbeda dalam setiap penyelenggaraan kegiatan. “Pada penyelenggaraannya, kelima kompetisi kompetisi ini memiliki beberapa tema besar diantaranya; Meridien Cup ke-1 mengambil tema penanganan kebencanaan pada kecelakaan lalu lintas; Meridien Cup ke-2 tentang penanganan kebencanaan pada gempa bumi; Meridien Cup ke-3 tentang water rescue; Meridien Cup ke-4 tentang korban kecelakaan; Meridien Cup ke-5 tentang vertical rescue on disaster”. Ia melanjutkan, “Pada tahun yang akan datang, kami berencana mengangkat tema berkaitan dengan penanganan kegawat daruratan pada pesawat udara, serta niatan kami untuk ikut melibatkan beberapa perwakilan dari negara sahabat seperti Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura”.
 
Slamet yang juga pernah menjadi program manajer Hospital and Community Preparedness for Disaster Management (HCPDM) tahun 2008-2009 berharap bahwa kedepan masing-masing dari kader Muhammadiyah dapat menjadi pencetus ide kebersamaan dan kordinasi yang baik antar tenaga medis yang terhimpun dalam Perhimpunan Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran Indonesia (PTBMFKI) maupun lembaga lain semisal  MDMC, BASARNAS, IDI, BNPB, DAMKAR.
 
Muhammad Fauzi Haidar Hilmy

 

Indeks Berita