Muhammadiyah Bengkulu Bedah Fikih Kebencanaan

Bengkulu – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Bengkulu menggelar diskusi bedah buku Fikih Kebencanaan yang dirangkai dengan koordinasi  seluruh MDMC di tingkat Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab/Kota di provinsi Bengkulu. Kegiatan berlangsung di Auditorium Kampus II UMB, Jl. Salak Raya Lingkar Timur Kota Bengkulu pada tanggal 28 April 2016.

Menurut Ketua MDMC Bengkulu, Agus Widiyanto,  melalui press releasenya, kegiatan ini dilatarbelakangi kesadaran akan tingginya intensitas kejadian Bencana di Provinsi Bengkulu seperti Puting Beliung, Banjir, longsor yang saat ini menjadi begitu sering terjadi di Bengkulu. “ Belum lagi ancaman gempa bumi dan Tsunami” kata Agus.  “Peran serta Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi masyarakat yang besar tentunya sangat ditunggu oleh masyarakat,  selain  UU no 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana juga dimuat peran serta dan kewajiban masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana” terang  Agus.

Khusus untuk Bedah Fikih Kebencanaan, Agus mengharapkan agar bisa memberikan pengetahuan dan pemahaman  kepada penggiat bencana di provinsi Bengkulu terkait dengan bencana dari aspek keagamaan. Pada kesempatan tersebut,  Dr.H.Abdul Hafidz,M.A,  Dosen Fakultas Syariah IAIN Bengkulu menjadi pembedah dan Andi Azhar,S.IP,M.BA yang merupakan kader Universitas Muhammadiyah Bengkulu sebagai moderator.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari seluruh organisasi otonom Muhammadiyah ditingkat PWM Bengkulu, utusan dari seluruh PDM Se Provinsi Bengkulu, juga undangan dari para penggiat penanggulangan bencana di Bengkulu, perwakilan dunia usaha, pemerintah daerah dan juga media.

Pertemuan ini juga  menampung masukan  dari peserta  diskusi untuk menyusun garis besar kegiatan penanggulangan bencana di lingkup Muhammadiyah Bengkulu. “Selain itu diharapkan ada komitmen yang kuat dari PDM untuk medorong terbangunnya lembaga penanggulangan bencana di PDM” tambah Agus. 

Indeks Berita