Sepanjang 2015 : 19,2 Juta Orang Mengungsi Akibat Bencana

Selama tahun 2015 terdata 27.800.000 pengungsian baru di 127 negara, yang jumlahnya kira-kira setara dengan populasi gabungan penduduk kota New York City, London, Paris dan Kairo. Dari jumlah tersebut, 8,6 juta  karena konflik dan kekerasan di 28 negara, dan 19,2 juta lainnya mengungsi karena bencana yang terjadi di 113 negara.

Informasi tersebut dipublikasikan dalam laporan baru yang diterbitkan oleh Displacement Monitoring Centre internal (IDMC) yang untuk pertama kalinya melakukan estimasi dan analisis jumlah pengungsi akibat konflik, kekerasan umum dan bencana dalam satu paket laporan.

Tahun 2015 adalah tahun yang tragis, memegang rekor  untuk jumlah pengungsian internal akibat konflik dan kekerasan. Perpindahan baru terjadi di semua wilayah di dunia, tapi kejadian terburuk terjadi di Yaman, di mana 2,2 juta orang – atau delapan persen dari populasi negara tersebut- meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan di perbatasan negara.

Akibat Cuaca Ekstrim

Diperkirakan ada 19,2 juta perpindahan baru terkait dengan bencana yang disebabkan oleh  bencana alam pada tahun 2015, lebih dari dua kali lebih banyak dibanding akibat konflik dan kekerasan. Sebagian besar disebabkan oleh bencana akibat cuaca ekstrim seperti badai dan banjir, disertai kejadian lain seperti pada bulan April dan Mei terjadi gempa bumi di Nepal, yang memaksa 2.6 juta orang harus tinggal di pemukiman darurat. Data tersebut mengingatkan kita dengan jelas bagaimana potensi ancaman geofisika menyebabkan perpindahan manusia secara massal ke pengungsian.

Seperti tahun sebelumnya, Asia selatan dan timur dan daerah Pasifik yang paling parah menghasilkan pengungsian akibat dampak bencana. Hal tersebut karena tingginya kerentanan, termasuk populasi yang tidak proporsional di pesisir pulau kecil negara berkembang. Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah yang paling terpukul di seluruh dunia secara keseluruhan bila dilihat dari jumlah penduduk yang harus mengungsi.

Laporan lengkap dapat diakses di sini http://bit.ly/1On5fke .

Diolah dari https://www.facebook.com/UNISDR/

 

Indeks Berita