Baseline Survey Request For Proposal - HPCRED

 

Penawaran Kerja sama Survei Baseline Program Kesiapsiagaan Rumah Sakit dan Kesiapan Masyarakat untuk Kedaruratan dan Bencana

1.      Executive Summary

Kesiapsiagaan Rumah Sakit dan Kesiapan Masyarakat untuk Kedaruratan dan Bencana(HPCRED) #2 dimaksudkan untuk memperkuat kapasitas rumah sakit Muhammadiyah di Palangkaraya - Kalimantan Tengah, dan Bima - Nusa Tenggara Barat serta berbagai pemangku kepentingan yang bekerja pada manajemen bencana, khususnya di sektor kesehatan untuk siap dalam keadaan darurat terkait dengan bencana alam. Program ini merupakan komitmen dari MDMC untuk meningkatkan kesadaran bencana dalam organisasi, membangun sistem manajemen bencana dan untuk meningkatkan upaya tanggap darurat serta rehabilitasi dan kesiapsiagaan. Ini juga merupakan kelanjutan dari HPCRED #1 yang telah dilaksanakan pada tahun 2015 dan juga Program Rumah Sakit dan Komunitas Siaga Penanggulangan Bencana (HCPDM/ Hospital and Community Preparedness for Disaster Management) untuk 2008-2011, yang dianggap sebagai program yang sukses.

HPCRED #2 terdiri dari 9 bidang program untuk mengembangkan Rumah Sakit Siaga Bencana agar dapat menjadi bagian dari sistem klaster kesehatan selama situasi darurat dan bencana; mempersiapkan masyarakat sekitar rumah sakit untuk siap selama situasi darurat dan bencana, membangun dan memperkuat Tim Deploy rumah sakit darurat dan bencana, memperkuat jaringan antara sistem kesehatan Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan yang bekerja sebelum, selama, dan setelah situasi darurat dan bencana. Kapasitas rumah sakit dalam keadaan darurat dan bencana diperkuat dengan mengarusutamakan rumah sakit yang aman, mengembangkan rencana bencana rumah sakit, menyiapkan tim deploy medis, meningkatkan dokter/kemampuan staf sebagai tim leader/manager dan berpartisipasi untuk membangun sistem yang lebih baik dalam klaster kesehatan selama darurat dan bencana, meningkatkan modul pelatihan dan model serta memiliki survei baseline dan endline.

Program ini berfokus pada peningkatan unit gawat darurat (IGD) agar memiliki layanan darurat yang lebih baik dan sebuah tim deploy yang terampil, dan menarik masyarakat di sekitar rumah sakit untuk siap selama situasi darurat dan bencana serta bagaimana untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Semua proses mulai dari perencanaan, pelaksanaan termasuk pelatihan, drill dan simulasi serta Monitoring dan evaluasi akan didokumentasikan untuk memastikan bahwa program tersebut dapat digunakan sebagai pembelajaran dan berbagi pengetahuan untuk rumah sakit lain dan masyarakat di daerah lain di Indonesia.

Program HPCRED diimplementasikan melalui manajemen organisasi terstruktur yang sepenuhnya terkoordinasi satu sama lain dan juga difungsikan dengan baik dan didukung melalui kemitraan dengan instansi pemerintah, seperti: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan, Perguruan Tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya. Modul pelatihan, lokakarya dan drill dikembangkan dari HPCRED ##1. Output yang diharapkan adalah untuk meniru Program Kesiapsiagaan Rumah Sakit dan Kesiapan Masyarakat untuk Kedaruratan dan Bencana #1 (HPCRED #1) di Palangkaraya dan Bima serta keterlibatan masyarakat di sekitar rumah sakit dalam pelatihan untuk mempersiapkan setiap isu yang menimbulkan permasalahan besar. Selain itu, akan dibentuk sebuah SOP untuk respon kesehatan dalam penanggulangan bencana di dua wilayah masing-masing.

Permintaan Proposal ini kami adakan untuk mendapatkan survei awal (Baseline Survey).  HPCRED  mencari sebuah perusahaan survei yang berpengalaman untuk melakukan survei awal ini di Palangkaraya dan Bima.

2.      Tujuan dan ruang lingkup survei Baseline

Kegiatan ini terutama dimaksudkan untuk melakukan penilaian di awal sebelum program awal dan di akhir program. Survei Baseline akan sangat penting untuk memberikan kondisi awal dari rumah sakit di daerah target. Survei dasar terdiri dari survei cross-sectional, survei mengenai manajemen rumah sakit, survei fasilitas publik dan pemukiman, survei komunitas, survei kebencanaan, survei terkait kebijakan pemerintah dan kondisi geografis baik lokal maupun nasional. Temuan dari survei ini akan memungkinkan tim HPCRED dan evaluator eksternal untuk merancang program yang  tepat pada titik-titik kunci sehingga berdampak dan berkelanjutan.

o   Survei manajemen rumah sakit akan mencakup kondisi rumah sakit secara fisik, produk layanan, kemampuan sdm dan manajerial rumah sakit.

o   Survei fasilitas publik dan pemukiman adalah survei untuk melihat kualitas bangunan sekolah, bangunan pasar dan bangunan-bangunan umum, akses hidrologi dan rumah tangga hubungannnya dengan kebencanaan.

o   Survei komunitas menilai profil desa atau lingkungan, termasuk kondisi, infrastruktur, budaya, ekonomi, pelayanan sosial, keamanan, organisasi sosial, dan iklim sosial. Responden untuk ini survei adalah pemimpin desa atau komunitas. Pada survei komunitas harus ditetapkan sebuah instrumen yang mengukur kualitas sebuah komunitas.

o   Survei terkait kebijakan pemerintah akan difokuskan kepada alokasi anggaran dan program yang telah diberikan oleh pemerintah untuk penanggulangan bencana dan terkait keadaan darurat. Selain itu implementasi program tersebut juga harus dilihat prosesnya dan dampaknya kepada masyarakat dan pihak rumah sakit.

o   Survei kebencanaan dibutuhkan untuk melihat riwayat bencana apapun yang sudah sering terjadi di wilayah, bagaimana penangannnya dan potensi bencana yang mungkin terjadi di wilayah tersebut.

o   Survei geografis akan berfokus kepada pemetaan wilayah potensi bencana, karakteristik bentang lahan, dan sirkulasi pergerakan masyarakat dan warga rumah sakit di dalam rumah sakit maupun di sekitar rumah sakit dalam kondisi normal maupun kondisi darurat.

3.      Lokasi Survei: DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kota Bima dan Kota Palangkaraya

4.      Ruang lingkup Survei

Survei ini diharapkan mampu mencakup ruang lingkup program HPCRED yang memiliki delapan output program, antara lain:

o   Orientasi HPCRED, monitoring, evaluasi dan sistem pembelajaran Rumah Sakit

o   Rumah sakit Muhammadiyah memiliki sebuah Manajemen Bencana

o   Tim medis terlatih telah diatur dan siap dikerahkan selama situasi darurat

o   Memiliki modul dan fasilitasi pelatihan dan Lokakarya berdasarkan Modul HPCRED #1

o   Menyusun standar dan alat pembelajaran Program Rumah Sakit Aman

o   Pelatihan & kolaborasi antara rumah sakit dan masyarakat sekitar rumah sakit selama situasi darurat dan bencana

o   Kolaborasi dengan BPBD (Kabupaten / Kota) dan Departemen Kesehatan

o   HPCRED digunakan sebagai praktik terbaik dan bahan pembelajaran untuk Program Rumah Sakit Aman baik nasional dan internasional

5.      Output yang diharapkan dari survei

Output yang diharapkan dari survei Baseline ini adalah data Kondisi terkini di DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Bima dan Kabupaten Palangkaraya yang dapat mencakup delapan keluaran di atas sebelum dilakukan intervensi program.

6.      Jadwal pelaksanaan

Penerimaan Proposal paling lambat 18 Juni 2016

Seleksi Proposal 19 Juni 2016

Pengumuman Proposal yang terpilih 20 Juni 2016

Konsultasi dengan Manajemen Nasional HPCRED 21 Juni 2016

Pengambilan data lapangan (Baseline Survey) Pelaksanaan 24-30 Juni 2016

Pengambilan data lapangan harus dimulai pada tanggal 24 Juni 2016 dan akan selesai pada tanggal 30 Juni 2016. Untuk alasan ini alokasi waktu dan anggaran akan dihitung sesuai dengan tanggal tersebut, dan tidak ada perpanjangan dari tenggat waktu. HPCRED tidak terikat untuk menerima proposal dengan penawaran anggaran terendah atau dengan penawaran dari pihak manapun.

Proposal Penawaran survei Baseline dapat diserahkan ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. dengan subyek email “Survei Baseline

Download : 

     

Indeks Berita