MDMC Turunkan Relawan di Semua Lokasi Banjir - Longsor

Yogyakarta - Hujan lebat yang mengguyur pada Sabtu (18/06/2016) kemarin mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Wilayah terdampak banjir dan tanah longsor terbesar berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Setidaknya terdapat 19 kabupaten yang terendam banjir dan tertimpa tanah longsor, yaitu di Kabupaten Purworejo, Banjarnegara, Kendal, Sragen, Purbalingga, Banyumas, Sukoharjo, Kebumen, Wonosobo, Pemalang, Klaten, Magelang, Wonogiri, Cilacap, Karanganyar, dan Kota Solo. Sementara 3 kabupaten lainnya berada di DIY, yakni Kabupaten Kulonprogo, Gunungkidul, dan Sleman.

Situasi Pada Minggu (19/06/2016)

Berdasarkan laporan tim lapangan, selain korban materiil, banjir dan tanah longsor tersebut juga menelan korban jiwa dan luka-luka. Wilayah terdampak yang paling parah di Jawa Tengah terdapat di Kabupaten Purworejo. Setidaknya disana terdapat 19 korban meninggal dunia, 8 warga luka-luka, serta 17 warga hilang dan belum ditemukan.

"Sementara kebutuhan korban yang belum terpenuhi terdapat 500 paket higienis, 400 paket peralatan sekolah, 980 kg beras, 150 kardus air mineral, dan kebutuhan pribadi lain. Untuk wilayah lain di Jawa Tengah mayoritas sama, yakni banjir merendam pemukiman warga dan area persawahan. Namun tidak dilaporkan adanya korban jiwa," jelas Arif, sekretaris MDMC.

Sementara di wilayah DIY, daerah terdampak terluas terdapat di kabupaten Kulonprogo. Banjir mengakibatkan tanggul di Kecamata Temon jebol, pemukiman penduduk tergenang air, termasuk pohon tumbang di daerah tugu Kuda Wates. Selain banjir, hujan lebat juga mengakibatkan tanah longsor di beberapa daerah di Kulonprogo. Terdapat 2 Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyakarat) di daerah kecamatan Samigaluh, Kulonprogo yang terendam lumpur. Selain itu bebarapa akses jalan juga terputus sakibat longsoran tanah dan genangan air.

Untuk wilayah kabupaten Gunungkidul hujan lebat mengakibatkan banjir setinggi 1 meter di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tanjungsari, serta genangan air di pemukiman penduduk daerah Kecamatan Saptosari, Gunungkidul. Sedangkan Kabupaten Bantul, wilayah terdampak adalah daerah persawahan dan beberapa pohon tumbang di jalan Palbapan, Bantul. Dari seluruh wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak terdapat korban meninggal dunia ataupun hilang.

Respon yang dilakukan Tim MDMC

Mengetahui situasi yang sudah tergolong bencana alam dan berdampak langsung terhadap masyarakat, LPB Muhammadiyah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Muhammadiyah Disaster Manajemen Center (MDMC) sigap melakukan penanganan.

"Salah satunya adalah dengan terjun langsung di daerah terdampak banjir dan longsor baik di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Melalui koordinasi langsung dari MDMC Pusat, Indra selaku koordinator MDMC Pusat menggerakkan relawan Muhammadiyah di MDMC Wilayah DIY dan Jawa Tengah," tutur Arif.

MDMC Wilayah DIY melakukan aksinya di Kabupaten Kulonprogo, mengingat disana menjadi wilayah terdampak terbesar di DIY. Karena tidak ada korban jiwa, MDMC membantu masyarakat dengan pemenuhan bahan pokok terlebih dahulu, seperti makanan yang dibarengi dengan tausyiah dan buka bersama. Alat-alat kebersihan dan paket higienis. Selain itu, relawan juga melakukan aksi bersih bersama pemukiman yang terendam banjir. Sementara warga yang rumahnya terendam banjir telah mengungsi dirumah saudaranya yang memang tidak terdampak banjir maupun tanah longsor.

Hal sama juga dilakukan dengan MDMC di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Mengingat tidak ada korban jiwa, maka MDMC menyediakan bahan makanan dan melakukan aksi bersih bersama. Aksi tersebut dilakukan di pemukiman terdampak banjir, termasuk salah satu SMK di  daerah Tanjungsari, Gunungkidul. Sementara di Bantul, karena banjir hanya menggenangi persawahan, maka MDMC tidak terjun secara langsung disana. Di wilayah DIY, seluruh relawan dan kegiatan kebencanaan hanya dipusatkan di Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Gunungkidul.

Di wilayah Jawa Tengah, MDMC Jateng ada 6 grup korwil eks karesidenan : Pati, Semarang, Kedu, Surakarta, Banyumas dan Pekalongan. Mulai malam ini(19/05) potensi relawan se eks karesidenan Kedu dikerahkan dan diberangkatkan ke Purworejo dengan koordinasi Widayat, ketua MDMC Purworejo. Bantuan untuk Purworejo berupa relawan Muhhammadiyah Magelang, Wonosobo dan Temanggung. Sedangkan posko dipusatkan di kampus Universitas Muhammadiyah Purworejo

Di Kendal, MDMC membuka dapur umum aktivitas posko MDMC Kendal, suport untuk sahur 500 bungkus di Ketapang kota Kendal. Di Solo aktivitas dapur umum di balai Muhammadiyah Solo malam ini, menyiapkan nasi bungkus untuk sahur para pengungsi.  Di Banyumas  warga yang dipenuhi kebutuhannya oleh MDMC diantaranya; Kecamatan Simpiuh 735 Jiwa dan Kecamatan Tambak 515 Jiwa. Di  Purworejo warga yang saat ini dipenuhi kebutuhannya oleh MDMC di Padukuhan Gebang Desa Wironatan Kec. Butuh 700 jiwa. 

Di Kebumen, relawan MDMC dan KOKAM melakukan evakuasi korban Longsor Desa Sampang , Pekumbang Semampir. Data yang didapatkan adalah tim  berhasil mengevakuasi dua korban, namun masih ada empat Korban tertimbun yang akan dilanjutkan esok hari.

Indeks Berita