Kesampingkan Konflik SARA dalam Aksi Kemanusiaan

Yogyakarta – Dalam sebuah kehidupan bermasyarakat, satu dari sekian banyak dinamika sosial terus berlangsung bahkan mungkin berulang, termasuk konflik SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan). Namun, konflik SARA yang terjadi tersebut tak seharusnya menjadi penghalang bagi seseorang dalam membantu orang lain. Sebab dalam setiap aksi kemanusiaan, adanya konflik SARA tersebut harus dikesampingkan.

Sebagaimana dipaparkan oleh Indrayanto dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) , dalam diskusi tentang filantropi yang diadakan oleh Majelis Pustaka Seni Budaya dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah, bertempat di Balai Muhammadiyah pada Sabtu (31/7). Menurutnya, dalam aksi kemanusiaan, setiap relawan sudah seharusnya tidak memandang orang yang ditolongnya berdasarkan suku, ras, agama, keturunan, maupun kelompok.

Hal tersebut menurut Indrayanto juga berlaku bagi para relawan Muhammadiyah di bencana. Sebagai salah satu lembaga kemanusiaan, MDMC juga memiliki prinsip dalam melakukan aksi kemanusiaannya. “Yang perlu digarisbawahi adalah, MDMC khususnya dalam melakukan aksi kemanusiaan tatkala mendapati adanya kepentingan golongan di dalamnya, maka MDMC akan menolaknya. Sebab pada prinsipnya, MDMC akan membantu siapa pun tanpa berdasarkan kepentingan tertentu dan tidak membedakannya dari suku, agama, laki-laki, perempuan, dusun, ataupun kelompok,” ujarnya.

Karena itulah, Indrayanto mengharapkan agar para relawan MDMC bisa memegang prinsip tersebut saat melakukan aksi kemanusian. (Fauzi)

Indeks Berita