Al Afik : Perawat Harus Memiliki Kompetensi Lebih dalam Manajemen Bencana

Yogyakarta – Peranan seorang perawat dalam kebencanaan sangatlah penting.  Seorang perawat dituntut untuk memiliki ilmu dan pengetahuan yang mumpuni dalam respon pada kebencanaan. Bertempat di gedung AR Fakhrudin B Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (5/8), ratusan mahasiswa keperawatan dari berbagai universitas di Indonesia mengikuti seminar keperawatan pada kebencanaan dalam rangka “International Emergency Nursing Camp" dengan salah satu pembicara Al Afik, S. Kep. Ns. MSi, dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Dalam seminar tersebut Al afik mengatakan bahwa pada dasarnya sebuah kebencanaan memiliki runtutan atau anatomi. “Secara garis besar bencana memilki anatomi tersendiri diantaranya; hazard (bahaya), event (kejadian), damage (kerusakan/kerugian), change in function (mengubah fungsi sesuatu), ditambah dengan local need response (respon lokal) dan outside response (membutuhkan penanganan yang komprehensi dan termasuk bencana),” jelasnya.

Al Afik menyampaikan bahwa  manajemen kebencanaan menganut prinsip – prinsip sepereti prinsip pencegahan akan suatu bencana (prevent the disaster), prinsip memperkecil segala kerusakan yang ditimbulkan (minimize the casualities), prinsip pencegahan kerusakan lanjutan (prevent futher casualities), prinsip tindakan pertolongan pertama dan penyelamatan penyintas bencana (first aid and rescue  principle), prinsip pemberian perawatan medis (medical care), dan prinsip pembagungan kembali pada daerah terdampak (reconstructions).

Selain itu, Al Afik juga mengatakan bahwa bagi perawat, berbagai  kompetensi dalam kebencanaan mutlak diperlukan. Kompetensi tersebut diantaranya kemampuan untuk dengan cepat dan tepat mendeteksi serta menaksir sebuah bencana, termasuk didalamnya kemampuan untuk membuat assesment report dan rencana tindakan; kemampuan untuk mengorganisir dan mengoperasikan sistem/struktur/komando/serta koordinasi untuk mengatasi sebuah bencana; juga kemampuan untuk mampu menjamin keamanan dan keselamatan tim, penyintas, ataupun lainnya di lokasi bencana;

Kemampuan tersebut diatas juga wajib didukung dengan kemampuan – kemampuan lain seperti kemampuan untuk mengenali potensi bahaya yang dapat mempengaruhi penyintas bencana di lokasi bencana; kemampuan untuk mengelola bantuan, sumber dana maupun fasilitas termasuk (manajemen sumber dana, manajemen logistik, manajemen keuangan, manajemen lokasi dan mobilitas); kemampuan untuk melakukan trease dan terapi awal bagi penyintas bencana;  kemampuan untuk menyiapkan dan melaksanakan evakuasi dengan cepat, tepat dan aman; serta kemampuan untuk melakukan proses pemulihan pada penyintas bencana.

Anisa Ratnasari selaku panitia acara menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang berlangsung selama 3 hari dengan seminar kebencaan di hari pertama, “Acara ini berlangsung selama 3 hari yang diisi oleh beberapa keynote speakers dan fasilitator yang merupakan pakar dalam disaster management”. Anisa menambahkan bahwasanya terselengaranya acara ini merupakan bentuk dari peningkatan peran perawat dalam disaster management. “Kami sendiri mengambil tema disaster nursing, agar kita sebagai perawat itu berperan serta saat terjadinya bencana,” jelasnya.  

Reporter : Fauzi, Editor : Sakinatudh Dhuhuriyah/Arif

Indeks Berita