Energi Terbarukan Lebih Mudah Dipulihkan Pasca bencana

Bantul, Yogyakarta – “Penggunaan energi terbarukan seperti pemanfaatan tenaga matahari, air, angin ataupun panas bumi, menjadi satu hal yang penting bagi penanggulangan bencana”, demikian ungkapan Prof. Hervé Boileau di seminar kebencanaan dan energi terbarukan dalam rangka “Disaster Management and Renewable Energy Summer School 2016”

Bertempat di Gedung Ar Fakhrudin A  Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (9/8), puluhan peserta dari beberapa universitas serta perwakilan mahasiswi Korea Selatan mendengarkan paparan profesor asal France Savoy University tersebut.

Ia melanjutkan bahwa pentingnya hal tersebut karena pada saat kejadian bencana, banyak masyarakat yang kehilangan suplai energi, “Bencana tsunami 2004, menyisakan orang dengan ketidakberdayaan, rusaknya rumah dan fasilitas publik, terputusnya komunikasi, minimnya air siap minum serta suplai energi yang dibutuhkan masyarakat”, tandasnya.

Prof. Hervé berujar bahwasanya beberapa permasalahan seperti keterbatasan dana, kurangnya teknologi serta kapasitas masyarakat lokal, janganlah dijadikan alasan untuk penerapan energi terbarukan pada penanggulangan bencana. Lanjutnya, beberapa kendala tersebut harusnya dapat dijadikan tantangan bagi masyarakat dalam penerapannya”

Di akhir pembicaraan Prof. Hervé berpesan kepada masyarakat untuk selalu menggunakan energi terbarukan yang bersifat lokal (locally renewable energy), “Dalam penanggulangan bencana, penggunaan energi terbarukan yang bersifat lokal menjadi penting. Karena ketika terjadinya bencana, tatkala energi terbarukan lokal tersebut rusak, maka tahap pemulihannya akan lebi mudah dan lebih cepat”, tutupnya. 

Reporter : Fauzi, Redaktur : Arif

Indeks Berita