Ketika Muhammadiyah Minta DPR dan Pemerintah Anggarkan RS Siaga Bencana

Jakarta – Salah satu pesan yang terekam dalam Seminar dan Lokakarya Nasional “Paradigma Baru Implementasi Rumah Sakit Siaga Bencana di Indonesia”, 1 September 2016 di Gedung Nusantara V, Komplek MPR/DPR RI yang lalu adalah usulan penambahan anggaran untuk memastikan seluruh Rumah Sakit di Indonesia Siaga menghadapi bencana. Permintaan itu disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hajriyanto Y. Tohari.

Bagi Indonesia yang memiliki risiko bencana tinggi di seluruh wilayahnya, upaya memastikan Rumah Sakit menjadi fasilitas yang sebisa mungkin tidak berhenti melakukan pelayanan walaupun kondisi bencana harus dilakukan.

Hajriyanto  meminta pemerintah dan DPR harus memastikan berjalannya program ini terutama dengan penyediaan anggaran. “Program-program  penerapan rumah sakit siaga bencana ini memperlukan  dana yang besar, saya sangat berharap  pemerintah Republik Indonesia menyediakan anggaran, termasuk bagi pelatihan - pelatihannya” tegas Hajriyanto di hadapan Ketua Komisi VIII, Ali Taher Parasong dan Dr. dr. Ina Rosalina, SpAK, M.Kes, MHKes yang hadir mewakili Menteri Kesehatan.

Hajriyanto menyampaikan bahwa Muhammadiyah sudah merintis upaya penerapan RS Siaga Bencana ini secara konsisten sejak tahun 2009, dengan dana bantuan dari Pemerintah Australia. Menurut tokoh yang pernah menjadi wakil ketua MPR tersebut, saudah saatnya pemerintah Indonesia menganggarkan sendiri upaya ini dengan cukup.

 “Bapak Ketua Komisi VIII, perlu  ketahui bahwa program RS Siaga Bencana yang sudah sampai tahap ketiga ini merupakan kerjasama dengan department of foreign affairs Pemerintah Australia, malu sepertinya bila tidak kita biayai sendiri “ kata Hajriyanto meyakinkan.  

Pada kesempatan tersebut, Ketua MPR RI, Dr Zulkifli Hasan, juga menjadi sasaran pidato Hajriyanto “Kepada Bapak Ketua MPR yang hadir di acara ini juga, mohon didorong agar pemerintah bersama DPR segera menganggarkan kegiatan ini sebagai prioritas” harap Hajriyanto.  “mudah–mudahan kerjasama yang sangat baik dengan ketua MPR kepada pada hari ini akan berlanjut ke masa yang akan datang” harapnya.

Pada kesempatan berpidato Ali Taher Parasong menyatakan bahwa saran – saran Muhammadiyah ini sangat membantu dalam koordinasi yang dilakukan dengan mitra Komisi VIII khususnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementrian Sosial dan Kementrian Agama. Zulkifli Hasan pada kesempatan sebelumnya juga mengatakan bahwa anggaran pemerintah untuk penanggulangan bencana cukup banyak dialokasikan ke BNPB, tentunya program – program seperti RS Siaga Bencana bisa dianggarakan dari alokasi tersebut. (arif)

Indeks Berita