MDMC Turunkan Tim Evakuasi untuk Longsor - Garut

Garut – “Evakuasi warga terdampak, pengiriman kebutuhan dan tim kesehatan  di lokasi bencana dengan cepat harus segera dilakukan” Demikian pernyataan Tim Tanggap Darurat LPB Muhammadiyah Garut selaku koordinator kegiatan respons bencana banjir bandang Kabupaten Garut.

Kejadian tersebut terjadi tidak lama setelah hujan lebat mengguyur Garut pada selasa (20/9) pukul 19.00 menyebabkan debit air Sungai Cimanuk naik. Pukul 23.00 menjadi puncak dari luapan debit air Sungai Cimanuk, Tim Tanggap Darurat MDMC melansir ketinggian air tercatat berada dikisaran angka 1,5 – 2 meter.

“Hujan lebat semalam sebabkan Desa Tarogong, Kec. Tarogong Kidul dan beberapa wilayah Garut lainnya terendam. Ketinggiannya bervareasi, banjir terparah merendam Tarogong dengan ketinggian 2 meter”, ujar Agus Tata selaku Ketua LPB/MDMC PW Garut. Ia melanjutkan bahwasanya wilayah – wilayah garut yang terendam lainnya ialah, Kec. Bayongbong, Kec. Garut Kota, Kec. Tarogong Kaler, Kec. Banyuresmi, dan Kec. Karangpawitan.

Berdasarkan data sementara yang diperoleh dari LPB/MDMC Garut, terdapat 27 korban meninggal dunia, 18 diantaranya belum teridentifikasi oleh tim, 2 korban hilang dan 30 luka – luka, 4 diantaranya luka berat.

Agus Tata berujar bahwasanya sampai saat ini sebaran pengungsi ada di beberapa tempat, diantaranya; Makorem (Markas Komando Militer) 062 TNI, Apotek Wira Prima, RS Guntur, Posko Setda (Sekertariat Daerah), Posko Induk PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) Jln. Pembangunan No. 155 Tarogong Kidul Garut serta Posko Lapangan bertempat di Rumah Fahrurozi Kampung Haurpanggung, Desa Jayaraga (Dekat SMAN 1 Garut/Belakang Mesjid Tarbiyah) Tarogong Kidul Garut.

Percarian dan upaya mengevakuasi penyintas bencana masih terus dilakukan oleh pemerintah dan lembaga lain. Sementara sampai saat ini upaya yang terus dilakukan dari Tim Tanggap Darurat LPB Muhammadiyah Garut dilokasi bencana ialah pembukaan posko, evakuasi korban, pemindahan pasien yang terkena dampak bencana di Rumah Sakit dr. Slamet, serta penyelarasan data kebencanaan bersama BPBD Kabupaten Garut.

Jawa Barat dirundung duka, kejadian bencana terjadi di beberapa daerah seperti Subang, Kuningan, Tasik. Hal tersebutlah menyebabkan fokus respons LPB Muhammadiyah harus dibagii. Tercatat LPB PW Muhammadiyah Jawa Barat menginstruksikan beberapa LPB Kab/Kota serta daerah untuk terjun ke lokasi bencana, data masuk diantaranya; PDM Indramayu (berangkat malam hari); LPB Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya (berangkat jam 13.00), serta LPB Muhammadiyah Kota Tasikmalaya.

LPB Muhammadiyah Kabupaten Garut melansir bahwasanya kebutuhan yang diperlukan sampai saat ini ialah; pelampung dan perahu, obat – obatan, pakaian layak pakai serta kantung mayat._Fauzi

Indeks Berita