“Dongeng Bencana” untuk Anak Garut

Garut – Kesiapsiagaan seorang anak dalam menghadapi bencana mutlak diperlukan, mengingat tatkala bencana sejenis terjadi untuk kedua kalinya, seorang anak dapat  lebih siap secara fisik, psikis serta memahami akan apa yang harus ia lakukan.

Bertempat di SD IT Muhammadiyah Tarogong Kidul, Kab. Garut, Prov. Jawa Barat (06/11). Tim psikososial Muhammadiyah Disaster Management Center serta mahasiswa psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta beri pemahaman pada siswa berbasis dongeng bencana.

Pada awal sesi kegiatan, tim psikososial membagi para siswa kedalam beberapa kelompok dengan tujuan agar tim dapat dengan intens mendengar cerita dari masing – masing siswa. “Lebih awal kami membagi anak – anak menurut klasifikasi kelas, hal tersebut bertujuan agar kami (tim) dapat dengan mudah melakukan kaji cepat awal akan kondisi psikologis anak pasca bencana”, ujar Rahmawati Bintang selaku tim psikososial Universitas Ahmad Dahlan.

“Sebagian anak mulai bisa bercerita, masyoritas anak bercerita bahwa mereka sama sekali tidak mengeluh dengan adanya bencana yang telah terjadi di Garut ini. Namun tetap, karena bencana ini merupakan yang pertama bagi mereka, terkadang anak perlu menyesuaikan dengan kondisi yang ada”, imbuh Rahmawati. 

Rahmawati berucap bahwasanya kegiatan ini berbentuk pemberian pemahaman secara lebih sederhana dengan metode cerita berbasis alat peraga, “Alat peraga kami gunakan, tujuannya agar seorang anak lebih mudah paham dengan materi yang kami sampaikan secara komunikatif”. “Kami berikan teori kebencanaan dengan porsi yang disesuaikan umur anak - anak”, tambahnya. 

Eko Julianto selaku tim psikososial Universitas Ahmad Dahlan ditemui di waktu berbeda mengatakan bahwa sebuah bencana seperti banjir, datang dengan volume yang besar. Maka beberapa hal yang harus dilakukan seorang anak ketika bencana ialah; menyiapkan barang yang dibutuhkan ketika bencana datang; mengingatkan kepada orang tua untuk mematikan aliran listrik tatkala terjadi bencana; terakhir ialah mengikuti orang yang lebih tua untuk pindah ke tempat yang lebih aman.

Eko menambahkan bahwasanya kegiatan yang berlangsung ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang kebencanaan pada anak – anak, serta sebagai usaha peningkatan daya respon, kemandirian, serta kesiapsiagaan anak kala terjadi bencana. “Pemahaman tentang kebencanaan telah dilakukan oleh relawan lokal, maka disini kita bermain peran untuk meyakinkan anak – anak agar paham, mengerti serta mengaplikasikannya kala bencana”, ujarnya.

“Pada dasarnya, memang selain kami berikan pemahaman, peran pentingorang tua untuk memperkenalkan sejak dini pada anak tentang kebencanaan, bagaimana dan apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana mutlak adanya. Tentu, dengan metode yang sesuai bagi tumbuh kembang anak”, tutupnya. (fauzi)

 

Indeks Berita