PKU Muh Gamping Gandeng MDMC Wujudkan RS Aman Bencana

Yogyakarta – Mandat Muktamar Muhammadiyah 2015 Makasar untuk membangun sistem penanggulangan bencana, menjadi dasar pergerakan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC)untuk selalu mengingatkan serta mengusahakan kepada jaringan muhammadiyah, ternasuk rumah sakit, untuk  meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadi bencana.

Demikian pernyataan Arif Nur Kholis selaku Sekertaris Pimpinan Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana atau  MDMC dalam sambutannya di acara “Orientasi dan Pengenalan Hospital Disaster Plan Menuju Rumah Sakit Siaga Bencana”, bertempat di Convention Hall RS PKU Muhammadiyah Gamping (28/10).

Arif menuturkan bahwasanya dahulu sebelum Tsunami Aceh,  orang berfikir bahwa sebuah bencana hanya datang dan kita hanya tinggal menunggunya. Namun tegasnya, “Saat ini, bencana merupakan sebuah kejadian dimana kita dituntut untuk selalu melakukan upaya dalam pengurangan risiko bencana agar jumlah korban dan kerugian bencana yang jatuh tidaklah banyak”.

Sependapat dengan Arif Nur, dr. Ahmad Faisal selaku direktur RS PKU Muhammadiyah Gamping menyatakan bahwa tatkala terjadi sebuah bencana, bagi rumah sakit sendiri, langkah antisipatif mutlak diperlukan. “Langkah antisipatif bagi rumah sakit dalam bencana mutlak dibutuhkan, maka perlu dirancang sebuah pemahaman serta perencanaan yang baik dari seluruh instrumen rumah sakit”, tegasnya.

“Bisa saja rumah sakit tersebut ikut terdampak bencana dan akan lebih parah lagi manakala seluruh instrumen rumah sakit tidak siap melakukan penanggulangan pada bencana maupun dalam penerimaan pasien terdampak bencana”, imbuhnya.

Dr. Ahmad Faisal mengharapkan bahwa kegiatan “Orientasi dan Simulasi Hospital Disaster Plan’ di RS PKU Muhammadiyah ini menjadi bahan pelatihan yang nantinya dipahami, dihayati serta diaplikasikan oleh instrumen rumah sakit umum sehingga siap tatkala menghadapi bencana.

Dalam kegiatan tersebut Budi Santoso selaku koordinator divisi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) menjelaskan tentang comprehensive safe hospital. Ia menjelaskan, bahwasanya setiap tahun, paradigma hosdip (rencana rumah sakit siaga bencana) selalu mengalami perubahan. “Karena hosdip ini merupakan sebuah upaya pengurangan risiko bencana (PRB) di bidang kebencanaan, maka fungsi safe hospital tahun demi tahunnya mengalami perubahan. Tahun 2008 paradigma yang muncul tentang safe hospital ialah bagaimana bangunan dan insfrastruktur rumah sakit tahan terhadap bencana, sedangkan saat ini mengacu pada konsep safe hospital 2015, menyatakan bahwa rumah sakit harus mampu berfungsi maksimal dalam situasi bencana”

“Pada dasarnya konsep menuju “Rumah Sakit Siaga Bencana” ialah adanya; Kajian, perencanaan, penyusunan/revisi dokumen serta pelatihan dan simulasi. Tujuannya agar rumah sakit sendiri dapat meningkatkan kapasitasnya serta dapat melakukan kerjasama kemitraan dengan petugas penanggulangan bencana di rumah sakit”, tutupnya. _Fauzi

Indeks Berita