MDMC Siapkan Mahasiswa Prodi UNISA dalam Manajemen Kebencanaan

Yogyakarta – Peningkatan kapasitas dalam kebencanaan bagi semua pihak menjadi prinsip dan landas gerak Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). MDMC sebagai sebuah lembaga kemanusiaan dan kebencanaan, berperan aktif menjadi wadah mahasiswa, akademisi serta masyarakat untuk mengetahui bagaimana manajemen penanggulangan bencana yang baik dan benar.

Demikian ungkap Barori Budi Aji selaku penanggungjawab  progam “Kuliah Lapangan Profesi Fisioterapi stase Emergency Disaster” kepada mdmc.or.id, bertempat di Kantor Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) PP MDMC, Yogyakarta (20/11).

Barori yang juga menjabat sebagai Sekertaris PP MDMC mengatakan bahwasanya kegiatan Kuliah Lapangan Profesi Fisioterapi ini akan berlangsung selama 39 minggu, berlangsung dari tanggal 10 Oktober 2016 – 16 Desember 2017.

“Fasilitator progam ialah dr. Ahmad Muttaqin Alim yang akan memberikan kuliah lapangan selama 39 minggu kepada 14 kelompok mahasiswa Fisioterapi UNISA, terhitung dari bulan Oktober 2016 – Desember 2017,” imbuhnya.

Ia menekankan kepada mdmc.or.id, adapun tujuan yang hendak dicapai dari kerjasama UNISA dengan MDMC ini ialah munculnya lulusan – lulusan perguruan tinggi, dalam hal ini Progam Studi Fisioterapi yang paham akan manajemen kebencanaan. Sehingga nantinya mereka memiliki tanggungjawab sebagai pekerja profesional Fisioterapi serta manajemen kebencanaan yang baik di tempat ia bekerja.

“Terciptanya bibit dan agen baru dalam kebencanaan menjadi tujuan dari progam ini, juga sebagai jejaring MDMC dalam setiap kegiatan kebencanaan”, ujar Barori.

Adapun Barori Budi Aji berharap, bahwasanya kerjasama kegiatan Kuliah Lapangan Praktik Profesi Fisioterapi yang terjalin antara MDMC dan UNISA ini dapat menjadi progam percontohan (pilot project) bagi prodi – prodi lain di UNISA khususnya serta universitas lain umumnya.

“Kerjasama ini dapat dikatakan sebagai progam percontohan dari MDMC yang mungkin dilakukan bersama universitas – universitas lain diluar UNISA,” tutupnya.

Indeks Berita