Masyarakat Perlu Paham dan Berubah Perilakunya Kala Informasi Bencana Dibuat

Bandung  – Tidak cukup bagi pegiat kebencanaan hanya membuat dan menyebarkan informasi tentang kebencanaan. Perlu bagi pegiat kebencanaan untuk dapat memastikan informasi yang dibuatnya mudah dipahami serta menimbulkan perubahan perilaku masyarakat ketika informasi tersebut disebarluaskan.

Demikian ungkap Ir. B. Wisnu Widjaja selaku Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) seperti lansiran unpad.ac.id  dalam Konferensi Nasional “Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas XII”, bertempat di Ruang Serba Guna Gedung 2 Lantai 4 Universitas Padjajaran, Bandung (22/11).

Ia sedikit menyayangkan akan tabiat para pegiat bencana (pembuat informasi kebencanaan) yang hanya berfokus pada aspek “produksi”, namun mengabaikan aspek tercernanya produk tersebut.

“Mereka hanya merasa puas ketika informasi tersebut sudah dibuat dan tersaji di sebuah media, mereka mengabaikan aspek perubahan perilaku masyarakat untuk lebih tanggap ketika bencana. Aspek tersebut sangat penting, sebaran informasi dan paham saja tidak cukup, perlu ada perubahan didalamnya,” ujar Wisnu.

Senada dengan Ir. B. Wisnu, Rektor Universitas Padjajaran (UNPAD) Prof. Tri Hanggono Achmad mengatakan bahwasanya saat ini dalam menghadapi risiko bencana, sangat diperlukan pendekatan yang bersifat antisipatif, selain tentu preventif dan responsif.

“Selain langkah prefentif dan responsif, saat ini sangat diperlukan sebuah langkah antisipatif dalam menghadapi risiko bencana. Salah satunya dengan kekuatan akademis,” kata Tri Hanggono.

Ia menambahkan, langkah antisipatif dengan kekuatan akademis tersebut meliputi riset – riset yang kuat sehingga kita sebagai akademisi mampu meyakinkan masyarakat dan pemerintah akan risiko bencana yang ada. Tentu menurutnya hal tersebut memerlukan kerjasama yang kuat dengan berbagai pihak.

“Apabila kemampuan dan dasar riset kita kuat, tentu mitigasi ini akan sangat kuat nantinya. Dengan dasar yang kuat, tentunya kita memiliki kapasitas untuk meyakinkan masyarakat dan pemerintah,” imbuh Rektor.

Disela kegiatan konferensi tersebut, Unpad bersama Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia menandatangai Piagam Kerja Sama oleh Rektor Unpad dengan ketua MPBI, Eko Tegus Paripurno._Fauzi

Indeks Berita