Penting Bagi Pegiat Bencana Untuk Paham Pemetaan Risiko Bencana

Tasikmalaya – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir, tercatat sampai Oktober 2016, setidaknya terdapat 1.928 kejadian bencana yang terjadi di daerah Jawa Barat. Kejadian bencana paling umum terjadi di Jawa Barat ialah banjir (639 kejadian) dan tanah longsor (464 kejadian).

Bertempat di Aula Pendopo Kabupaten Tasikmalaya, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kab. Tasikmalaya bekerjasama dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kab. Tasikmalaya selenggarakan “Seminar Pemetaan Potensi Bencana”, Senin (21/11).

Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) MDMC Kab. Tasikmalaya, Pepi Perdiansyah mengatakan bahwasanya latar belakang diselenggarakan kegiatan ini ialah sebagai langkah antisipasi jika diwaktu lain terjadi bencana alam.

“Seminar ini terselenggara sebagai langkah antisipatif dalam menghadapi bencana kedepan, termasuk langkah siap sedia dalam penanggulangan jika sewaktu – waktu terjadi bencana,” ujar Pepi.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga sebagai langkah Muhammadiyah umumya serta MDMC khususnya untuk mengkader relawan dan masyarakat umum dalam kesiapan mereka menghadapi bencana serta menjadi bagian dari relawan penanggulangan bencana.

“Langkah pengkaderan Muhammadiyah dan masyarakat dalam bencana agar mampu menjadi bagian dari relawan penanggulangan bencana menjadi dasar kami melakukan kegiatan ini”, kata Pepi.

Dalam seminar tersebut Ketua Pimpinan Pusat MDMC, Budi Setiawan, ST menyampaikan bahwasanya soliditas antar elemen dan stakeholder terkait dalam kebencanaan perlu ditingkatkan, hal tersebut menurutnya ialah bagian dari langkah antisipatif dalam penanggulangan dan pengurangan risiko bencana (PRB) di wilayah Indonesia umumnya serta Jawa Barat khususnya.

“Tingkat kerawanan bencana yang tinggi di Jawa Barat merupakan lahan bagi kita (MDMC) untuk menjalin kerja sama dan menggandeng seluruh elemen dan stakeholder terkait”, ujar Ketua MDMC.

Hal tersebut tentu menurutnya menurutnya dapat ditempuh dengan cara manajemen relawan yang baik serta pengaturan agenda respon progam yang teratur. Tujuannya agar energi yang tercurahkan oleh relawan tidak habis lantas kalah oleh bencana._Fauzi

Indeks Berita