Arif : Penting Bagi Relawan Muhammadiyah Kuatkan Organisasi dan Jaringan Dalam Kebencanaan

Pemalang – Bagi seorang relawan, modal keinginan tidaklah cukup ketika melakukan respons kebencanaan, kompetensi mumpuni serta skill yang memadai menjadi prasyarat seorang relawan penanggulangan bencana. “Relawan Muhammadiyah harus memperkuat sistem organisasi penanggulangan bencana di daerahnya masing – masing, agar terjamin keberlanjutan pelatihan serta penugasannya ke daerah bencana.”

Arif Nur Kholis, Sekretaris MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) menyampaikannya didepan relawan Muhammadiyah Jawa Tengah.  Relawan yg berasal dari utusan seluruh Kabupaten /Kota di Jawa Tengah tsb akan menjalani proses pelatihan pd tgl 26-28 Nov 2016 di Bumi Perkemahan Moga, Pemalang.

Lebih lanjut Arif menyampaikan bahwa kekuatan pengelolaan relawan yg dilakukan oleh Muhammadiyah ini sesuai dg tradisi Muhammadiyah yg berbasis keikhlasan. "Akhir tahun ini siap dilaunching modul modul standard pelatihan relawan Muhammadiyah oleh MDMC sehingga nantinya kita punya rujukan bersama"  terang Arif.

Arif juga menyampaikan bahwa relawan Muhammadiyah juga wajib menjaga jejaring kerjasama dg lembaga lain baik pemerintah maupun non pemerintah.  Karena baik pd saat bencana maupun dlm kegiatan kegiatan pelatihan,  sharing sumberdaya,  pengetahuan dan fasilitator sangat diperlukan.  " MDMC Jawa Tengah telah membuktikan,  relawannya bersinergi kuat dg BPBD di kabupaten - Kabupaten " lanjut Arif.

Menurut Arif, relawan Muhammadiyah di Jawa Tengah juga membuktikan bisa memperkuat program program pengurangan risiko bencana di komunitas,  sekolah dan Rumah Sakit yg menjadi keunggulan program PRB yg digagas MDMC.  "Beberapa relawan Muhammadiyah Jateng tidak saja berhenti menjadi relawan SAR,  medis, Psikososial dan sebagainya,  namun juga terbukti berhasil mendampingi program Desa Tangguh,  Sekolah Madrasah Aman Bencana dan membantu program Rumah Sakit Aman Bencana di berbagai daerah".  " Karena itu, berlatihlah terus tidak berhenti disini, berbagai peran relawan Muhammadiyah sangat dibutuhkan di masa depan untuk mewujudkan Indonesia yg bukan lagi supermarket bencana,  tapi laboratorium penanggulangan bencana yg menjadi referensi dunia " pungkas Arif.

Latgab Relawan Muhammadiyah Jateng ini merupakan event dua tahunan dimana Latgab ini merupakan latgab ke empat.  Arif didampingi oleh ketua MDMC Jateng,  Naibul Umam Eko Sakti dan jajaran Pimpinan MDMC Jateng.  Ditambah dg panitia dan masyarakat yg terlibat dlm simulasi latgab ini diikuti oleh tidak kurang dari 450 personal._Fauzi