MDMC Selenggarakan Pelatihan Komunitas Siaga Bencana di Merapi

Yogyakarta- Kecenderungan korban bencana di Indonesia yang masih tergolong tinggi menjadi indikasi bahwa masyarakat Indonesia masih kurang mempunyai bekal dalam menghadapi bencana yang mungkin terjadi.

Demikian disampaikan Budi Setiawan, ketua Lembaga Penanggulangan Bencana Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam sambutannya dalam Seminar CBDRM (Community Based Disaster Risk Management)untuk komunitas Merapi dalam rangkaian program Volcano Community – Hospital Ring (VaCHRi), Kaliurang, Sleman, Ahad (13/02/2011). Menurut Budi Setiawan, bencana yang terjadi di Jepang saat ini dapat memberi pelajaran pada Indonesia, bahwa dengan potensi kerusakan yang sangat besar, Jepang dapat meminimalisir korban, “Walaupun data saat ini belum fix, tetapi saya yakin jumlah korban tidak akan terlalu besar, apabila dibandingkan dengan potensi kerusakan yang ada,” jelasnya.

Menurut koordinator program VaCHRi Ahmad Muttaqin Alim mengungkapkan, bahwa kegiatan yang dilakukan merupakan singkronisasi kegiatan kesiapsiagaan antara dusun yang berbasis komunitas dengan rumah sakit yang mempunyai kapasitas penyelamatan. Pada akhirnya menurut Ahmad, program VaCHRi tersebut akan menyiapkan komunitas-komunitas di sekitar Merapi yang siap siaga terhadap bencana, dan lebih jauh dari itu, apabila bencana terjadi maka dapat lebih meminimalisir jumlah korban dan kerusakan. (mac)

Indeks Berita