MDMC Dorong Komunitas Untuk Siap Kurangi Risiko Bencana

Temanggung – Pengurangan resiko bencana harus terus menerus dilakukan. Dalam hal tersebut FPRB (Forum Pengurangan Resiko Bencana) Temanggung adakan gelar relawan PB Jawa Tengah. Bertempat di lapangan Desa Kledung Kecamatan Keldung Kabupaten Temanggung. Pada Sabtu-Minggu (26-27).

Muhammadiyah Disaster Managemen Center (MDMC) ikut serta dalam kegiatan sarasehan FPRB, pada Sabtu (26) Malam.  Dengan mengusung tema “Membangun Ketangguhan Masyarakat Menghadapi Bencana Berbasis Komunitas”, juga menjadi topik pembahasan yang didiskusikan bersama.

Ketangguhan masyarakat dalam menghadapi kebencanaan, perlu adanya pemahaman serta pendampingan. Peran FBRB menjadi sangat penting, dalam memberikan pemahaman dan pendampingan. Hal tersebut haruslah memiliki tahapan-tahapan yang harus diperhatikan.

Budi Setiwan selaku Pimpinan Pusat Penanggulangan Bencana Muhammadiyah, menuturkan beberapa tahapan yang harus diperhatikan untuk menciptakan masyarakat tangguh bencana. Pertama, prinsip keadilan, semua komunitas berbasis kebencanaan harus setara antar individu. Semua kemampuan yag dimiliki individu dapat dipadukan dan menjadi satu kesatuan. Kedua, prinsip ilmu pengetahuan, ketiga prisnip kemanusiaan.

Terciptanya FPRB sebagai bentuk menjadikan jamaah tangguh bencana. Sistem komunitas ini harus memahami cara membentuk jamaah tangguh tersebut. Budi lebih lanjut menjelaskan proses yang harus dilakukan FPRB yaitu dengan pendekatan partisipasi. Masyarakat terlibat dalam keputusan dan ikut serta menjalankan program.

Kegiatan kesiapsiagaan menghadapi bencana Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) diikuti beberapa rangkaian acara diantaranya penandatanganan MOU BPBD dan Polres Temanggung, gelar apel 5.000 relawan PB se Jawa Tengah serta penyelamatan gunung dengan menanam 5.000 pohon dan bersih-bersih sungai di Desa Kledung.

Serta turut hadir dalam acara tersebut Kepala BNPB, Gubernur Jawa Tengah, Bupati Temanggung dan Wakil Bupati Temanggung. - Ayu

 

Indeks Berita