Aceh Diguncang Gempa, MDMC Turunkan Tim Respon Bencana

(MDMC.OR.ID) JAKARTA – Telah terjadi gempa tektonik dengan kekuatan 6,5 SR di wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh pada Rabu (7/12/2016). Gempa bumi terjadi pukul 17.03.36 WIB, dengan pusat gempa bumi berada di 5, 25 LU dan 96,24 BT. Tepat di 106 km arah tenggara Kota Banda Aceh dengan kedalaman 15 km.

Demikian informasi yang telah dilansir oleh BMKG, pada Rabu (07/12), kepada mdmc.or.id

Ditemui di tempat berbeda, Arif Nurkholis selaku Sekretaris Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mengatakan, respons bencana perlu segera dilakukan, saat ini beberapa Rumah Sakit Muhammadiyah sekitar Aceh telah diberangkatkan dengan kekuatan 6 personel (1 dokter, 2 perawat dan 3 relawan).

“Selain RS Muhammadiyah Medan, beberapa rumah sakit lain seperti RS Lhokseumawe bersama MDMC Lhokseumawe sudah tiba di Posko Bencana Pidie”, ujar Arif.

Arif menambahkan bahwasanya upaya respon bencana Gempa Aceh ialah dengan mendirikan Posko Pusat Penanganan warga terdampak di Kab. Pidie serta Kota Banda Aceh. Posko tersebut nantinya akan berfokus pada penanganan warga terdampak serta sebagai pusat pendistribusian bantuan.

“Upaya respons terus dilakukan, saat ini MDMC sudah mendirikan Posko Pusat Penanganan untuk warga terdampak. Posko berfokus pada penangangan warga terdampak serta sebagai pusat pendistribusian bantuan yang disalurkan melalui rekening Lazismu dan PP Muhammadiyah”, kata Arif.

Senada dengan Arif  Nur, Indrayanto selaku Sub Divisi Tanggap Darurat MDMC menambahkan bahwasanya MDMC PP Muhammadiyah sendiri mengirimkan 4 orang personil dengan tugas mendukung perencanaan serta menyiapkan perencanaan sistem kerja layanan medis.

“Tim asistensi posko dan medis kami kirimkan ke Pidie, Khoirul Anas (081327204890) dan Chairil Anam (081224510678) sebagai tim asistensi posko. Juga dr. Iin Inayah (081318276393) dan dr. Ahmad Muttaqin Alim (08112506559) selaku Tim yang bertugas menyiapkan sistem kerja layanan medis dan roster list medical team selama respon”, imbuh Indra.

Indra menambahkan bahwa koordiasi bersama pemerintah terus dilakukan dalam masa tanggap darurat ini. Adapun koordinasi awal bersama pemerintah ialah tentang pendirian Posko Bencana Gempa Pidie serta peran yang akan dilakukan oleh Muhammadiyah selama masa tanggap darurat.

“Koordinasi MDMC PP Muhammadiyah serta wilayah bersama Kementrian Kesehatan RI serta Badan Penanggulangan Bencana Aceh terus dilakukan selama masa tanggap darurat ini,” tegas Indra.

Indra menghimbau kepada masyarakat yang berada di lokasi bencana untuk tetap tenang, serta menjauhi titik – titik bahaya yang dapat menimbulkan korban jiwa apabila terjadi gempa susulan.

“Tetap tenang dan menjauhi titik – titik bahaya menjadi himbauan penting saat ini. Mengikuti arahan BPBA atau Koordinator Posko Bencana setempat menjadi keharusan agar tidak mudah terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya”, tutupnya.

 

*Donasi kemanusiaan untuk korban gempa bumi Aceh dilakukan LAZISMU. Donasi yang telah diterima akan disalurkan melalui progam “Indonesia Siaga”.

Donasi dapat disalurkan melalui Rekening (BSM : 700-1329-655. An. Lazis Muhammadiyah)

Call Center : 021-31 50 400

Website:  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

(Media MDMC)

Indeks Berita