Dokter Muhammadiyah Tekankan Pentingnya Ruang Laktasi Bagi Ibu dan Bayi Kala Situasi Darurat Bencana

Ibu Pengungsian yang  Sedang Mendekap Anaknya. Foto : Haidar (25/9).

Yogyakarta (mdmc.or.id) - “Tersedianya ruang laktasi bagi ibu menyusui sangat penting di tempat pengungsian, agar ibu bayi mendapatkan privasi ketika menyusui,” demikian pernyataan dr. Aslinar, SpA, M. Biomed, tim medis Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) di Posko Muhammadiyah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, (10/12).

 

Ia mengatakan bahwasanya, membiasakan bayi usia 0 – 6 bulan untuk mengkonsumsi susu formula sangatlah riskan, mengingat pemberiannya di saat situasi darurat kerap muncul efek seperti; alergi susu sapi; diare; kembung serta muntah.

 

“Sangat riskan bila seorang anak usia 0 – bulan diberi susu formula, efek samping dapat muncul,” ujar dr. Aslinar.

 

Dirinya menambahkan bahwasanya, kemungkinan seorang ibu untuk kesulitan keuangan tatkala bantuan susu formula dihentikan oleh pemerintah sangatlah tinggi, karena pada dasarnya harga susu formula yang beredar di pasaran sangatlah mahal.

 

Sebagai dokter spesialis anak dr. Aslinar menyebutkan, ketersediaan akses penyajian susu formula untuk bayi pasca bencana menghadapi banyak kendala, “Ketersediaan akses penyajian susu formula ketika bencana tentu banyak menghadapi kendala, mengingat dalam prosesnya terdapat hal – hal yang perlu diperhatikan seperti; tersedianya air panas yang bersih serta sterilnya botol dot,” imbuh dirinya.

 

Pendekatan dan dorongan kepada ibu menyusui untuk melanjutkan progam laktasi haruslah dilakukan oleh pihak – pihak yang terlibat dalam penanggulangan bencana, terutama petugas – petugas yang berada di tempat pengungsian. Karena pada dasarnya Air Susu Ibu (ASI) merupakan susu yang tidak tergantikan untuk bayi [Fauzi]