Upaya MDMC Evakuasi Longsor Susulan Ponorogo

(Dokumen MDMC)

 

Ponorogo (10/04). Belum usai melakukan pencarian korban tanah longsor di Desa Banaran,  Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo akibat tanah longsor pada  1 April 2017, tanah longsor  terjadi kembali pada 9 April 2017 di Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Edi Suwito selaku Kordinator Rayon 1 Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur menyampaikan bahwa longsor yang terjadi pada 9 April memunculkan respon dari pemerintah Kabupaten Ponorogo agar evakuasi dari longsor 1 April untuk dihentikan sementara. “Relawan di tarik mundur, yg boleh masuk hanya dari Balai Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD), Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI, POLRI,” tambah Edi.

 

Laporan Situasi Lapangan Tim MDMC akibat dari tanah longsor susulan yakni bertambahnya kerugian berupa kerusakan dua rumah sebagai dapur umum (DU), satu mobil milik relawan, dan satu ekskavator yang tertimbun tanah, satu buah mobil K-9 terbawa longsoran tanah, dan tiga ekskavator terseret lumpur. Berbeda dengan kerugian akibat tanah longsor pada 1 April 2017, menyebabkan kerugian material maupun non material. Diantaranya empat korban meninggal, 24 korban hilang, satu orang luka berat, 19 orang luka ringan, dan 35 rumah tertimbun sehingga 269 jiwa atau 78 Kartu Keluarga (KK) diungsikan.

 

Paska tanah longsor upaya yang telah dilakukan relawan diantaranya dengan mengirimkan tim evakuasi dari  Search And Rescue (SAR) Muhammadiyah  sebanyak 20 Orang, menyediakan  dapur umum dan mendistribusikan  nasi bungkus sejumlah 10 000 nasi bungkus  dengan jumlah tim sebanyak 25 Orang, menyediakan  pos layanan kesehatan 24 Jam dengan satu tim kes sejumlah 10 Orang terdiri dari dokter, perawat, apoteker, crew ambulance  , melakukan kegiatan psikososial  dengan jumlah tim sebanyak 15 Orang yang terdiri dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMP), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), dan mengirimkan  Relawan Pertukangan  ( membangun shelter ). (SULIS)

Arif Jamali Muis

MDMC Indonesia

Indeks Berita