SD Cikal Jakarta, Belajar Restorasi Merapi Bersama Relawan MDMC

Yogyakarta- Siswa-siswi kelas 5 SD Internasional Refleksi Cinta Keluarga (Cikal) berkunjung dan belajar mengenal Merapi dan dan dampak erupsinya bersama relawan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center). Dengan lebih mengenal dampak erupsi Merapi, maka diharapkan para siswa dapat mempelajari bagaimana merestorasi lingkungan di sekitar Merapi, dan lebih aware dalam menghadapi bencana.

Demikian disapaikan Humas MDMC atau Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah Machhendra Setyo atmaja, saat ditemui di ruang kerjanya di gedung PP Muhammadiyah, jl. Cik Di Tiro 23 Yogyakarta, Kamis (21/04/2011). Machhendra mengungkapkan, kunjungan dan belajar mengenal Merapi yang dilakukan oleh SD Cikal, merupakan aksi positif  dalam rangka memberikan pengetahuan yang kelak dapat menjadi landasan berpikir para calon pemimpin bangsa.

“Mereka (siswa-siswi SD Cikal) belajar mencari data detail mengenai dampak merapi dan penanganannya, mulai dari masalah pemukiman, infrastruktur, hingga masalah habitat flora dan fauna yang pada akhirnya nanti dapat menjadi mindset ketika kelak mereka menjadi pemimpin,” ungkapnya. Saat ini menurut Machhendra banyak para pemimpin yang hanya mengerti permasalahan dan memecahkannya berdasarkan teori semata, yang seharusnya para pemimpin tersebut dapat lebih mendalami permasalahan di lapangan, dan memecahkan permasalahan tersebut berdasarkan kebutuhan masyarakat atau lingkungan setempat, termasuk di dalamnya adalah budaya.

Lebih lanjut menurut Machhendra, selama kunjungan SD Cikal selama 3 hari mulai 18 April 2011 lalu di Yogyakarta, para siswa diajak untuk mengenal dampak erupsi dan berbaur dengan masyarakat untuk mendapatkan data yang valid mengenai dampak dan penanganan Merapi. “Para siswa Cikal juga diajak untuk berkumpul bersama siswa SD Muhammadiyah Cepitsari di desa Cangkringan, untuk berinteraksi sesama siswa dan berbagi pengalaman ketika harus mengungsi akibat letusan gunung Merapi,” pungkasnya.

Indeks Berita