MDMC menjadi Bagian dari IHAM untuk Misi Kemanusiaan di Myanmar

(Dokumentasi Tim MDMC di Myanmar)

Myanmar (5/05). Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ikut mengambil peran dalam misi kemanusiaan di Myanmar melalui Indonesian Humanitarian Alliance For Myanmar (IHAM) sebagai  tim assessment. Selain MDMC terdapat pula Humanitarian Forum Indonesia (HFI), Dompet Dhuafa, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim (LPBI) Nahdatul Ulama (LPBI NU), Lembaga Amal Zakat Infaq dan Sedekah (Lazis) Wahdah, dan Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid. Misi yang dibawa IHAM bertajuk #IHAM_ Indonesian Humanitarian Aliance for Myanmar Humanitarian Assistance for Sustainable Community (HASCO) berlangsung selama 4-10 Mei 2017.

Rahmawati Husein selaku Wakil ketua MDMC PP Muhammadiyah menyampaikan keterlibatan MDMC PP Muhammadiyah dalam IHAM sebagai assessment bahwa sebagai lembaga kemanusiaan yang bersifat global memilki kepedulian terhadap masyarakat lokal maupun internasional dengan menyalurkan donasi yang masuk ke Muhammadiyah. Maka untuk menjamin keberlanjutan dan kemanfaatan yang diberikan memerlukan kerjasama dengan NGO yang lainnya. “Tetapi untuk jamin keberlanjutan dan kemanfaatan yang lebih, perlu bekerjasama dengan NGO lain,” tambah Rahmawati.

Kedatangan tim asessement disambut oleh Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Myanmar Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi di Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Myanmar.  Pada kesempatan tersebut Ito Sumardi memberikan arahan kepada tim asessement terkait dengan langkah yang akan dilakukan asesesment untuk masyarakat terdampak konflik di Rakhine Myanmar. Ito Sumardi juga memberikan motivasi kepada tim asessment agar misi kemanusiaan Indonesia dapat terlaksana sesuai tujuan IHAM.

Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Berkelanjutan (HASCO) akan dilaksanakan dengan bekerja sama dengan mitra lokal seperti Pemerintah Kotamadya Rakhine dan Sittwe dan Mangdaw, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal yang diakui di masyarakat, badan usaha lokal serta akademisi dan kelompok. “Tim assessment dapat bersinergi dengan pemerintah dan menjalin kerjasama dengan Civil Society Organization (CSO) lokal dan Non-Governmental Organization (NGO) International untuk menjalankan program Hasco, “ kata Bonifatus Agung Herindra selaku Minister Conselor Fungsi Bidang Politik.

Program yang diberikan oleh IHAM diantaranya Program Kesehatan, Program Pendidikan, dan Program Mata Pencaharian. Sejalan dengan itu Bonifatius Agung Herindra selaku Minister Counselor Fungsi Politik menyampaikan bahwa perlu adanya penekanan masalah kesehatan pada penduduk baik di wilayah pengungsian maupun di wilayah pedalaman, serta perlu adanya pendidikan kesehatan lingkungan untuk masyarakat terdampak di wilayah pengungsian.

Setelah diterima di Kedubes Myanmar, tim assessment melanjutkan agenda lainnya untuk mendapatkan hasil dari assessment dan kajian akhir yang dilakukan selama di Myanmar. (Sulis)

Sumber Informasi : Al-afik Anggota Divisi Pendidikan dan Pelatihan MDMC PP Muhammadiyah

Arif Jamali

MDMC Indonesia

Indeks Berita