Semangat MDMC untuk Warga Terdampak Grabag

 
 
Magelang -- MDMC. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyelenggarakan pengajian dan pentasyakuran untuk warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Grabag pada 29 April 2017 lalu. Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama dengan Lembaga Amil, Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu), Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM), dan Armada di serambi Mushola Telu Mas Dusun Ndeles. Menurut Margono selaku Ketua Posko MDMC PC Grabag dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk warga terdampak banjir dan tanah longsor sebagai pemulihan secara mental melalui pengajian dan bantuan sarana vital melalui penyerahan bantuan paket peralatan rumah tangga dan peralatan mandi.
 
Margono juga menambahkan bahwa langkah selanjutnya adalah pendampingan psikososial yang bekerjasama dengan UMM. Pendampingan ini menugaskan perwakilan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UMM untuk melakukan kaji cepat dengan warga terdampak khususnya anak-anak. Seperti yang disampaikan oleh Fanny Putri, mahasiswa Fikes UMM, bahwa untuk memulihkan mental dan trauma anak-anak terdampak banjir dan tanah longsor di Grabag, seluruh tim melalukan kegiatan psikososial berupa pemberian terapi bermain melalui pendekatan spiritual, sekolah ceria, dan konselor. “Anak-anak sangat antusias dengan tindakan psikososial yang diberikan. Bahkan mereka mengajak berenang, padahal kita khawatir kalau berenang akan mengingatkan pada banjir,” kata Fanny.
 
Pada kesempatan yang sama, Khoirul Umam selaku Kepala Desa Citrosono memberikan apresiasi kepada MDMC yang tanggap melakukan penanggulangan bencana dan tindakan pertolongan lainnya. Menurut beliau, kegiatan pengajian dan pentasyakuran ini sangat tepat dilakukan supaya warga mampu bangkit kembali dari musibah yang dialami. “Musibah berasal dari Allah SWT sebagai ujian agar kita dapat mengambil hikmahnya,” kata Khoirul Umam.
 
Dalam kegiatan tersebut, warga terdampak banjir dan tanah longsor diberikan tausyiah oleh Sulaiman Affandi, yang mengatakan bahwa bencana yang terjadi baik cepat ataupun lambat merupakan sebuah ujian dari Allah SWT. Seperti halnya Nabi Ibrahim yang telah lama mendambakan anak laki-laki, namun setelah mendapatkannya, Allah SWT memberikan ujian agar Nabi Ismail dijadikan qurban untuk menggantikan hewan yang akan diqurbankan pada saat itu. Dari situlah Nabi Ibrahim diuji tingkat keikhlasan untuk menerima ujian dari Allah SWT. Harapannya, setelah diberikan tausyiah warga terdampak dapat mengambil hikmah dari setiap ujian yang diberikan.
 
Setelah tausyiah ditutup, dilanjutkan dengan pentasyakuran yang ditandai oleh penyerahan paket bantuan untuk warga terdampak oleh Arif Jamali sebagai perwakilan dari MDMC PP Muhammadiyah. Sebelum penyerahan secara simbolis, beliau menyampaikan bahwa upaya yang dilakukan oleh relawan Muhammadiyah di Grabag merupakan sebuah semangat persyarikatan. Ke depannya, upaya ini dapat meningkatkan semangat relawan untuk tetap bertahan hingga masa rehabilitasi dan rekonstruksi selesai dilakukan. (Sulis)
 
Arif Jamali
MDMC Indonesia

Indeks Berita