MDMC Gelar SImulasi Penanggulangan Kecelakaan Pesawat

Surabaya - Sabtu (2/7) pagi sebuah pesawat jenis boing 737 mendarat darurat di bandara Juanda Sidoarjo akibat gagal terbang. Tiba-tiba pesawat sarat penumpang tersebut menghantam rumah penduduk hingga menimbulkan suara ledakan besar dan terbakar.

Setelah kecelakaan itu, segera tim rescue dari MDMC, Basarnas, PMK, BNPB, dan TNI AL datang untuk mengamankan pesawat dan melakukan evakuasi korban. Korban terlebih dahulu dikeluarkan dari badan pesawat hingga radius beberapa meter hingga ke lokasi aman. Di tempat tersebut, tela menunggu tim Medis untuk melakukan pertolongan kepada para korban.

Kejadian ini kontan menyebabkan kepanikan dan suasana mencekam, terlebih dengan bunyi sirine meraung-raung. Disusul datangnya 30 mobil ambulan yang bolak-balik membawa korban ke rumah sakit terdekat. Di samping itum dibangun pula rumah sakit darurat dari tenda di sekitar bangkai pesawat guna terus memberikan pertolongan untuk korban luka ringan maupun berat.

Kejadian tersebut merupakan gambaran dalam simulasi “Penanganan Korban Massal Kecelakaan Pesawat Terbang” yang diadakan Lembaga Penanggulangan Bencana - Muhammadiyah Disaster Management Center (LPB-MDMC) bekerjasama dengan Badan SAR Nasional (BASARNAS), TNI AL dan Universitas Muhammadiyah Surabaya. 

Latihan Gabungan ini disaksikan langsung oleh keta umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, di Landasan Udara TNI AL Juanda Sidoarjo, Sabtu Pagi, (02/07/2011). Didampingi ketua MDMC Budi Setiawan, serta Komandan LANUDAL Juanda, Din Syamsuddin mengikuti jalannya simulasi yang didukung 300 orang hingga akhir. 

Budi Santoso ketua Latihan Gabungan Relawan Muhammadiyah mengungkapkan, simulasi yang dilakukan ditujukan untuk membangun sistem koordinasi antar relawan Muhammadiyah untuk senantiasa siap dan waspada pada segala kondisi tanggap darurat, baik pada terjadinya bencana alam hingga pada terjadinya kecelakaan missal. Hal ini sekaligus bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat, betapa ormas Muhammadiyah sudah siap dilibatkan dalam penanganan bencana non konvensional.

Kegiatan tersebut aalah bagian dari kegiatan latihan gabungan dan rakernas MDMC Rumah Sakit Muhammadiyah seluruh Indonesia selama tiga hari, 1-3 Julia 2011, yang diselenggarakan di kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya. Acara ini diikuti 60 peserta yang merupakan tim DMC (Disaster Medic Commite) dari RS Muhammadiyah se-Indonesia, di antaranya : Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Surabaya dan kota lainnya.

Indeks Berita