Pejabat Militer Negara Sahabat, Terkesan Penanganan Bencana Muhammadiyah

Yogyakarta- Beberapa pejabat militer yang tergabung dalam Symposium on East Asian Security (SEAS) mengaku terkejut dan terkesan dengan metode yang dilakukan Muhammadiyah pada penanganan bencana di Indonesia, yang selama ini nyaris tidak ditemukan di negara-negara lain.

Hal tersebut terungkap dalam kunjungan dan diskusi peserta Symposium on East Asian Security (SEAS) bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah) di kantor PP Muhammadiyah jl. Cik Di Tiro No.23 Yogyakarta. Dalam kunjungan tersebut, para peserta SEAS diterima langsung oleh ketua PP Muhammadiyah Dahlan Rais dan sekretaris umum PP Muhammadiyah Agung Danarto, serta pimpinan dari MDMC.

Menurut salah satu peserta dari Bangladesh Quazi Shamsul, Muhammadiyah melalui MDMC nya telah memberikan pandangan baru dalam mengelola warga yang terkena dampak bencana, hal tersebut masih ditambah dengan kemampuan MDMC dalam mengelola pengungsi yang tidak sekedar membagikan logistik tetapi juga pendampingan. “Pengalaman yang luar biasa bisa secara langsung melihat dan belajar bagaimana MDMC memberikan semua hal mulai dari evakuasi, hingga memberikan pelatihan untuk memberikan alternatif ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya yang menjabat sebagai Koordinator Senior, Pusat Devisi Infantri, Tentara Bangladesh.

Sementara itu Kolonel Choong Hoong komandan Divisi 9 Pasukan Bersenjata Singapura mengungkapkan, dengan sumberdaya Muhammadiyah yang cukup besar di Indonesia, menjadi modal berharga bagi MDMC untuk bisa melakukan hal yang lebih bagi korban bencana.

Karen Grissette yang merupakan Public Diplomacy Advisor, Pacific Outreach Directorate, U.S. Pacific Command mengungkapkan, akan melaporkan segala hal yang ia pelajari mengenai penanganan bencana oleh Muhammadiyah yang dianggapnya luar biasa, karena mampu memaksimalkan potensi warga korban bencana untuk bangkit kembali.

Dalam kunjungannya ke Muhammadiyah, selain berdiskusi di PP Muhammadiyah, peserta SEAS juga berkesempatan untuk mengunjungi desa binaan MDMC yang terkena dampak langsung oleh erupsi Merapi tahun 2010 di desa Polengan, Srumbung, Magelang, Jawa Tengah. Pada kesempatan tersebut, para peserta SEAS dapat melihat langsung aktifitas warga yang sedang memproduksi patillo dan makanan lain sebagai andalan utama untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setelah erupsi merapi.

Keterangan Foto :

  •  Atas : Perserta SEAS bersama pengurus MDMC dan  warga Polengan, Srumbung, Magelang
  •  Kiri bawah dari atas ke bawah : Suasana interaksi peserta SEAS dengan warga Polengan, dijamu berbagai makanan khas lereng Merapi.

Sumber berita : www.muhammadiyah.or.id

Indeks Berita