Komunitas Siaga Bencana

 

Foto : Simulasi warga Cangkringan, lereng merapi, bersama relawan Muhammadiyah dan elemen relawan lain

Muhammadiyah yang telah berusia seratus tahun  telah membangun 12.783 komunitas , tersebar di seluruh Indonesia, yang berada di tingkat kampung/ desa lengkap dengan organisasi perempuan dan pemudanya. MDMC memandang modal sosial ini strategis untuk membawa pesan Pengelolaan Risiko Bencana  ke tingkat komunitas di Indonesia.

MDMC memprogramkan pembangunan komunitas siaga bencana yang telah diinisiasi oleh program - program Muhammadiyah sejak tahun 2006, dengan konsep pendampingan komunitas  pasca bencana yang dikenal dengan People Kampong Organized (PKO) , Child Disaster Awareness for School and Communities (CDASC) , Hospital and Communities Preparedness for Disaster Management (HCPDM)  dan Volcano Community - Hospital Ring (VaCHRi) . Program - program tersebut menjadi pembelajaran baik bagi MDMC untuk membangun program komunitas siaga bencana dengan menggunakan kekuatan jaringan kelembagaan.

Video Pembelajaran Program Komunitas Siaga Bencana :

 

 

Dalam konteks standarisasi, Program Komunitas Siaga Bencana mengacu juga pada Peraturan Kepala BNPB no 1/thn 2012 tentang Desa dan Kelurahan Tangguh yng bisa diunduh :

Sementara, MDMC telah mengembangkan sebuah konsep penguatan komunitas siaga dalam buku "Jamaah Tangguh Bencana" sebagai panduan "kepeloporan jaringan atau kader Muhammadiyah di tingkat komunitas untuk membangun komunitas tangguh bencana" yang bisa diunduh berikut :

MDMC juga telah mengembangkan perangkat kampanye kesiapsiagaan anak di komunitas :

 

Laporan Program Terkait :