Hari Ke-7 Pasca Bencana Sulsel, MDMC Berhasil Evakuasi Belasan Korban Meningga

Evakuasi Korban Banjir Sulsel
Evakuasi Korban Banjir Sulsel

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR — Memasuki hari ke-7 pasca bencana banjir dan longsor di Sulawesi Selatan, Selasa (22/1) Tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sulsel berhasil mengevakuasi korban.

Sekretaris MDMC Sulsel, Haeruddin Makkasau, mengatakan, sebanyak 13 korban meninggal berhasil dievakuasi.

“Ini berdasarkan laporan Koordinator SAR Poskoor MDMC Hasanuddin Wiratama yang juga Komandan Kokam Mahayuda Sulawesi Selatan. Korban meninggal yang berhasil dievakuasi 13 orang sampai hari ini,” ungkap Haeruddin kepada Media, Senin (28/1/2019).

Haeruddin menjelaskan bahwa untuk saat ini titik yang berhasil ditangani yakni di lokasi longsor Kabupaten Gowa. Selain membantu evakuasi korban melalui Tim SAR MDMC unsur Kokam ada beberapa bantuan yang diluncurkan.

“Mulai dari tim medis, tim assement, tim psikososial, bantuan logistik, sembako dan lainnya kepada warga,” imbuhnya.

“InsyaAllah kami segera membuka pos pelayanan khusus dataran tinggi yang sebelumya sudah dibuka dan berlangsung di kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah untuk  memaksimalkan pelayanan sesuai mekanisme pelayanan korban bencana Kabupaten Gowa,” katanya.

Dengan demikian, ia meminta doa agar evakuasi dan pelayanan kepada korban berjalan lancar dan dapat dimaksimalkan. (rls)

Sumber: http://www.fajaronline.co.id/read/67756/hari-ke-7-pasca-bencana-sulsel-mdmc-berhasil-evakuasi-belasan-korban-meninggal

MDMC Satu-satunya Tim Medis Indonesia Terdaftar di WHO

MDMC Satu-satunya EMT di WHO dari Indonesia
MDMC Satu-satunya EMT di WHO dari Indonesia
Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memenuhi undangan Fourth Emergency Medical Team (EMT) Mentor Workshop di Kota Genewa, Swiss

Muhammadiyah terus meningkatkan kapasitas tim medis bencana di tingkat global.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memenuhi undangan Fourth Emergency Medical Team (EMT) Mentor Workshop di Kota Genewa, Swiss. Pengurus MDMC PP Muhammadiyah, Corona Rintawan, menjadi perwakilannya.

Tidak cuma mewakili MDMC, kehadiran Corona mewakili Indonesia lantaran MDMC merupakan satu-satunya Tim Medis Darurat di Indonesia yang terdaftar WHO. Corona didampingi perwakilan Kementerian Kesehatan RI.

Kegiatan itu sendiri diikuti tidak kurang 54 peserta yang berasal dari berbagai negara di Benua Afrika dan Asia. MDMC diundang karena keterlibatan aktif dalam berbagai respon tanggap daruat dan kemanusiaan di luar negeri.

Utamanya, yang telah dilakukan MDMC beberapa tahun terakhir. Lokakarya di Swiss itu sendiri sudah kali keempat diselenggarakan WHO, dan memang diperuntukkan bagi calon mentor EMT di seluruh dunia.

“Ini merupakan salah satu rangkaian upaya MDMC untuk melakukan verifikasi agar menjadi bagian dari EMT dengan standar internasional,” kata Corona melalui rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (29/1).

Proses verifikasi WHO itu sekaligus merupakan komitmen Muhammadiyah untuk terus meningkatkan kapasitas tim medis bencana di tingkat global. Selama lokakarya, para peserta dilatih berbagai hal terkati EMT.

Utamanya, pemahaman, kapasitas dan keterampilan sebagai mentor EMT. Melalui langkah itu, diharapkan para mentor mempunyai kemampuan handal, sehingga dapat menjadi pendorong, fasilitator dan pembimbing terstandar EMT internasional.

Hingga tahun ini, sudah terdaftar 160 EMT dari seluruh dunia. Sayangnya, sampai hari ini pula, baru ada 22 EMT yang telah lulus verifikasi. Di Indonesia, saat ini MDMC merupakan satu-satunya EMT yang terdaftar di WHO.

“Dan direncanakan lulus proses verifikasi pada 2019,” ujar Corona.

Kiprah MDMC sendiri di dalam negeri sudah tidak terbantahkan. Perannya, bahkan sejak belum membawa nama MDMC, telah dirasakan dalam hampir tiap penanggulangan bencana yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Belakangan, MDMC turut memrakarsai pemahaman penanggulangan bencana tidak cuma dilakukan dalam rangka kegawatdaruratan atau setelah bencana. Ada mitigasi yang wajib diberikan kepada masyarakat.

Hari ini, tidak cuma lembaga-lembaga di Muhammadiyah atau di Indonesia. MDMC telah menjalin kerja sama dengan beragam lembaga yang memiliki konsen seputar kebencanaan di negara-negara dunia.

Sumber: https://www.republika.co.id/berita/nasional/sang-pencerah/19/01/29/pm367i368-mdmc-satusatunya-tim-medis-indonesia-terdaftar-di-who

MDMC Sudah Terdaftar sebagai EMT di WHO

Workshop dan Mentoring Tim Medis Darurat Keempat
Workshop dan Mentoring Tim Medis Darurat Keempat
MDMC menghadiri pertemuan Fourth Emergency Medical Team (EMT) Mentor Workshop di Jenewa Swiss (ist/mdmc)

JENEWA, MENARA62.COM – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menjadi satu-satunya Emergency Medical Team (EMT) asal Indonesia yang sudah terdaftar di Organisasi Kesehatan Dunia WHO. Lembaga tersebut mendapat kehormatan untuk menghadiri “Fourth Emergency Medical Team (EMT) Mentor Workshop” di Kota Genewa, Swiss yang diselenggarakan WHO pada 23-25 Januari 2019.

Dalam kesempatan tersebut dr. Corona Rintawan, Sp.EM., Pengurus MDMC PP Muhammadiyah menjadi peserta perwakilan dari Indonesia bersama dengan perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI. Acara ini dihadiri oleh 54 peserta dari berbagai negara di benua Afrika dan Asia.

MDMC diundang karena keterlibatan aktif dalam berbagai respon tanggap darurat dan kemanusiaan di luar negeri dalam beberapa tahun terakhir. Workshop ini sudah kali keempat diselenggarakan oleh WHO dan diperuntukkan bagi calon mentor EMT di seluruh dunia. Workshop ini merupakan salah satu rangkaian upaya MDMC untuk melakukan verifikasi agar menjadi bagian dari EMT dengan standar internasional.

“Proses verifikasi WHO ini merupakan upaya dan komitmen Muhammadiyah untuk meningkatkan kapasitas tim medis bencana di tingkat global,” jelas dr Corona dalam siaran persnya, Senin (28/1/2019).

Dalam workshop ini para peserta dilatih berbagai hal terkait EMT terutama pemahaman, kapasitas, dan ketrampilan sebagai mentor EMT. Dengan begitu, diharapkan para mentor mempunyai kemampuan handal sehingga dapat menjadi pendorong, fasilitator dan pembimbing negara/lembaga yang mengajukan proses verifikasi sebagai EMT internasional.

Sampai dengan tahun ini sudah terdaftar 160 EMT dari seluruh dunia. Akan tetapi, baru 22 EMT yang telah lulus verifikasi. Di Indonesia sendiri, saat ini MDMC Indonesia adalah satu-satunya EMT yang terdaftar di WHO dan direncanakan lulus proses verifikasi di tahun 2019. (MDMC/Sapari/AT)

Sumber: http://menara62.com/2019/01/28/mdmc-sudah-terdaftar-sebagai-emt-di-who/

MDMC menjadi Satu-Satunya Tim Medis Darurat di Indonesia yang Terdaftar di WHO

Workshop dan Mentoring Tim Medis Darurat Keempat
Workshop dan Mentoring Tim Medis Darurat Keempat

Genewa, Swiss (27/01) –Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) pada 23-25 Januari 2019 lalu mendapat undangan dari WHO untuk menghadiri “Fourth Emergency Medical Team (EMT) Mentor Workshop” di Kota Genewa, Swiss. dr. Corona Rintawan, Sp.EM., Pengurus MDMC PP Muhammadiyah menjadi peserta perwakilan dari Indonesia bersama dengan perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI. Acara ini dihadiri oleh 54 peserta dari berbagai negara di benua Afrika dan Asia.

MDMC diundang karena keterlibatan aktif dalam berbagai respon tanggap darurat dan kemanusian di luar negeri dalam beberapa tahun terakhir. Workshop ini sudah kali keempat diselenggarakan oleh WHO dan diperuntukkan bagi calon mentor EMT di seluruh dunia. Workshop ini merupakan salah satu rangkaian upaya MDMC untuk melakukan verifikasi agar menjadi bagian dari EMT dengan standar internasional. Proses verifikasi WHO ini merupakan upaya dan komitmen Muhammadiyah untuk meningkatkan kapasitas tim medis bencana di tingkat global.

Dalam workshop ini para peserta dilatih berbagai hal terkait EMT terutama pemahaman, kapasitas, dan ketrampilan sebagai mentor EMT. Dengan begitu, diharapkan para mentor mempunyai kemampuan handal sehingga dapat menjadi pendorong, fasilitator dan pembimbing negara/lembaga yang mengajukan proses verifikasi sebagai EMT internasional. Sampai dengan tahun ini sudah terdaftar 160 EMT dari seluruh dunia. Akan tetapi, baru 22 EMT yang telah lulus verifikasi. Di Indonesia sendiri, saat ini MDMC Indonesia adalah satu-satunya EMT yg terdaftar di WHO dan direncanakan lulus proses verifikasi di tahun 2019. (MDMC/Sapari/AT)

Sumber: http://suaraaisyiyah.aisyiyah.or.id/id/berita/mdmc-menjadi-satusatunya-tim-medis-darurat-di-indonesia-yang-terdaftar-di-who.html

Siapkan Kader Tangguh, MDMC Jateng Laksanakan Diklat SAR

Diklat SAR Kudus
Diklat SAR Kudus

MUHAMMADIYAH.ID, KUDUS — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Tengah melaksanakan pendidikan dan pelatihan (diklat) SAR Tingkat Dasar Gunung Rimba (jungle rescue) tahun 2019 pada 24-27 Januari 2019  di hutan Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Kegiatan ini diikuti oleh  81 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Banten.

Naibul Umam Eko Sakti, Ketua MDMC Jawa Tengah  menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya MDMC Jawa Tengah dalam mempersiapkan kader-kader tangguh untuk menjadi tim SAR yang tangguh agar bisa diterjunkan setiap saat ketika dibutuhkan.

 “Sejak  tahun 2009 kami menggalakkan kegiatan diklat SAR bagi Angkatan Muda Muhammadiyah di seluruh Jawa Tengah, keikutsertaan mereka kami harapkan menjadi embrio terwujudnya kader persyarikatan yang handal dalam penanggulangan bencana,” katanya,” katanya. 

Adapun materi yang diberikan kepada para peserta yakni  Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai materi wajib, Dasar-Dasar Penanggulangan Bencana, Pertolongan Pertama Gawat Darurat, Mountainering dan Vertical Rescue, Navigasi Darat, Survival, Bivak, Manajemen Perjalanan Gunung dan Hutan, Komunikasi Lapangan serta Simulasi SAR. 

“Harapannya,  para peserta dapat mengikuti materi dengan penuh kedisiplinan dan tetap melaksanakan kewajiban sholat apapun kondisi tempat, pakaian dan badan mereka,” harapnya. (nisa)

Sumber: Sapari http://m.muhammadiyah.or.id/id/news-15856-detail-siapkan-kader-tangguh-mdmc-jateng-laksanakan-diklat-sar.html

MDMC Jateng Laksanakan Diklat SAR Saat Cuaca Ekstrem

MDMC Adakan Diklat SAR
MDMC Adakan Diklat SAR
Diklat SAR Kudus. Foto: http://pepiperdiansyah.com/

PWMJATENG.COM, Kudus – MDMC Jawa Tengah melaksanakan Diklat SAR Tingkat Dasar Gunung Rimba tahun 2019. Diklat ini dilaksanakan dari tanggal 24  sampai 27 Januari 2019 bertempat di Kudus, tepatnya hutan desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus

Diklat tersebut diikuti oleh 81 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah dan Banten. Pembukaan diklat dilaksanakan di Stikes Muhammadiyah Kudus, selanjutnya dilaksanakan di hutan desa Colo tepatnya di sekitar kawasan hutan di atas air terjun Montel.

Naibul Umam Eko Sakti, Ketua MDMC Jawa Tengah saat ditemui di lokasi menyampaikan bahwa Diklat SAR tingkat dasar ini menjadi bagian dari upaya MDMC Jawa Tengah mempersiapkan kader-kader tangguh untuk menjadi tim SAR yang tangguh agar bisa diterjunkan setiap saat ketika dibutuhkan.

“Sejak  tahun 2009 kami menggalakkan kegiatan diklat SAR bagi Angkatan Muda Muhammadiyah di seluruh Jawa Tengah, keikutsertaan mereka kami harapkan menjadi embrio terwujudnya kader persyarikatan yang handal dalam penanggulangan bencana,” katanya.

Lebih lanjut Naibul Umam mengatakan “Diklat ini bertujuan untuk membentuk Tim SAR Muhammadiyah yang tangguh dan punya mobilitas yang tinggi dalam penanggulangan bencana,” lanjutnya.

Berbagai materi diberikan kepada para peserta dari mulai materi umum Al Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai materi wajib, Dasar-Dasar Penanggulangan Bencana, Pertolongan Pertama Gawat Darurat, Mountaineriing dan Vertical Rescue, Navigasi Darat, Survival, Bivak, Manajemen Perjalanan Gunung dan Hutan, Komunikasi Lapangan serta Simulasi SAR. Semua materi dilaksanakan dalam suasana pendidikan yang penuh disiplin tinggi, cuaca dan tempat ekstrim untuk menguji ketangguhan mental peserta.

Sebagai ciri khas kegiatan Persyarikatan Muhammadiyah adalah tetap dilakukannya kegiatan sholat wajib meskipun dalam situasi dan kondisi apapun. “Kami tetap melaksanakan kewajiban sholat bagi peserta dalam kondisi apapun dengan menerapkan fiqih kebencanaan yang telah ditetapkan Muhammadiyah sebagai pedoman,” kata Naibul Umam.

Seperti saat hari Jum’at, 25 Januari 2019 sholat Jum’at tetap dilaksanakan baik oleh peserta maupun panitia dan instruktur. Para peserta melaksanakan sholat di lapangan tempat latihan, sementara panitia dan sebagian instruktur yang tidak sedang bertugas di lapangan melaksanakan sholat Jum’at di sebuah rumah yang dikenal dengan sebutan “Omah Alas” dan biasa dipakai untuk melaksanakan flying fox di kawasan hutan tersebut.

Bertindak selaku imam dan khotib sholat Jum’at di Omah Alas tersebut adalah Naibul Umam sendiri yang dalam khutbahnya menyampaikan pentingnya mitigasi bencana. Dibarengi dengan guyuran hujan deras dan badai yang kencang, sholat Jum’at tetap dilaksanakan dengan khidmat dari awal hingga selesai.

Kawasan hutan Desa Colo mempunyai kontur tanah dengan kemiringan cukup ekstrim hingga 900, hanya sebagian kecil saja di punggung-punggung bukit ada kontur tanah datar. Sementara cuaca saat dilaksanakan diklat juga cukup ekstrim karena terjadi hujan intensitas tinggi terus menerus dan bahkan seringkali terjadi badai. Di tempat dan cuaca sedemikian ekstrim tersebut, para peserta dituntut untuk tetap terus mengikuti materi dengan penuh kedisiplinan dan tetap melaksanakan kewajiban sholat apapun kondisi tempat, pakaian dan badan mereka.

Sumber : Sapari MDMC http://pwmjateng.com/mdmc-jateng-laksanakan-diklat-sar-saat-cuaca-ekstrem/