Pengumuman Lelang Mesin Penggerak Perahu

Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah/Muhammadiyah Disaster Management Center PP Muhammadiyah bekerja sama dengan berbagai pihak melakukan respon kemanusiaan untuk warga terdampak gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Provinsi Sulawesi Tengah. Untuk keperluan program pendampingan nelayan terdampak gempa bumi dan tsunami di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Palu, MDMC melakukan pengadaan berupa:

Dengan ketentuan sebagai berikut

  1. Menyesuaikan spesifikasi mesin seperti yang tercantum pada dokumen berikut: unduh dokumen
  2. Peserta lelang merupakan perusahaan aktif, tidak sedang pailit dan tidak sedang dalam pengawasan pengadilan.
  3. Seluruh anggota komite lelang program pendampingan untuk nelayan MDMC beserta keluarganya tidak diperkenankan mengikuti lelang.  
  4. Peserta lelang mengirimkan dokumen penawaran dalam amplop tertutup dengan kode MP1 pada sudut kiri atas amplop.
  5. Dokumen penawaran beserta seluruh kelengkapannya  dikirim melalui pos selambat-lambatnya tanggal 22 April 2019 cap Pos ke alamat:
MDMC SULAWESI TENGAH PO BOX 1912 KOTA PALU
  • Dokumen penawaran sekurang-kurangnya mencakup:
  • Surat penawaran yang memuat informasi tentang pesifikasi produk, informasi pembayaran, informasi pengiriman serta informasi harga (harga yang disampaikan sudah termasuk pajak dan biaya pengiriman sampai gudang MDMC di Sirenja, Kabupaten Donggala, Palu)
  • Profil perusahaan dan Fotokopi dokumen legalitas perusahaan serta fotokopi NPWP
  • Surat pernyataan bahwa perusahaan tidak sedang dalam pengawasan pengadilan dan tidak sedang pailit.
  • Keputusan komite lelang bersifat mengikat dan tidak dapat diganggu gugat.

Jadwal Pengadaan Mesin Perahu

7 April 2019 Publikasi

7-22 April 2019 Masa penyampaian penawaran

27 April 2019 Pembukaan dokumen penawaran

29 April 2019 Analisa dokumen penawaran

30 April 2019 Pengumuman pemenang tender

1-3 Mei 2019 Negosiasi kontrak

4 Mei 2019 Penandatanganan kontrak

18-31 Mei 2019 Masa Pengiriman barang

Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut bisa menghubungi surel: finance@mdmc.or.id

MDMC Selenggarakan Workshop Emergency Medical Team – International

Yogyakarta- Sebagai bagian dari misi mewujudkan tim medis internasional yang diakui oleh WHO, MDMC menyelenggarakan workshop lagi. Kali ini fokus pada penyusunan prosedur-prosedur terkait layanan klinis medis, logistik, administrasi dan lain-lain.

Workshop yang dilaksanakan selama 2 hari (27-28 Maret) ini dibuka oleh Ketua MDMC Bp. Budi Setiawan, dipimpin oleh koordinator EMT Internasional MDMC dr. Corona Rintawan, dan dilaksanakan di bawah mentoring langsung dari WHO Indonesia dan Australian Medical Action Team (AUSMAT).

Tak hanya dari internal Muhammadiyah dan pimpinan MDMC, workshop kali ini dihadiri oleh berbagai pihak, seperti Kementrian Kesehatan, Persatuan Dokter Emergensi Indonesia dan lain sebagainya. Selain untuk memperkaya perspektif, juga untuk memperluas manfaat workshop ini untuk lembaga-lembaga lain.

_______
Reporter: Alim

MDMC Rancang SOP untuk Tim Medis Darurat pada Misi Internasional

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Bertempat di Graha Suara Muhammadiyah, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menyelenggarakan workshop penyusunan Standard Operation Prosedure (SOP) atau prosedur tetap untuk Emergency Medical Team (EMT) kamis (28 Maret).

Hadir di antaranya dr Peter Archer yang merupakan mentor dari AUSMAT Australia untuk bersama personil MDMC dan utusan dari berbagai RS Muhammadiyah/Aisyiyah membahas finalisasi SOP.

Ikut juga dr Ekasakti Octohariyanto dari Persatuan Dokter Emergency Indonesia (PDEI), dan Gede Yogadhita dari WHO kantor Indonesia. “Kami kagum dengan MDMC yang dalam dua bulan dapat menyelesaikan 90 buah SOP,” kata Gede dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua MDMC Budi Setiawan menyampaikan bahwa Muhammadiyah akan terus berusaha untuk memenuhi target waktu untuk verifikasi EMT ini. “Kami harap bisa terus bekerjasama dengan semua pihak,” demikian ketua MDMC sejak 2010 ini menekankan.

Menurut dr Corona Rintawan, personil Divisi Diklat MDMC yang menggawangi proses sertifikasi EMT ini, workshop ini diharapkan bisa menuntaskan semua SOP yang diperlukan  EMT di level 1. Sehingga tim medis Muhammadiyah yang beroperasi dalam misi kemanusiaan internasional memenuhi standar dan terverifikasi yang diakui lembaga internasional.

Kegiatan ini merupakan bagian dari perjalanan yang cukup panjang, dimana setelah pembahasan SOP akan dilanjutkan dengan pemenuhan perangkat tim, rekruitmen personil tim, serta pelatihan – pelatihan.

Rangkaian kegiatan ini didukung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Lazismu, Majelis Pembina Kesehatan Umum PP Muhammadiyah dan juga WHO. (Humas MDMC)

Sumber:
http://www.suaramuhammadiyah.id/2019/03/29/mdmc-rancang-sop-untuk-tim-medis-darurat-pada-misi-internasional/

MDMC Kebut SOP untuk Tim Medis Darurat pada Misi Internasional


MUHAMMADIYAHID,  YOGYAKARTA-Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menyelenggarakan workshop penyusunan Standard Operation Prosedure (SOP) atau prosedur tetap untuk Emergency Medical Team (EMT) pada Kamis (28/3). 

Hadir dalam acara tersebut,  dr Peter Archer yg merupakan mentor dari AUSMAT Australia bersama personil MDMC dan utusan dari berbagai RS Muhammadiyah dan Aisyiyah.Selain itu hadir juga dr Ekasakti Octohariyanto dari Persatuan Dokter Emergency Indonesia (PDEI), dan Gede Yogadhita dari WHO kantor Indonesia. 

 “Kami kagum dengan MDMC yang dalam dua bulan dapat menyelesaikan 90 buah SOP, ” kata Gede dalam sambutannya. Sementara Ketua MDMC Budi Setiawan menyampaikan bahwa Muhammadiyah akan terus berusaha untuk memenuhi target waktu untuk verifikasi EMT ini.  “Kami harap bisa terus bekerjasama dengan semua pihak,” jelas Budi. 

Sementara menurut dr Corona Rintawan, personil Divisi Diklat MDMC yang menggawangi proses sertifikasi EMT ini, workshop ini diharapkan bisa menuntaskan semua SOP yang diperlukan  EMT di level 1. Sehingga tim medis Muhammadiyah yang beroperasi dalam misi kemanusiaan internasional memenuhi standar dan terverifikasi diakui lembaga internasional. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari perjalanan yang cukup panjang, dimana setelah pembahasan SOP akan dilanjutkan dengan pemenuhan perangkat tim, rekruitmen personil tim, serta pelatihan – pelatihan. Rangkaian kegiatan ini didukung oleh kementrian kesehatan, Lazismu, Majelis Pembina Kesehatan Umum PP Muhammadiyah dan juga WHO.

Sumber:
http://m.muhammadiyah.or.id/id/news-16239-detail-mdmc-kebut-sop-untuk-tim-medis-darurat-pada-misi-internasional.html

Maharesigana UMM Siap Lakukan Pendampingan PRB Pasca TOF

Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah mengikuti Training of Facilitator (TOF) yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). TOF diselenggarakan selama tiga hari di Kediaman Rosi Hendrawan selaku Ketua MDMC Kabupaten Malang (7-9/3). TOF dihadiri oleh Wahyu Heniwati dari Divisi Pengurangan Risiko Bencana dan Kesiapsiagaan Pimpinan Pusat MDMC (PP-MDMC) sebagai pemateri dan 10 pengurus Maharesigana sebagai peserta.

Peserta TOF mendapatkan materi bagaimana melakukan pendampingan Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Ada beberapa hal yang harus dilakukan saat pendampingan PRB yaitu melakukan asesmen atau penggalian data berbagai jenis ancama (hazard) yang ada di suatu wilayah, melakukan pemetaan wilayah, melakukan analisis pemeringkatan ancaman menggunakan pendekatan multi ancaman, memahami karakter suatu ancaman, dan penilaian resiko bencana. “Jika hal itu semua telah selesai dilakukan, selanjutnya adalah membuat rencana aksi,” jelas Wahyu Heniwati.

Selanjutnya, peserta TOF diberi kesempatan untuk mempraktekan ilmu yang sudah didapatkan dengan menggunakan tools yang tersedia. Peserta diminta untuk mengkaji ancaman di suatu wilayah hingga menentukan rencana aksi yang harus dilakukan. Peserta dibagi menjadi tiga tim, yaitu tim PRB di sekolah, tim PRB di desa, dan tim PRB di wilayah khusus seperti wilayah pantai dan hilir atau hulu sungai. “Maharesigana diharapkan siap dalam memberikan pendampingan PRB baik pada Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) atau pun pada Masyarakat Tangguh Bencana (Mastana),” jelas Pendiri Yayasan Daya Anisa tersebut.

Rosi Hendrawan yang turut mendampingi berjalannya kegiatan TOF menjelaskan, perlu diketahui bahwa Indonesia sebagai wilayah yang terkenal dengan banyaknya gunung api atau biasa disebut wilayah ring of fire. Selain itu, Indonesia adalah wilayah bertemunya lempeng eurasia, indo-australia, dan pasifik sehingga Indonesia menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi bencana cukup tinggi. Oleh karena itu, pentingnya melakukan PRB sejak dini diberbagai wilayah. “Maharesigana menjadi salah satu penggerak mitigasi bencana diberbagai sektor atau wilayah. Saya sangat salut dengan semangat belajar yang mereka miliki,” jelasnya.

Indra Fery selaku Ketua Maharesigana menjelaskan, bahwa setiap relawan dapat berkontribusi dalam dunia kebencanaan tidak hanya dilakukan dengan respon saat terjadinya bencana, namun juga dapat dilakukan saat sebelum terjadinya bencana dengan cara melakukan pengurangan risiko bencana dan Kesiapsiagaan Bencana. TOF adalah salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas relawan dalam melakukan mitigasi bencana. (Nata Hendriati/ Maharesigana UMM)

Evaluasi Pelaksanaan Respon Kesehatan Pasca Bencana Palu, Muhammadiyah selenggarakan Seminar di Jakarta

Jakarta (27/02) — Muhammadiyah Disaster Management Center sebagai salah satu NGO di Indonesia telah mengoordinir sebanyak 206 orang tenaga kesehatan yang berasal dari Rumah Sakit Muhammadiyah/’Aisyiyah dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah/’Aisyiyah se-Indonesia untuk mendukung sistem pelayanan kesehatan di Sulawesi Tengah pasca bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi di Palu.

Dalam kejadian bencana, fasilitas kesehatan sangat dibutuhkan sebagai pusat rujukan kesehatan masyarakat akibat terdampak bencana. Berkaca pada kejadian bencana di Palu, sistem rujukan medis terganggu. Puskesmas tidak bisa dengan mudah merujuk pasien ke rumah sakit rujukan. Korban yang membutuhkan pembedahan dan rawatan paska operasi harus dirujuk hingga ke Makassar. Rumah sakit setempat sudah kelebihan beban, dan seringkali berhenti melakukan tindakan/operasi bila ada guncangan gempa.

Ragam kegiatan layanan kesehatan Muhammadiyah terdiri dari layanan kesehatan dukungan bagi RS Pemerintah, Puskesmas dan juga di Klinik maupun pos pelayanan kesehatan (Posyan MDMC). Layanan kesehatan keliling, edukasi dan promosi kesehatan, edukasi kesehatan reproduksi, dan dukungan nutrisi tambahan bagi bayi, anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan difabel, dan pelatihan maupun lokakarya bagi puskesmas adalah bentuk layanan dukungan MDMC pasca tanggap darurat.

Sebagai pembelajaran pelaksanaan Respon Kesehatan pada Fase Tanggap Darurat, MDMC Muhammadiyah bekerja sama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI dan didukung oleh Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Pemerintah Australia menyelenggarakan Seminar Nasional Evaluasi Sistem Pelayanan Kesehatan Tanggap Darurat di Sulawesi Tengah yang dilaksanakan pada hari Rabu, 27 Februari 2019 pukul 09.00-15.00 bertempat di Meeting Room Aston Pluit Hotel & Residence, Penjaringan, Jakarta Utara.

dr. Achmad Yurianto selaku Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI sebagai Keynote Speech di Seminar Evaluasi Sistim Pelayanan Tanggap Darurat di Sulawesi Tengah

Pada acara ini disampaikan keynote speech mengenai “Sistem dan Manajemen Pelayanan Krisis Kesehatan pada saat Tanggap Darurat Bencana” dari Kepala Pusat Krisis Kesehatan (PKK) Kementerian Kesehatan RI. Pembicara lainnya yang akan memberikan materi adalah Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Wakil Ketua MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Palang Merah Indonesia, dan perwakilan kepala puskesmas masing-masing dari Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala. Rekam Proses rangkaian kegiatan ini bisa disimak di sini.

MDMC TURUT BERDUKA CITA ATAS BERPULANGNYA KONSULTAN AHLI MDMC, Bpk Ir. Rovicky Dwi Putrohari M.Sc

Ucapan Belasungkawa Atas Meninggalnya Konsultan Ahli MDMC
Ucapan Belasungkawa Atas Meninggalnya Konsultan Ahli MDMC

Innalillahi wa Innailaihi rajiun, Keluarga besar MDMC mengucapkan duka cita terdalam atas meninggalnya Bpk Ir. Rovicky Dwi Putrohari M.Sc. (Konsultan Ahli MDMC) pada hari Senin 4 Maret 2019, pukul 02:05 WIB dini hari, di RSPI Pondok Indah, Jakarta. Jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Kebayoran Height KR A9/9, Bintaro Jaya, Sektor 7, Tangerang Selatan.

Beliau merupakan pengelola link situs dongeng geologi https://geologi.co.id yg telah banyak berbagi tentang pengetahuan potensi kebencanaan di Indonesia. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan yang Maha Esa, dilapangkan kuburnya, diampuni segala dosanya dan semoga sumbangsih beliau dalam bidang kebencanaan dapat menjadi amal jariyah Aamiin. (MDMC/Azza)

Perusahaan Teknologi Medis Salurkan Bantuan untuk Sulawesi Tengah melalui MDMC

PT Becton Dickinson Berikan Bantuan Melalui MDMC
PT Becton Dickinson Berikan Bantuan Melalui MDMC

Jakarta (18/02)—Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menerima bantuan dari PT Becton Dickinson, sebuah perusahaan yang berfokus pada teknologi medis, untuk masyarakat terdampak bencana di Sulawesi Tengah.

Bantuan ini dikumpulkan dari enam country office di Asia Tenggara dan diharapkan dapat dipergunakan membantu masyarakat terdampak di Sulawesi Tengah yang saat sedang berada ada masa transisi dari masa tanggap darurat ke tahap pemulihan.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh General Manager PT Becton Dickinson, Hari Nurcahyo, dan diterima oleh MDMC PP Muhammadiyah yang diwakili oleh Khotimun Sutanti, Abdul Malik, dan Mashuri Masyuhada yang merupakan wakil sekretaris MDMC PP Muhammadiyah pada Selasa, 12 Februari 2019 di Gedung Pusat Muhammadiyah, Jakarta.

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat terdampak gempa dan tsunami Sulawesi Tengah segera pulih dan bangkit kembali,” ujar Hari Nurcahyo.

Lebih lanjut Hari mengungkapkan bahwa perusahaannya memiliki tenaga medis yang siap diperbantukan dalam kondisi darurat dan bencana melalui Muhammadiyah.

MDMC PP Muhammadiyah menyampaikan penghargaan kepada PT Becton Dickinson atas bantuan yang disalurkan melalui MDMC.

“Secara kelembagaan, kami sampaikan bahwa tim medis MDMC yang diterjunkan ke lokasi bencana memiliki verifikasi tertentu di Muhammadiyah, terutama jika ada pihak yang ingin ikut seta bersama tim MDMC,” ujar Abdoel Malik, Wakil Sekretaris MDMC.

Ke depannya, MDMC berharap peran dan sinergi bersama lembaga usaha ini dapat terjalin melalui sharing pengetahuan dan pengalaman dokter-dokter dari PT Becton Dickinson dengan Muhammadiyah. (MDMC/Imun)