MDMC Satu-satunya Tim Medis Indonesia Terdaftar di WHO

MDMC Satu-satunya EMT di WHO dari Indonesia
MDMC Satu-satunya EMT di WHO dari Indonesia
Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memenuhi undangan Fourth Emergency Medical Team (EMT) Mentor Workshop di Kota Genewa, Swiss

Muhammadiyah terus meningkatkan kapasitas tim medis bencana di tingkat global.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memenuhi undangan Fourth Emergency Medical Team (EMT) Mentor Workshop di Kota Genewa, Swiss. Pengurus MDMC PP Muhammadiyah, Corona Rintawan, menjadi perwakilannya.

Tidak cuma mewakili MDMC, kehadiran Corona mewakili Indonesia lantaran MDMC merupakan satu-satunya Tim Medis Darurat di Indonesia yang terdaftar WHO. Corona didampingi perwakilan Kementerian Kesehatan RI.

Kegiatan itu sendiri diikuti tidak kurang 54 peserta yang berasal dari berbagai negara di Benua Afrika dan Asia. MDMC diundang karena keterlibatan aktif dalam berbagai respon tanggap daruat dan kemanusiaan di luar negeri.

Utamanya, yang telah dilakukan MDMC beberapa tahun terakhir. Lokakarya di Swiss itu sendiri sudah kali keempat diselenggarakan WHO, dan memang diperuntukkan bagi calon mentor EMT di seluruh dunia.

“Ini merupakan salah satu rangkaian upaya MDMC untuk melakukan verifikasi agar menjadi bagian dari EMT dengan standar internasional,” kata Corona melalui rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (29/1).

Proses verifikasi WHO itu sekaligus merupakan komitmen Muhammadiyah untuk terus meningkatkan kapasitas tim medis bencana di tingkat global. Selama lokakarya, para peserta dilatih berbagai hal terkati EMT.

Utamanya, pemahaman, kapasitas dan keterampilan sebagai mentor EMT. Melalui langkah itu, diharapkan para mentor mempunyai kemampuan handal, sehingga dapat menjadi pendorong, fasilitator dan pembimbing terstandar EMT internasional.

Hingga tahun ini, sudah terdaftar 160 EMT dari seluruh dunia. Sayangnya, sampai hari ini pula, baru ada 22 EMT yang telah lulus verifikasi. Di Indonesia, saat ini MDMC merupakan satu-satunya EMT yang terdaftar di WHO.

“Dan direncanakan lulus proses verifikasi pada 2019,” ujar Corona.

Kiprah MDMC sendiri di dalam negeri sudah tidak terbantahkan. Perannya, bahkan sejak belum membawa nama MDMC, telah dirasakan dalam hampir tiap penanggulangan bencana yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Belakangan, MDMC turut memrakarsai pemahaman penanggulangan bencana tidak cuma dilakukan dalam rangka kegawatdaruratan atau setelah bencana. Ada mitigasi yang wajib diberikan kepada masyarakat.

Hari ini, tidak cuma lembaga-lembaga di Muhammadiyah atau di Indonesia. MDMC telah menjalin kerja sama dengan beragam lembaga yang memiliki konsen seputar kebencanaan di negara-negara dunia.

Sumber: https://www.republika.co.id/berita/nasional/sang-pencerah/19/01/29/pm367i368-mdmc-satusatunya-tim-medis-indonesia-terdaftar-di-who

MDMC Sudah Terdaftar sebagai EMT di WHO

Workshop dan Mentoring Tim Medis Darurat Keempat
Workshop dan Mentoring Tim Medis Darurat Keempat
MDMC menghadiri pertemuan Fourth Emergency Medical Team (EMT) Mentor Workshop di Jenewa Swiss (ist/mdmc)

JENEWA, MENARA62.COM – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menjadi satu-satunya Emergency Medical Team (EMT) asal Indonesia yang sudah terdaftar di Organisasi Kesehatan Dunia WHO. Lembaga tersebut mendapat kehormatan untuk menghadiri “Fourth Emergency Medical Team (EMT) Mentor Workshop” di Kota Genewa, Swiss yang diselenggarakan WHO pada 23-25 Januari 2019.

Dalam kesempatan tersebut dr. Corona Rintawan, Sp.EM., Pengurus MDMC PP Muhammadiyah menjadi peserta perwakilan dari Indonesia bersama dengan perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI. Acara ini dihadiri oleh 54 peserta dari berbagai negara di benua Afrika dan Asia.

MDMC diundang karena keterlibatan aktif dalam berbagai respon tanggap darurat dan kemanusiaan di luar negeri dalam beberapa tahun terakhir. Workshop ini sudah kali keempat diselenggarakan oleh WHO dan diperuntukkan bagi calon mentor EMT di seluruh dunia. Workshop ini merupakan salah satu rangkaian upaya MDMC untuk melakukan verifikasi agar menjadi bagian dari EMT dengan standar internasional.

“Proses verifikasi WHO ini merupakan upaya dan komitmen Muhammadiyah untuk meningkatkan kapasitas tim medis bencana di tingkat global,” jelas dr Corona dalam siaran persnya, Senin (28/1/2019).

Dalam workshop ini para peserta dilatih berbagai hal terkait EMT terutama pemahaman, kapasitas, dan ketrampilan sebagai mentor EMT. Dengan begitu, diharapkan para mentor mempunyai kemampuan handal sehingga dapat menjadi pendorong, fasilitator dan pembimbing negara/lembaga yang mengajukan proses verifikasi sebagai EMT internasional.

Sampai dengan tahun ini sudah terdaftar 160 EMT dari seluruh dunia. Akan tetapi, baru 22 EMT yang telah lulus verifikasi. Di Indonesia sendiri, saat ini MDMC Indonesia adalah satu-satunya EMT yang terdaftar di WHO dan direncanakan lulus proses verifikasi di tahun 2019. (MDMC/Sapari/AT)

Sumber: http://menara62.com/2019/01/28/mdmc-sudah-terdaftar-sebagai-emt-di-who/

MDMC menjadi Satu-Satunya Tim Medis Darurat di Indonesia yang Terdaftar di WHO

Workshop dan Mentoring Tim Medis Darurat Keempat
Workshop dan Mentoring Tim Medis Darurat Keempat

Genewa, Swiss (27/01) –Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) pada 23-25 Januari 2019 lalu mendapat undangan dari WHO untuk menghadiri “Fourth Emergency Medical Team (EMT) Mentor Workshop” di Kota Genewa, Swiss. dr. Corona Rintawan, Sp.EM., Pengurus MDMC PP Muhammadiyah menjadi peserta perwakilan dari Indonesia bersama dengan perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI. Acara ini dihadiri oleh 54 peserta dari berbagai negara di benua Afrika dan Asia.

MDMC diundang karena keterlibatan aktif dalam berbagai respon tanggap darurat dan kemanusian di luar negeri dalam beberapa tahun terakhir. Workshop ini sudah kali keempat diselenggarakan oleh WHO dan diperuntukkan bagi calon mentor EMT di seluruh dunia. Workshop ini merupakan salah satu rangkaian upaya MDMC untuk melakukan verifikasi agar menjadi bagian dari EMT dengan standar internasional. Proses verifikasi WHO ini merupakan upaya dan komitmen Muhammadiyah untuk meningkatkan kapasitas tim medis bencana di tingkat global.

Dalam workshop ini para peserta dilatih berbagai hal terkait EMT terutama pemahaman, kapasitas, dan ketrampilan sebagai mentor EMT. Dengan begitu, diharapkan para mentor mempunyai kemampuan handal sehingga dapat menjadi pendorong, fasilitator dan pembimbing negara/lembaga yang mengajukan proses verifikasi sebagai EMT internasional. Sampai dengan tahun ini sudah terdaftar 160 EMT dari seluruh dunia. Akan tetapi, baru 22 EMT yang telah lulus verifikasi. Di Indonesia sendiri, saat ini MDMC Indonesia adalah satu-satunya EMT yg terdaftar di WHO dan direncanakan lulus proses verifikasi di tahun 2019. (MDMC/Sapari/AT)

Sumber: http://suaraaisyiyah.aisyiyah.or.id/id/berita/mdmc-menjadi-satusatunya-tim-medis-darurat-di-indonesia-yang-terdaftar-di-who.html

Siapkan Kader Tangguh, MDMC Jateng Laksanakan Diklat SAR

Diklat SAR Kudus
Diklat SAR Kudus

MUHAMMADIYAH.ID, KUDUS — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Tengah melaksanakan pendidikan dan pelatihan (diklat) SAR Tingkat Dasar Gunung Rimba (jungle rescue) tahun 2019 pada 24-27 Januari 2019  di hutan Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Kegiatan ini diikuti oleh  81 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Banten.

Naibul Umam Eko Sakti, Ketua MDMC Jawa Tengah  menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya MDMC Jawa Tengah dalam mempersiapkan kader-kader tangguh untuk menjadi tim SAR yang tangguh agar bisa diterjunkan setiap saat ketika dibutuhkan.

 “Sejak  tahun 2009 kami menggalakkan kegiatan diklat SAR bagi Angkatan Muda Muhammadiyah di seluruh Jawa Tengah, keikutsertaan mereka kami harapkan menjadi embrio terwujudnya kader persyarikatan yang handal dalam penanggulangan bencana,” katanya,” katanya. 

Adapun materi yang diberikan kepada para peserta yakni  Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai materi wajib, Dasar-Dasar Penanggulangan Bencana, Pertolongan Pertama Gawat Darurat, Mountainering dan Vertical Rescue, Navigasi Darat, Survival, Bivak, Manajemen Perjalanan Gunung dan Hutan, Komunikasi Lapangan serta Simulasi SAR. 

“Harapannya,  para peserta dapat mengikuti materi dengan penuh kedisiplinan dan tetap melaksanakan kewajiban sholat apapun kondisi tempat, pakaian dan badan mereka,” harapnya. (nisa)

Sumber: Sapari http://m.muhammadiyah.or.id/id/news-15856-detail-siapkan-kader-tangguh-mdmc-jateng-laksanakan-diklat-sar.html

MDMC Jateng Laksanakan Diklat SAR Saat Cuaca Ekstrem

MDMC Adakan Diklat SAR
MDMC Adakan Diklat SAR
Diklat SAR Kudus. Foto: http://pepiperdiansyah.com/

PWMJATENG.COM, Kudus – MDMC Jawa Tengah melaksanakan Diklat SAR Tingkat Dasar Gunung Rimba tahun 2019. Diklat ini dilaksanakan dari tanggal 24  sampai 27 Januari 2019 bertempat di Kudus, tepatnya hutan desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus

Diklat tersebut diikuti oleh 81 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah dan Banten. Pembukaan diklat dilaksanakan di Stikes Muhammadiyah Kudus, selanjutnya dilaksanakan di hutan desa Colo tepatnya di sekitar kawasan hutan di atas air terjun Montel.

Naibul Umam Eko Sakti, Ketua MDMC Jawa Tengah saat ditemui di lokasi menyampaikan bahwa Diklat SAR tingkat dasar ini menjadi bagian dari upaya MDMC Jawa Tengah mempersiapkan kader-kader tangguh untuk menjadi tim SAR yang tangguh agar bisa diterjunkan setiap saat ketika dibutuhkan.

“Sejak  tahun 2009 kami menggalakkan kegiatan diklat SAR bagi Angkatan Muda Muhammadiyah di seluruh Jawa Tengah, keikutsertaan mereka kami harapkan menjadi embrio terwujudnya kader persyarikatan yang handal dalam penanggulangan bencana,” katanya.

Lebih lanjut Naibul Umam mengatakan “Diklat ini bertujuan untuk membentuk Tim SAR Muhammadiyah yang tangguh dan punya mobilitas yang tinggi dalam penanggulangan bencana,” lanjutnya.

Berbagai materi diberikan kepada para peserta dari mulai materi umum Al Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai materi wajib, Dasar-Dasar Penanggulangan Bencana, Pertolongan Pertama Gawat Darurat, Mountaineriing dan Vertical Rescue, Navigasi Darat, Survival, Bivak, Manajemen Perjalanan Gunung dan Hutan, Komunikasi Lapangan serta Simulasi SAR. Semua materi dilaksanakan dalam suasana pendidikan yang penuh disiplin tinggi, cuaca dan tempat ekstrim untuk menguji ketangguhan mental peserta.

Sebagai ciri khas kegiatan Persyarikatan Muhammadiyah adalah tetap dilakukannya kegiatan sholat wajib meskipun dalam situasi dan kondisi apapun. “Kami tetap melaksanakan kewajiban sholat bagi peserta dalam kondisi apapun dengan menerapkan fiqih kebencanaan yang telah ditetapkan Muhammadiyah sebagai pedoman,” kata Naibul Umam.

Seperti saat hari Jum’at, 25 Januari 2019 sholat Jum’at tetap dilaksanakan baik oleh peserta maupun panitia dan instruktur. Para peserta melaksanakan sholat di lapangan tempat latihan, sementara panitia dan sebagian instruktur yang tidak sedang bertugas di lapangan melaksanakan sholat Jum’at di sebuah rumah yang dikenal dengan sebutan “Omah Alas” dan biasa dipakai untuk melaksanakan flying fox di kawasan hutan tersebut.

Bertindak selaku imam dan khotib sholat Jum’at di Omah Alas tersebut adalah Naibul Umam sendiri yang dalam khutbahnya menyampaikan pentingnya mitigasi bencana. Dibarengi dengan guyuran hujan deras dan badai yang kencang, sholat Jum’at tetap dilaksanakan dengan khidmat dari awal hingga selesai.

Kawasan hutan Desa Colo mempunyai kontur tanah dengan kemiringan cukup ekstrim hingga 900, hanya sebagian kecil saja di punggung-punggung bukit ada kontur tanah datar. Sementara cuaca saat dilaksanakan diklat juga cukup ekstrim karena terjadi hujan intensitas tinggi terus menerus dan bahkan seringkali terjadi badai. Di tempat dan cuaca sedemikian ekstrim tersebut, para peserta dituntut untuk tetap terus mengikuti materi dengan penuh kedisiplinan dan tetap melaksanakan kewajiban sholat apapun kondisi tempat, pakaian dan badan mereka.

Sumber : Sapari MDMC http://pwmjateng.com/mdmc-jateng-laksanakan-diklat-sar-saat-cuaca-ekstrem/

100 Tim Medis Muhammadiyah Sulsel Turut Bantu Evakuasi Korban Banjir

100 Tim Medis Muhammadiyah Sulawesi Selatan
100 Tim Medis Muhammadiyah Sulawesi Selatan
Sebanyak 100 Tim Medis Muhammadiyah Sulawesi Selatan (Sulsel) dikerahkan untuk membantu pengobatan kepada korban bencana banjir dan longsor di beberapa titik di Sulsel. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Sukmawati Ibrahim

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Sebanyak 100 Tim Medis Muhammadiyah Sulawesi Selatan (Sulsel) dikerahkan membantu pengobatan korban banjir dan longsor di beberapa titik di Sulsel.

Sekretaris Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sulsel Haeruddin Makkasau mengatakan, selain pengobatan tim medis juga turut membantu menyerahkan bantuan logistik dan lainnya.

“Tim medis kami turunkan mulai dari dokter, perawat, bidan diantaranya tim RSIA Khadijah 1 Makassar, tim RSIA Khadijah 3, TBM Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar dan beberapa tim medis Muhammadiyah lainnya,” kata Haeruddin melalui rilisnya, Minggu (27/1/2019).

Menurut Haeruddin, ada beberapa titik yang dikunjungi tim medis.

Mereka melakukan pengobatan yakni Makassar dan Gowa.

“Makassar semua sudah kita jangkau, Gowa sementara proses dan tim sudah menjangkau dataran tinggi Kecamatan Manuju, Desa Pattallikkang, Dusun Pattiro, tembus ke Desa Mangempang Kecamatan Bugaya Desa Mangempang yang merupakan daerah terisolir dan tentunya untuk daerah lainnya kami tetap mengagendakan untuk dikunjungi,” ujarnya.

“Jadi mereka bertebaran mendatangi posko-posko pengungsian untuk melakukan perawatan,” tuturnya.

Haeruddin yang juga Alumni Unismuh Makassar meminta doa agar MDMC bisa segera mendirikan Pos Pelayanan di dataran tinggi Kabupaten Gowa, mengikuti Pos Pelayanan Kabupaten/Kota yang sudah terbentuk.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2019/01/27/100-tim-medis-muhammadiyah-sulsel-turut-bantu-evakuasi-korban-banjir

Muhammadiyah Disaster Management Center Sulsel Bantu Korban Banjir Jeneponto

MDMC Beserta LazisMu Jeneponto Turut Serta Membantu Warga Terdampak Bencana Banjir
MDMC Beserta LazisMu Jeneponto Turut Serta Membantu Warga Terdampak Bencana Banjir
Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sulawesi Selatan beserta lazismu jeneponto turut serta membantu korban bencana banjir yang melanda Jeneponto

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com, Ikbal Nurkarim

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU – Empat hari pasca banjir bandang jeneponto, bantuan terus mengalir untuk korban baik dari perseorangan maupun dari Instansi, Sabtu (26/1/2019)

Salah satunya Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sulawesi Selatan beserta lazismu jeneponto turut serta membantu korban bencana banjir yang melanda kabupaten jeneponto.

Koordinator pengurangan resiko bencana dan kesiapsiagaan MDMC Sulsel, Sapriadi Saleh mengatakan sejak hari pertama Tim MDMC Sulsel sudah menurunkan tim di jeneponto.

“Hari Rabu, tim sudah ada ke Jeneponto dan berkoordinasi dengan muhammadiyah dan Lazismu Jeneponto,” katanya keTribunJeneponto.com

“Kita sudah buat posko pelayanan banjir di kantor Muhammadiyah jalan Lanto dg Pasewang Romanga, kecamatan Binamu,” tuturnya.

“Kita assessment di wilayah terdampak banjir, tim melakukan pendataan sekaligus memberikan bantuan logistik (Indomie, roti, susu, popok bayi, biskuit, air mineral, telur, beras),” jalanya

Supriadi Saleh mengaku Ia sudah memberikan bantuan kebeberapa daerah seperti sapanang, jombe, Bontomate’ne, kayu Loe barat, tamanroya, boyong, Monro-monro, kalukuang, sidenre.

“Kami turut prihatin atas bencana banjir yang di alami masyarakat jeneponto. Banyak sekali rumah hanyut dan rumah rusak parah yang kami lihat,” tutupnya.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2019/01/26/muhammadiyah-disaster-management-center-sulsel-bantu-korban-banjir-jeneponto

Respon Banjir dan Longsor di Sulsel, MDMC Dirikan Poskoor

Poskor MDMC untuk Banjir Makassar
Poskor MDMC untuk Banjir Makassar

MUHAMMADIYAH.ID, MAKASSAR – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) turut merespon bencana banjir dan longsor di Gowa, Sulawesi Selatan. Beberapa agenda yang akan dilaksanakan antara lain respon banjir dan longsor Sulawesi Selatan, pembentukan poskoor (pos koordinasi) Muhammadiyah dan pembentukan pos pelayanan (posyan).

Hasil dan keputusan rapat koordinasi MDMC Sulawesi Selatan terhadap bencana banjir dan longsor Gowa, yakni merespon secara maksimal dengan melibatkan semua potensi Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan.

Pembentukan poskoor tersebut terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 10 No. 38 Makassar, yang akan ditanggungjawabi oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan diketuai oleh Yahya, Ketua MDMC Sulawesi Selatan.

Saat ini pos pelayanan sudah dibentuk di 9 titik, antara lain di PDM Makassar, PDM Gowa, PDM Takalar, PDM Jeneponto, PDM Maros, PDM Pangkep, PDM Barru, PDM Soppeng, dan PDM Wajo. Disampaikan oleh Haeruddin Makkasau, Sekretaris MDMC Sulawesi Selatan bahwa sementara telah terbentuk beberapa posyan dari 9 posyan PDM Muhammadiyah Kabupaten/Kota yang terdampak se – Sulawesi Selatan.

“Saat ini sudah ada beberapa tim medis diturunkan yang dikoordinir oleh Nasrullah, antara lain MPKU, Dokter Pengurus MDMC wilayah, Rumah Sakit, TBM FK Unismuh, AKKES, dan personal unsur ortom,” terang Yahya seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima redaksi pada Rabu (23/1).

Selain menyiapkan beberapa tim medis, MDMC Sulawesi Selatan juga telah menyiapkan tim untuk SAR, asesmen, data informasi dan publikasi, dapur umum, SDM dan logistik, hunian serta transportasi untuk menunjang penanganan bencana banjir dan longsor.

“Untuk saat ini kami laporkan bahwa intensitas hujan masih lumayan tinggi, dan baru sore hari ini ada tanda-tanda cerah. Untuk umumnya pada titik lokasi banjir genangan masih tinggi. Di jalan protokol Jl. Perintis menuju PWM saja banjir masih setinggi lutut kaki orang dewasa,” jelas Yahya,

Selain itu dilaporkan bahwa kendala saat ini adalah evakuasi warga masih sulit karena keterbatasan peralatan dan juga SDM yang dibutuhkan dari pemerintah maupun lembaga penanganan bencana di luar pemerintah, dan tingginya lokasi banjir dan derasnya arus air menjadi hambatan utama dalam proses evakuasi sehingga evakuasi, asesmen serta penyaluran bantuan hanya sampai pada tempat – tempat yang bisa dijangkau seperti Makassar dan Kab. Gowa.

Sumber: (MDMC/Azza)

6 Orang Tewas Aibat Banjir dan Longsor di Gowa, MDMC Sulses Bergerak Bantu Korban

Banjir Sulawesi Selatan
Banjir Sulawesi Selatan

MANADO, ZONAUTARA.com – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sulawesi Selatan (Sulsel) ikut bergerak membantu korban terdampak bencana banjir dan longsor di Gowa.

Salah satu agenda yang langsung dilakukan adalah pendirian pos koordinasi (poskoor) dan pembentukan pos pelayanan (posyan).

Hasil keputusan rapat MDMC Sulsel, salah satunya adalah melibatkan semua potensi Muhammadiyah yang ada di seluruh Sulsel.

Dari rilis yang diterima Zonautara.com, poskoor didirikan di jalan Perintis Kemerdekaan KM 10 No 38 Makassar. Adapun yang diserahi tanggungjawab adalah Pimpinan wilayah Muhammadiyah Sulsel yang diketaui Yahya selaku Ketua MDMC Sulsel.

Rilis itu juga menyebutkan bahwa saat ini sudah ada 9 titik posyan yang didirikan, diantaranya di PDM Makassar, PDM Gowa, PDM Takalar, PDM Jeneponto, PDM Maros, PDM Pangkep, PDM Barru, PDM Soppeng, dan PDM Wajo.

Sekretaris MDMC Sulsel Haeruddin Makkasau bahwa sementara telah terbentuk beberapa posyan dari 9 posyan PDM Muhammadiyah Kabupaten/Kota yang terdampak di Sulawesi Selatan.

Beberapa tim medis juga sudah diterjunkan ke lokasi bencana, dibawah koordinasi Dr. Nasrullah, Sp.Og. Selain menyiapkan tim medis, MDMC Sulsel juga menyiapkan tim SAR, asesmen, data informasi dan publikasi, dapur umum, SDM dan logistik, hunian serta transportasi untuk menunjang kegiatan di lapangan.

“Untuk saat ini kami laporkan bahwa intensitas hujan masih lumayan tinggi, dan baru sore hari ini ada tanda-tanda cerah. Umumnya titik lokasi banjir genangan masih tinggi. Di jalan protokol Jl. Perintis menuju PWM saja banjir masih setinggi lutut kaki orang dewasa,” jelas Haeruddin.

Evakuasi warga dan penyaluran bantuan masih sulit dilakukan karena keterbatasan peralatan dan tenaga. Evakuasi juga terhambat tingginya dan derasnya arus banjir.

6 warga tewas

Sejak Selasa (22/1/2019) siang, banjir bandang menerjang Kabupaten Gowa di Sulawesi Selatan. Sejumlah permukiman warga di sebagian wilayah Kota Makassar juga terendam banjir.

Viva News melaporkan sudah ada enam orang yang dilaporkan tewas akibat bencana ini. Sementara ada empat jembatan yang putus diterjang banjir hinga setinggi 1 meter.

Dari laporan Tribbun Makassar wilayah yang tergenang banjir meliputi kecamatan Pallangga, Tompobulu, Pattallassang, Sombaopu, Barombong serta Bontomarannu.

Ada dua sumber air yang mengalir ke sungai Jenneberang hingga akhirnya meluap, dikarenakan hujan dalam intensitas tinggi terus turun sejak Selasa dinihari.

Sumber: https://zonautara.com/2019/01/23/6-orang-tewas-akibat-banjir-dan-longsor-di-gowa-mdmc-sulsel-bergerak-bantu-korban/

MDMC Dirikan 9 Posyan Respon Banjir dan Longsor di Sulsel

Makassar Bangkit

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dalam menanggapi bencana banjir dan longsor di Gowa, Sulawesi Selatan. Beberapa agenda yang akan dilaksanakan antara lain respon banjir dan longsor Sulawesi Selatan, pembentukan poskoor (pos koordinasi) Muhammadiyah dan pembentukan pos pelayanan (posyan).

Hasil dan keputusan rapat koordinasi MDMC Sulawesi Selatan terhadap bencana banjir dan longsor Gowa, yaitu akan direspon secara maksimal dengan melibatkan semua potensi Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan.

Pembentukan poskoor tersebut terletak di Jl Perintis Kemerdekaan KM 10 No 38 Makassar, yang akan ditanggungjawabi oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan diketuai oleh Yahya selaku Ketua MDMC Sulawesi Selatan.

Saat ini posyan sudah dibentuk di 9 titik, antara lain di PDM Makassar, PDM Gowa, PDM Takalar, PDM Jeneponto, PDM Maros, PDM Pangkep, PDM Barru, PDM Soppeng, dan PDM Wajo. Disampaikan oleh Haeruddin Makkasau, Sekretaris MDMC Sulawesi Selatan bahwa sementara telah terbentuk beberapa posyan dari 9 posyan PDM Muhammadiyah Kabupaten/Kota yang terdampak se – Sulawesi Selatan.

Saat ini sudah ada beberapa tim medis diturunkan yang dikoordinir oleh Nasrullah, antara lain MPKU, Dokter Pengurus MDMC wilayah, Rumah Sakit, TBM FK Unismuh, AKKES, dan personal unsur ortom.

Selain sudah menyiapkan beberapa tim medis, MDMC Sulawesi Selatan juga telah menyiapkan tim untuk SAR, asesmen, data informasi dan publikasi, dapur umum, SDM dan logistik, hunian serta transportasi untuk menunjang penanganan bencana banjir dan longsor.

Dalam laporannya, Haeruddin Makkasau mengatakan, “Untuk saat ini kami laporkan bahwa intensitas hujan masih lumayan tinggi, dan baru sore hari ini ada tanda-tanda cerah. Untuk umumnya pada titik lokasi banjir genangan masih tinggi. Di jalan protokol Jl. Perintis menuju PWM saja banjir masih setinggi lutut kaki orang dewasa”.

Selain itu dilaporkan bahwa kendala saat ini adalah evakuasi warga masih sulit karena keterbatasan peralatan dan juga SDM yang dibutuhkan dari pemerintah maupun lembaga penanganan bencana di luar pemerintah, dan tingginya lokasi banjir dan derasnya arus air menjadi hambatan utama dalam proses evakuasi sehingga evakuasi, asesmen serta penyaluran bantuan hanya sampai pada tempat – tempat yang bisa dijangkau seperti Makassar dan Kabupaten Gowa. (Azza)

Sumber: http://www.suaramuhammadiyah.id/2019/01/24/mdmc-dirikan-9-posyan-respon-banjir-dan-longsor-di-sulsel/