Foto : “Warok Cilik” , Kebangkitan Anak Lereng Merapi

{vsig}joomgallery/originals/warok_cilik_81{/vsig}

Yogyakarta – Anak-anak di desa Ketep, Kecamatan Sawangan, Kab. Magelang bulan Oktober – November 2010 harus mengungsi ke daerah yang aman karena erupsi G. Merapi. Walaupun tidak ada korban jiwa dan kerusakan pemukiman, kehidupan di pengungsian tetap menimbulkan ketidaknyamanan dan juga trauma pada anak – anak.

Hingga Desember 2010, MDMC mengkoordinasikan relawan mahasiswa dan kader organisasi otonom untuk mendampingi anak-anak di desa ketep untuk memulai kehidupan pasca pengungsian, termasuk ditengah kesusahan orang tua mereka karena tanaman pertanian yang rusak akibat abu vulkanik.

Senin (22/10/2012) anak-anak ketep tersebut menunjukkan di panggung kesenian acara 5 th ASIAN MINISTERIAL CONFERENCE ON DISASTER RISK REDUCTION (5 th AMCDRR) di pelataran Pendopo Agung Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta. Dihadapan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) , para delegasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Se – Indonesia dan delegasi negara – negara peserta AMCDRR melalui kesenian “Warok Cilik” mereka menunjukkan bahwa kehidupan pasca erupsi yang harus mereka alami sudah bisa mereka lalui dengan normal. Bahkan kreatifitas mereka terus terasah, dengan tetap melestarikan budaya khas lereng gunung yang mereka tekuni. (arif)

Foto : Arif Nur Kholis

{fcomment}

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts
Langganan Berita dan Artikel dari MDMC

Untuk langganan update Berita dan Artikel terbaru dari MDMC, silahkan tuliskan nama dan alamat e-mail di bawah ini