Kerjasama MDMC, GPM Malaysia, MIN QALBY dan Peduli Insan, Resmikan 33 Unit Huntara Gempa Cianjur

Cianjur (25/5) - Telah diselenggarakan peresmian Huntara Mangsa Gempa Cianjur oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bentuk kerjasama MDMC dengan organisasi nirlaba Global Peace Mission (GPM) Malaysia, Min Qalby Foundation dan Peduli Insan Malaysia. Pembangunan hunian sementara yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu 3 bulan ini akhirnya dapat diresmikan bersama 33 penerima manfaat, kepala desa Mangunkerta dan kepala desa Gasol.

Peresmian ini juga dihadiri oleh Perwakilan Lembaga Resiliensi Muhammadiyah Pimpinan Pusat Muhammadiyah atau MDMC, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Cianjur dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Cianjur serta perwakilan dari Global Peace Mission (GPM) Malaysia. Selama peresmian dilaksanakan, mitra pembangunan huntara lakukan dialog terbuka bersama penerima manfaat. Dari hasil dialog tersebut warga merasa sangat terbantu dan berterima kasih (atas kerjasama MDMC dan Mitra dalam pembagunan HUNTARA) melihat bahwa kondisi di lapangan masih banyak penyintas yang tinggal di tenda darurat.

[caption id="attachment_10424" align="aligncenter" width="800"]MDMC dan Para Mitra resmikan 33 unit huntara respon bencana Cianjur MDMC dan Para Mitra resmikan 33 unit huntara respon bencana Cianjur[/caption]

Ade Irvan selaku perwakilan LRB/MDMC Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat menyampaikan bahwa pembangunan huntara selama ini berjalan sangat lancar karena adanya partisipasi warga yang menerima manfaat tersebut. Adapun 33 kepala keluarga masing – masing mendapatkan 1 hunian yang berukuran 3,6 x 4,8 M, ukuran ini mengacu pada standar umum BNPB dengan asumsi 1 keluarga beranggotakan 5 orang.

Pada tahapan pelaksanaanya, lanjut Ade Irvan, MDMC PWM Jawa Barat selaku pelaksana lapangan membuka koordinasi bersama pihak desa. Kemudian dilanjutkan dengan seleksi penerima manfaat atau assessment, pada tahap assessment ini MDMC memprioritaskan kelompok rentan dengan kategori ibu hamil, keluarga yang memiliki balita, lansia, ibu yang menjadi kepala keluarga dan penyintas yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Lalu pada tahap pembangunan, warga sepenuhnya berpartisipasi dengan adanya monitoring yang dilakukan oleh MDMC secara berkala.

Bidang TDRR MDMC PP Muhammadiyah, Darmawan.   juga menyampaikan bahwa masyarakat memiliki inisiatif yang tinggi dalam pembangunan huntaranya

“Harapannya ini masih dapat disinergikan lagi terutama pada progam air bersih dan sekolah. Sekolah baru ada 2 kelas, satu ruang guru dijadikan kelas dan satu ruang kelas terbuka” tuturnya.(MDMC)

Add a Comment

Your email address will not be published.