Latgab: Siap Siaga Sebelum Bencana

November 27, 2018 / Comments (0)

Berita Kegiatan

Gerakan tanggap bencana Muhammadiyah dikoordinir Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Foto: Istimewa.

MUHAMMADIYAH Disaster Management Center (MDMC) Jawa Tengah menjadi pusat penanganan bantuan kebencanaan Muhammadiyah Jawa Tengah. Kegiatan MDMC tidak hanya terjun langsung ketika bencana terjadi. Namun, MDMC selalu siap siaga dengan menggelar pelatihan-pelatihan agar untuk membekali kader-kadernya agar memiliki skill tanggap bencana.

Ketua MDMC Jawa Tengah Naibul Umam mengatakan, salah satu kegiatan MDMC ialah Latihan Gabungan (Latgab) yang melibatkan ratusan tim SAR dari kader Muhammadiyah se Jawa Tengah. Latgab dilakukan setahun sekali. Sementara, saat ini tercatat sudah Latgab ke-5 Jambore.

“Ratusan anak muda kader Muhammadiyah sudah menjadi tim SAR. Kemudian di daerah-daerah juga mengadakan kegiatan-kegiatan pelatihan sendiri sehingga kegiatan paling banyak Insya Allah di MDMC,” kata Naibul Umam kepada Tabloid Cermin, Kamis (04/10).

Menurut Umam, kajian kebencanaan ada ilmunya. Oleh karenanya, pelatihan dianggap perlu. Mulai dari manajemen dasar hingga penanggulangan bencana. Kegiatan ini diberikan dalam bentuk pelatihan-pelatihan shelter bangun hunian.

“Pelatihan-pelatihan kita lakukan, semuanya jalan terus,” katanya.

Selian itu, Umam melanjutkan, MDMC juga diminta menjadi fasilitator penyusunan dokumen desa tangguh bencana. Program ini sudah berlangsung sejak 2010. Banyak dari MDMC yang kini telah menjadi fasilitator di badan penanggulan bencana oleh pemerintah.

“Jadi jangan ditanya, kalau masalah semangat penanggulangan bencana mereka tidak pernah berhenti. Karena gerakan Muhammadiyah dan dari berbagai bagian dari Muhammadiyah seperti Aisyiyah, pemuda dan lain-lain itu karena sentuhan dari MDMC,” papar Umam.

Umam mengatakan, MDMC di daerah-daerah saat ini juga sudah terbentuk di 35 kabupaten atau kota di Jawa Tengah. Setiap PDM ada, meskipun intensinya berbeda-beda satu dengan yang lain.

“Ada yang jalannya kenceng ada yang lambat. Ada yang biasa, di mana-mana sama, tapi Insya Allah semuanya sudah ada MDMC tingkat daerah. Bahkan MDMC tingkat cabang ada, MDMC tingkat ranting pun juga ada,” jelasnya.

Umam menambahkan, semua majelis di Muhammadiyah harus menjadi media dakwah, tak terkecuali MDMC. Dia berharap agar kader-kader Muhammadiyah di MDMC bisa berlari kencang dan bisa menguasai semua lini. Sehingga peluang-peluang yang ada tidak dikuasai oleh pihak lain.

”MDMC PP Muhammadiyah itu menjadi unsur pengarah di BPNB ditunjuk oleh pemerintah. Bahkan sekarang dokter Rahmawati Husein, salah satu bidang di PBB untuk urusan penanggulangan bencana dari Muhammadiyah,” ucapnya.

Menurut Umam, nama MDMC sebenarnya sudah besar dan kiprahnya sudah diakui.

Sementara itu, Ketua Lazismu Jawa Tengah Dodok Sartono menambahkan, Lazismu selalu menyisihkan dana untuk kemanusiaan, khususnya bencana. Dana tersebut bersifat fleksibel sehingga pemanfaatannya bisa digunakan sewaktu-waktu ketika terjadi bencana. Untuk itu, Muhammadiyah bisa merespon cepat terhadap bencana melalui dana tersebut.

“Kita menyisihkan dana untuk kemanusiaan yang sewaktu-waktu bisa digunakan secara cepat,” ucap Dodok.

Reporter : Ilyas
Editor : M. Arifin
Note : Laporan ini tayang di Tabloid Cermin versi cetak edisi Oktober 2018

Sumber: https://tabloidcermin.com/2018/11/27/laporan-utama-latgab-siap-siaga-sebelum-bencana/