Maharesigana UMM Siap Lakukan Pendampingan PRB Pasca TOF

March 11, 2019 / Comments (0)

Berita Kegiatan

Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah mengikuti Training of Facilitator (TOF) yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). TOF diselenggarakan selama tiga hari di Kediaman Rosi Hendrawan selaku Ketua MDMC Kabupaten Malang (7-9/3). TOF dihadiri oleh Wahyu Heniwati dari Divisi Pengurangan Risiko Bencana dan Kesiapsiagaan Pimpinan Pusat MDMC (PP-MDMC) sebagai pemateri dan 10 pengurus Maharesigana sebagai peserta.

Peserta TOF mendapatkan materi bagaimana melakukan pendampingan Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Ada beberapa hal yang harus dilakukan saat pendampingan PRB yaitu melakukan asesmen atau penggalian data berbagai jenis ancama (hazard) yang ada di suatu wilayah, melakukan pemetaan wilayah, melakukan analisis pemeringkatan ancaman menggunakan pendekatan multi ancaman, memahami karakter suatu ancaman, dan penilaian resiko bencana. “Jika hal itu semua telah selesai dilakukan, selanjutnya adalah membuat rencana aksi,” jelas Wahyu Heniwati.

Selanjutnya, peserta TOF diberi kesempatan untuk mempraktekan ilmu yang sudah didapatkan dengan menggunakan tools yang tersedia. Peserta diminta untuk mengkaji ancaman di suatu wilayah hingga menentukan rencana aksi yang harus dilakukan. Peserta dibagi menjadi tiga tim, yaitu tim PRB di sekolah, tim PRB di desa, dan tim PRB di wilayah khusus seperti wilayah pantai dan hilir atau hulu sungai. “Maharesigana diharapkan siap dalam memberikan pendampingan PRB baik pada Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) atau pun pada Masyarakat Tangguh Bencana (Mastana),” jelas Pendiri Yayasan Daya Anisa tersebut.

Rosi Hendrawan yang turut mendampingi berjalannya kegiatan TOF menjelaskan, perlu diketahui bahwa Indonesia sebagai wilayah yang terkenal dengan banyaknya gunung api atau biasa disebut wilayah ring of fire. Selain itu, Indonesia adalah wilayah bertemunya lempeng eurasia, indo-australia, dan pasifik sehingga Indonesia menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi bencana cukup tinggi. Oleh karena itu, pentingnya melakukan PRB sejak dini diberbagai wilayah. “Maharesigana menjadi salah satu penggerak mitigasi bencana diberbagai sektor atau wilayah. Saya sangat salut dengan semangat belajar yang mereka miliki,” jelasnya.

Indra Fery selaku Ketua Maharesigana menjelaskan, bahwa setiap relawan dapat berkontribusi dalam dunia kebencanaan tidak hanya dilakukan dengan respon saat terjadinya bencana, namun juga dapat dilakukan saat sebelum terjadinya bencana dengan cara melakukan pengurangan risiko bencana dan Kesiapsiagaan Bencana. TOF adalah salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas relawan dalam melakukan mitigasi bencana. (Nata Hendriati/ Maharesigana UMM)