MDMC Bangun ‘Rumah Keong’ untuk Korban Gempa Lombok

October 5, 2018 / Comments (0)

Berita Kegiatan

Lembaga Penanggulangan Bencana Pimpinan Pusat Muhammadiyah atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), membangun rumah Sisok (keong) untuk warga terdampak gempa di Dusun Montong Dao, Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah.

Koordinator Bidang Administrasi dan Keuangan MDMC Lombok Tengah Sri Hidayanti mengatakan, rumah keong terinspirasi dari rumah domes atau rumah Teletubbies yang ada di Dusun Sengir, Kelurahan Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Harapannya sama, semoga ke depan desa ini menjadi memiliki daya tarik sebagai salah satu tujuan wisata di Lombok,” ujar Sri saat ditemui di lokasi pembangunan rumah keong di Dusun Montong Dao, Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, Jumat (5/10).

Sri menyampaikan, baru satu rumah keong yang sedang dalam proses pembangunan dengan perkiraan rampung dalam waktu tiga pekan. MMDC menargetkan terbangunnya sepuluh rumah keong dalam waktu satu bulan dengan penempatan lokasi yang sama.

Sri menjelaskan, rumah keong memiliki bahan dasar karung yang berisi campuran semen, pasir, dan kerangka besi, serta kayu yang disusun sedemikian rupa agar saling menguatkan ketika ada guncangan. Setelah karung yang telah terisi campuran tersebut, tim memberikan kawat ke seluruh lapisan karung dan kemudian diplester dengan menggunakan semen setebal lima cm pada area dalam dan luar rumah.

“Rumah model ini juga telah diuji dan diprediksi tahan dari gempa,” lanjut Sri.

Koordinator Bidang Logistik MDMC Lombok Tengah Amrillah mengatakan, biaya satu rumah keong ditaksir mencapai Rp 23 juta. Selain rumah keong, MDMC Lombok Tengah juga akan membangun museum gempa di lokasi yang sama sebagai penanda akan kejadian bencana yang pernah menimpa wilayah tersebut.

Secara rinci, dia menjelaskan, rumah keong berukuran 8 meter x 8 meter dengan terdiri atas dua ruangan, di mana terdapat sebuah dapur dan kamar mandi, serta bisa dihuni hingga lima anggota keluarga.

“Kendalanya pada tahap awal saat meyakinkan masyarakat yang butuh sosialisasi lebih dalam,” ujar Amrillah.

Ia memaklumi keengganan masyarakat dalam membangun rumah keong lantaran belum mengerti. Terlebih, masyarakat khawatir kalau menerima bantuan rumah keong tidak mendapatkan dana bantuan dari pemerintah pusat. Hal tersebut tidak benar lantaran dana bantuan dari pemerintah pusat tetap akan diterima, meskipun mereka menerima bantuan dari para relawan.

“Makanya kita buat satu rumah keong dulu biar jadi contoh, dan benar sekarang malah ingin dibangun juga seperti ini,” ucapnya.

Sumber : https://republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/10/05/pg4kge368-mdmc-bangun-rumah-keong-untuk-korban-gempa-lombok