MDMC Berkomitmen Wujudkan Kegiatan Tanggap Darurat Bencana Tanpa Kekerasan

gempa cianjur

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) berkomitmen untuk menciptakan kegiatan respon tanggap darurat gempa bumi di Cianjur bebas dari kekerasan baik itu kekerasan seksual dan lainnya yang mungkin terjadi di lokasi pengungsian para penyintas yang dikelola oleh MDMC.

Di pos koordinasi dan pos pelayanan Muhammadiyah di Cianjur saat ini dipasang banner-banner tegak bertuliskan “Safeguarding MDMC”.

Di bawahnya tertulis “MDMC berkomitmen untuk menciptakan ruang aman dan bebas dari diskriminasi dan kekerasan, termasuk kekerasan seksual. Kami tidak mentoleransi tindakan kekerasan diskriminatif, eksploitatif dalam bentuk apapun”.

Kemudian diikuti dengan panduan jika mengalami, melihat, mendengar, mengetahui atau mencurigai telah terjadi kekerasan di ruang lingkup kegiatan penanggulangan bencana oleh MDMC agar menyampaikan aduan melalui beberapa saluran yang sudah disediakan.

Khotimun Sutanti, Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah di lokasi pos koordinasi Muhammadiyah untuk gempa Cianjur, Islamic Center Cianjur di Bojongherang menyampaikan latar belakang pemasangan banner-banner itu.

“Dalam situasi darurat baik oleh bencana alam maupun lainnya tingkat kerentanan terjadinya kekerasan terhadap perempuan, anak dan kelompok rentan lainnya itu biasanya potensinya lebih tinggi,” katanya.

Kalau kita bicara tentang perlindungan, menurut Khotimun Sutanti tidak hanya keamanaan dari sisi bangunan fisik seperti gedung tidak ambruk atau keamanan tranportasi dan keamanan lainnya, tapi juga keamanan dari kekerasan seksual serta bentuk kekerasan lainnya.

Menurutnya bentuk-bentuk kekerasan itu memang pernah terjadi seperti di Palu, Lombok dan bahkan di beberapa negara, baik dilakukan oleh komunitas sesama pengungsi atau komunitas sekitar dari pengungsian

“Bahkan ada juga yang dilakukan oleh pegiat kemanusiaan,” ujar wanita yang akrab disapa Imun ini.

Untuk itu, menurut Khotimun Sutanti, pihaknya berkomitmen menerapkan sistem PSEA atau Protection from Sexual Exploitation and Abuse (Perlindungan dari Eksploitasi Seksual dan Kekerasan).

“Sistem ini, PSEA ini kita buat untuk menjaga, menciptakan ruang aman bagi pengungsi, relawan, staf dan komunitas,” tegasnya.

Ditambahkannya, melalui pemasangan banner-banner itu, wujud sosialisasi bahwa MDMC itu tidak mentoleransi adanya kekerasan seksual yang terjadi di dalam setiap penyelenggaraan kegiatan MDMC.

“Dalam penanggulangan bencana maupun kegiatan manapun, termasuk respon yang dilakukan oleh siapapun yang selama itu dalam ruang lingkup MDMC,” ungkap Khotimun Sutanti.

Untuk saluran pengaduan, MDMC menyediakan 2 jalur yaitu di lokal Cianjur ada dari Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kabupaten Cianjur dan yang kedua yaitu saluran PSEA di MDMC PP

“Person dari Nasyiatul Aisyah di sini yang nanti stand by untuk menerima pertama kalau misalnya ketemu kasus kekerasan seksual yang terjadi ataupun bentuk kekerasan yang lain termasuk itu kan kadang KDRT juga terjadi,” tutur Khotimun.

Terakhir, ungkap Khotimun Sutanti, MDMC juga akan mendorong tim psikososial untuk mulai membantu mensosialisasikan sistem PSEA ini. “Ke depan kita akan lebih banyak juga supaya tim psikososial ikut menggali juga ketika mereka berada di lapangan,” pungkasnya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts
Langganan Berita dan Artikel dari MDMC

Untuk langganan update Berita dan Artikel terbaru dari MDMC, silahkan tuliskan nama dan alamat e-mail di bawah ini