Muhammadiyah Sulsel Bentuk Posko Bencana di Makassar

Banjir Sulawesi Selatan

Warga berusaha menyebrangi jalan yang tergenang banjir di Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (23/1/2019). Foto: Antara/Abriawan Abhe

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) membentuk tim tanggap bencana penanganan bencana banjir dan longsor di Gowa, Sulawesi Selatan. Beberapa agenda yang akan dilaksanakan antara lain respon banjir dan longsor Sulawesi Selatan, pembentukan poskoor (pos koordinasi) Muhammadiyah dan pembentukan pos pelayanan (posyan).

Wakil Ketua MDMC, Arif Jamali Muis mengungkapkan hasil dan keputusan rapat koordinasi MDMC Sulawesi Selatan terhadap bencana banjir dan longsor Gowa, merespon secara maksimal melibatkan semua potensi Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan.”Pembentukan poskoor tersebut terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 10 No. 38 Makassar, yang akan ditanggungjawabi oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan diketuai oleh Yahya selaku Ketua MDMC Sulawesi Selatan,” kata Arif.

Saat ini posyan sudah dibentuk di 9 titik, antara lain di PDM Makassar, PDM Gowa, PDM Takalar, PDM Jeneponto, PDM Maros, PDM Pangkep, PDM Barru, PDM Soppeng, dan PDM Wajo. Disampaikan oleh Haeruddin Makkasau, Sekretaris MDMC Sulawesi Selatan bahwa sementara telah terbentuk beberapa posyan dari 9 posyan PDM Muhammadiyah Kabupaten/Kota yang terdampak se – Sulawesi Selatan.

Beberapa tim medis diturunkan yang dikoordinir oleh Dr. Nasrullah, Sp.Og. antara lain MPKU, Dokter Pengurus MDMC wilayah, Rumah Sakit, TBM FK Unismuh, AKKES, dan personal unsur ortom. Selain sudah menyiapkan beberapa tim medis, MDMC Sulawesi Selatan juga telah menyiapkan tim untuk SAR, asesmen, data informasi dan publikasi, dapur umum, SDM dan logistik, hunian serta transportasi untuk menunjang penanganan bencana banjir dan longsor.

Tim Posko MDMC di lokasi bencana, Haeruddin Makassau mengatakan untuk saat ini intensitas hujan masih lumayan tinggi, dan baru sore hari ini ada tanda-tanda cerah. “Untuk umumnya pada titik lokasi banjir genangan masih tinggi. Di jalan protokol Jl. Perintis menuju PWM saja banjir masih setinggi lutut kaki orang dewasa,” ujarnya.

Selain itu dilaporkan bahwa kendala saat ini adalah evakuasi warga masih sulit. Hal ini disebabkan karena keterbatasan peralatan. Selain itu juga SDM yang dibutuhkan dari pemerintah maupun lembaga penanganan bencana di luar pemerintah, serta tingginya lokasi banjir dan derasnya arus air menjadi hambatan utama dalam proses evakuasi. Alhasil, evakuasi, asesmen serta penyaluran bantuan hanya sampai pada tempat-tempat yang bisa dijangkau seperti Makassar dan Kab. Gowa.

Sumber: https://www.republika.co.id/berita/nasional/sang-pencerah/19/01/23/plsco9368-muhammadiyah-sulsel-bentuk-posko-bencana-di-makassar

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Related Post

Recent Posts
Langganan Berita dan Artikel dari MDMC

Untuk langganan update Berita dan Artikel terbaru dari MDMC, silahkan tuliskan nama dan alamat e-mail di bawah ini