Relawan Medis Muhammadiyah Pindahkan Bayi Korban Gempa Palu untuk Peroleh Perawatan

October 10, 2018 / Comments (0)

Berita Kegiatan

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PALU – Tak terasa sudah tiga hari empat relawan medis Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Indonesia berjibaku memberikan pelayanan kesehatan pada korban gempa dan tsunami di Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah.

Dengan menggunakan helikopter milik TNI AD, tim medis itu hilir-mudik menyasar para korban lewat jalur dirgantara. Informasi yang diperoleh dari Letkol Ketut, dokter TNI AD bahwa tim medis MDMC diminta bersama TNI melakukan pelayanan kesehatan di beberapa titik lokasi yang masih terisolasi.

Empat relawan itu terdiri dari dr. Zuhdiyah Nihayati dan dr. Dentino Willi, keduanya dari RS Muhammadiyah Lamongan, serta dr. Ershad A. Manggala dan dr. Silvy.

Dokter Zuhdiyah Nihayat, menjelaskan salah satu alasan kenapa relawan medis MDMC Indonesia dilibatkan dalam operasi pelayanan kesehatan bersama TNI adalah karena mereka menghubungi tim medis MDMC.

“Kebetulan salah satu kontak tim medis mereka simpan,” jelas dokter yang sapa dikarib Zee.

Operasi kemanusian bersama dengan TNI AD ini dilakukan untuk menyisir wilayah yang terpencil dan sulit ditembus lewat jalur darat. Pada hari pertama, Sabtu (6/10/18), operasi dilakukan di Desa Tondo, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, cerita dr. Zuhdiyah.

Pada hari kedua tim berangkat ke Desa Lende, Kabupaten Donggala. Barulah di hari ketiga, kita memberikan pelayanan kesehatan ke Desa Nemo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, terangnya.

Sementara dr. Willi menguraikan pengalamannya ketika ikut mengantarkan logistik dan memberikan pelayanan kesehatan di Desa Tondo yang lokasinya berada di pesisir laut itu.

Dokter Willi mengatakankan, keadaan warga di sana butuh bantuan logistik. Warga betul-betul membutuhkan termasuk layanan kesehatan. Hingga saat ini, daerah yang belum tersentuh itu mengharapkan uluran tangan. “Banyak warga yang mengeluh mengalami gangguan kesehatan,” tuturnya.

Dalam temuannya, didapati salah seorang warga mengalami patah tulang dan segera dirujuk ke RS Wirabuana untuk segera mendapatkan penanganan medis, paparnya.

Di lokasi itu pula, kata dokter Willi, relawan medis MDMC Indonesia juga menangani bayi yang lahir prematur di usia kandungan tujuh bulan.

“Bayi mungil itu masih berusia 14 hari dan akhirnya diterbangkan ke RS Undata dengan helikopter,” ungkapnya.

Sumber: Lazismu/pwmu.co

Sumber: http://m.muhammadiyah.or.id/id/news-14980-detail-relawan-medis-muhammadiyah-pindahkan-bayi-korban-gempa-palu-untuk-peroleh-perawatan.html